7.1 - Komponen Biaya Produksi Perkebunan
A. Biaya Pra-Panen (Sebelum Tanaman Menghasilkan/TBM)
Definisi: Biaya yang dikeluarkan sejak persiapan lahan hingga tanaman siap panen (biasanya 2-5 tahun untuk tanaman tahunan seperti sawit/karet).
1. Persiapan Lahan (Land Clearing)
Aktivitas:
Pembabatan vegetasi (pohon, semak).
Pengolahan tanah (pembajakan, penggarukan).
Pembuatan drainase dan terasering (khusus lahan miring).
Contoh Biaya:
Sewa alat berat (bulldozer, excavator): Rp 1,5-3 juta/hektar.
Upah tenaga kerja manual: Rp 500.000-1 juta/hektar.
Studi Kasus: Perkebunan sawit di Kalimantan membutuhkan biaya land clearing Rp 2,5 juta/hektar karena kondisi lahan gambut.
Contoh 1: Land Clearing dengan Sewa Alat Berat
Data:
Luas lahan: 10 hektar
Biaya sewa bulldozer: Rp2.000.000/hektar
Upah tenaga kerja manual: Rp800.000/hektar
Biaya drainase tambahan: Rp1.500.000/hektar
Perhitungan Total Biaya:
= (Sewa alat + Tenaga kerja + Drainase) × Luas lahan
= (Rp2.000.000 + Rp800.000 + Rp1.500.000) × 10
= Rp43.000.000
[Debit] Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) - Land Clearing Rp43.000.000
[Kredit] Kas/Bank/Hutang Usaha Rp43.000.000
Contoh 2: Land Clearing Lahan Gambut (Studi Kasus Sawit)
Data:
Luas lahan: 5 hektar (lahan gambut)
Biaya khusus gambut: Rp3.500.000/hektar (termasuk pengapuran dan pemadatan)
Biaya terasering: Rp2.000.000/hektar
Perhitungan Total Biaya:
= (Biaya gambut + Terasering) × Luas lahan
= (Rp3.500.000 + Rp2.000.000) × 5
= Rp27.500.000
Penjurnalannya:
[Debit] TBM - Persiapan Lahan Gambut Rp27.500.000
[Kredit] Kas/Bank Rp27.500.000
Contoh 3: Kombinasi Alat Berat dan Tenaga Kerja Manual
Data:
Luas lahan: 8 hektar
Sewa excavator: Rp1.800.000/hektar (untuk 5 hektar)
Tenaga kerja manual: Rp1.200.000/hektar (untuk 3 hektar)
Biaya pembuatan jalan kebun: Rp5.000.000 (total)
Perhitungan:
= (Sewa excavator × 5) + (Tenaga kerja × 3) + Biaya jalan
= (Rp1.800.000 × 5) + (Rp1.200.000 × 3) + Rp5.000.000
= Rp9.000.000 + Rp3.600.000 + Rp5.000.000
= Rp17.600.000
Penjurnalannya:
[Debit] TBM - Land Clearing Rp17.600.000
[Kredit] Kas (Pembayaran alat) Rp9.000.000
[Kredit] Utang Upah Tenaga Kerja Rp3.600.000
[Kredit] Bank (Biaya jalan) Rp5.000.000
2. Pembibitan & Penanaman
Aktivitas:
- Pembelian bibit unggul (contoh: bibit sawit DxP harga Rp 25.000-40.000/pohon).
- Penyemaian di nursery (biaya polybag, pupuk awal, tenaga kerja).
- Penanaman di lapangan (jarak tanam, tenaga tanam).
- Contoh 1: Pembelian Bibit Sawit & Penyemaian
- Data:
Kebutuhan bibit: 143 pohon/ha (@Rp30.000)
Biaya polybag & media semai: Rp500.000/ha
Pupuk awal & perawatan nursery: Rp1.000.000/ha
Tenaga kerja penyemaian: Rp800.000/ha
Biaya bibit = 143 × Rp30.000 = Rp4.290.000
Total biaya nursery = Rp500.000 + Rp1.000.000 + Rp800.000 = Rp2.300.000
Total biaya pembibitan/ha = Rp4.290.000 + Rp2.300.000 = Rp6.590.000
- Luas lahan: 5 hektar
- Biaya tanam borongan: Rp2.500.000/ha (termasuk transport bibit)
- Biaya tambahan ajir (patok tanam): Rp200.000/ha
- Luas: 10 ha
- Paket lengkap (bibit DxP, nursery, tanam): Rp12.000.000/ha
- Pembayaran: 50% dimuka, 50% setelah tanam
Perhitungan:
Penjurnalan:
[Debit] TBM - Pembibitan Sawit Rp6.590.000
[Kredit] Kas (Pembelian bibit) Rp4.290.000
[Kredit] Kas (Biaya nursery) Rp2.300.000
Contoh 2: Penanaman dengan Tenaga Kerja Borongan
Data:
Perhitungan:
Total biaya = (Rp2.500.000 + Rp200.000) × 5 ha = Rp13.500.000Penjurnalan:
[Debit] TBM - Penanaman Sawit Rp13.500.000
[Kredit] Utang Upah Borongan Rp12.500.000
[Kredit] Kas (Pembelian ajir) Rp1.000.000
Contoh 3: Paket Lengkap Pembibitan + Tanam
Data:
Perhitungan:
Total biaya = 10 × Rp12.000.000 = Rp120.000.000Penjurnalan:
1. Saat pembayaran dimuka:
[Debit] Persekot Pembibitan Rp60.000.000
[Kredit] Kas/Bank Rp60.000.000
2. Saat penyelesaian:
[Debit] TBM - Sawit Rp120.000.000
[Kredit] Persekot Pembibitan Rp60.000.000
[Kredit] Kas/Bank Rp60.000.000
3. Pemeliharaan Tanaman Muda
Komponen Biaya:
Pemupukan: Pupuk NPK (Rp 10.000-15.000/kg), frekuensi 2-3x/tahun.
