Mata kuliah Aspek Psikologi dan Sosial Budaya Kesehatan Reproduksi membahas berbagai faktor psikologis dan sosial budaya yang mempengaruhi perilaku, sikap, serta pengambilan keputusan individu dan masyarakat terkait kesehatan reproduksi. Mata kuliah ini menekankan pemahaman mahasiswa terhadap dinamika psikologis, nilai-nilai budaya, norma sosial, serta faktor lingkungan yang berperan dalam menentukan status kesehatan reproduksi di masyarakat.
Pembelajaran mencakup kajian mengenai konsep dasar psikologi kesehatan reproduksi, perkembangan psikoseksual, perilaku kesehatan reproduksi pada berbagai kelompok usia, serta pengaruh nilai budaya, norma sosial, dan kepercayaan masyarakat terhadap praktik kesehatan reproduksi. Mahasiswa juga mempelajari isu-isu penting seperti kesehatan reproduksi remaja, perencanaan keluarga, kesehatan ibu, gender dan kesehatan reproduksi, serta stigma dan diskriminasi yang dapat mempengaruhi akses terhadap layanan kesehatan reproduksi.
Selain itu, mata kuliah ini membahas pendekatan komunikasi dan edukasi kesehatan reproduksi yang sensitif terhadap aspek psikologis dan sosial budaya masyarakat. Mahasiswa juga dilatih untuk melakukan analisis masalah kesehatan reproduksi dari perspektif psikologis dan sosial budaya serta merancang strategi intervensi yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam menjaga kesehatan reproduksi.

- Pengajar: Tarianna Ginting
Mata kuliah Kesehatan Reproduksi Tenaga Kesehatan membahas konsep, prinsip, serta upaya perlindungan dan peningkatan kesehatan reproduksi bagi tenaga kesehatan dalam lingkungan kerja pelayanan kesehatan. Mata kuliah ini menekankan pemahaman mahasiswa terhadap berbagai faktor biologis, psikologis, sosial, dan lingkungan kerja yang dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi tenaga kesehatan.
Pembelajaran mencakup kajian mengenai konsep dasar kesehatan reproduksi, hak kesehatan reproduksi, serta berbagai risiko kesehatan reproduksi yang dapat dialami oleh tenaga kesehatan akibat paparan di tempat kerja, seperti paparan bahan kimia, radiasi, infeksi, stres kerja, dan faktor ergonomi. Mahasiswa juga mempelajari dampak kondisi kerja terhadap kesehatan reproduksi, termasuk gangguan kesuburan, gangguan kehamilan, serta kesehatan ibu dan janin pada tenaga kesehatan.
Selain itu, mata kuliah ini membahas kebijakan dan regulasi terkait perlindungan kesehatan reproduksi tenaga kerja, strategi pencegahan risiko di tempat kerja, serta pendekatan promosi kesehatan reproduksi bagi tenaga kesehatan melalui program kesehatan kerja dan keselamatan kerja (K3). Mahasiswa juga dilatih untuk melakukan analisis risiko kesehatan reproduksi di lingkungan kerja serta merancang program intervensi yang bertujuan meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan kesehatan reproduksi tenaga kesehatan.

- Pengajar: Yolanda Eliza Putri Lubis