Mata kuliah Manajemen Mutu dan Audit Klinis membahas konsep, prinsip, dan penerapan manajemen mutu dalam pelayanan kesehatan untuk meningkatkan keselamatan pasien, efektivitas, efisiensi, dan kepuasan pengguna layanan. Mahasiswa mempelajari standar mutu pelayanan kesehatan, indikator mutu klinis, siklus peningkatan mutu berkelanjutan, manajemen risiko, serta perencanaan dan pelaksanaan audit klinis berbasis bukti. Pembelajaran juga mencakup analisis kesenjangan antara praktik klinis dan standar yang ditetapkan, evaluasi hasil audit, serta penyusunan rekomendasi perbaikan.
Mata kuliah Inovasi dan Socio-technopreneurship Klinis membahas konsep inovasi, kewirausahaan sosial, dan pemanfaatan teknologi dalam pengembangan solusi terhadap permasalahan pelayanan kesehatan. Mahasiswa mempelajari identifikasi kebutuhan masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan, pengembangan ide inovatif, perancangan model bisnis sosial, pemanfaatan teknologi digital, serta analisis kelayakan dan keberlanjutan inovasi klinis. Pembelajaran menekankan kolaborasi interprofesional, kreativitas, pemecahan masalah berbasis bukti, dan penciptaan nilai sosial.
Mata kuliah Ilmu Kedokteran Klinis Penyakit Degeneratif membahas konsep, patofisiologi, faktor risiko, manifestasi klinis, diagnosis, tata laksana, dan pencegahan penyakit degeneratif, seperti diabetes melitus, penyakit kardiovaskular, penyakit neurodegeneratif, dan gangguan muskuloskeletal. Mahasiswa mempelajari pendekatan klinis berbasis bukti, deteksi dini, pengendalian faktor risiko, serta penatalaksanaan penyakit secara komprehensif dan berkesinambungan. Pembelajaran juga menekankan hubungan antara gaya hidup, determinan sosial kesehatan, dan perkembangan penyakit degeneratif.
Mata kuliah Praktik Klinis Berbasis Bukti membahas penerapan Evidence-Based Practice (EBP) dalam pengambilan keputusan klinis melalui integrasi bukti ilmiah terbaik, keahlian profesional, dan nilai serta preferensi pasien. Mahasiswa mempelajari perumusan pertanyaan klinis menggunakan kerangka PICO, penelusuran literatur ilmiah, penilaian kritis terhadap validitas dan relevansi penelitian, serta interpretasi hasil penelitian untuk mendukung praktik klinis. Pembelajaran juga mencakup penerapan bukti ilmiah dalam pelayanan kesehatan, evaluasi luaran klinis, dan identifikasi hambatan implementasi.