Penyiraman: Sistem irigasi tetes (biaya instalasi Rp 5-10 juta/hektar).
Pestisida: Herbisida untuk gulma (Rp 500.000-1 juta/hektar/tahun).
Penyulaman: Ganti tanaman mati (biaya tambahan 5-10% dari total bibit).
Contoh 1: Pemupukan Rutin Tahun Pertama
Data:
- Luas lahan: 5 hektar
- Kebutuhan pupuk NPK: 2 kg/pohon/tahun (143 pohon/ha)
- Harga pupuk: Rp12.000/kg
- Frekuensi pemupukan: 2x/tahun
Perhitungan:
1. Kebutuhan pupuk per ha/tahun = 143 pohon × 2 kg × Rp12.000 = Rp3.432.000
2. Biaya 5 ha untuk 2x pemupukan = 5 × Rp3.432.000 × 2 = Rp34.320.000
Penjurnalan (setiap pemupukan):
[Debit] TBM - Pemeliharaan Sawit (Pupuk) Rp17.160.000
[Kredit] Kas/Utang Dagang Rp17.160.000
Contoh 2: Instalasi Irigasi Tetes + Penyulaman
Data:
- Luas: 3 hektar
- Biaya irigasi tetes: Rp8.000.000/ha
- Tingkat kematian tanaman: 7% (143 pohon × 7% = 10 pohon/ha)
- Biaya sulam: Rp35.000/pohon (termasuk bibit baru dan tenaga)
Perhitungan:
1. Biaya irigasi = 3 × Rp8.000.000 = Rp24.000.000
2. Biaya penyulaman = 3 × (10 × Rp35.000) = Rp1.050.000
3. Total = Rp24.000.000 + Rp1.050.000 = Rp25.050.000
Penjurnalan:
[Debit] TBM - Irigasi Tetes Rp24.000.000
[Debit] TBM - Penyulaman Rp1.050.000
[Kredit] Kas/Bank Rp25.050.000
Contoh 3: Pengendalian Gulma & Pestisida
Data:
- Luas: 10 hektar
- Biaya herbisida: Rp800.000/ha/tahun
- Frekuensi penyemprotan: 3x/tahun
- Biaya tenaga penyemprot: Rp200.000/ha/penyemprotan
Perhitungan per Tahun:
1. Biaya herbisida = 10 × Rp800.000 = Rp8.000.000
2. Biaya tenaga kerja = 10 × (Rp200.000 × 3) = Rp6.000.000
3. Total = Rp8.000.000 + Rp6.000.000 = Rp14.000.000
Penjurnalan (per kuartal):
[Debit] TBM - Pemeliharaan Sawit (Pestisida) Rp4.666.667
[Kredit] Kas/Utang Dagang Rp4.666.667
B. Biaya Panen (Saat Tanaman Menghasilkan/TM)
Definisi: Biaya operasional saat tanaman mulai berproduksi.
1. Tenaga Kerja Panen
Sistem Upah:
Borongan: Rp 150.000-300.000/ton TBS (kelapa sawit).
Harian: Rp 80.000-120.000/hari (pemetik teh/kopi).
-
Contoh 1: Sistem Borongan Kelapa Sawit
Data:
- Luas panen: 10 ha
- Produktivitas: 18 ton TBS/ha
- Upah borongan: Rp220.000/ton
Perhitungan:
Total biaya = 10 ha × 18 ton × Rp220.000 = Rp39.600.000Penjurnalan:
[Debit] Biaya Panen - Tenaga Kerja Rp39.600.000
[Kredit] Utang Upah Borongan Rp39.600.000
Contoh 2: Sistem Harian Pemetik Teh
Data:
- Jumlah pekerja: 15 orang
- Upah harian: Rp100.000/orang
- Hari panen: 20 hari/bulan
Perhitungan:
Total biaya = 15 × Rp100.000 × 20 = Rp30.000.000/bulanPenjurnalan:
[Debit] Biaya Panen - Tenaga Kerja Rp30.000.000
[Kredit] Kas Rp30.000.000
Contoh 3: Panen Kakao dengan Kombinasi Sistem
Data:
- Borongan: 5 ton @Rp250.000/ton
- Harian: 10 pekerja @Rp90.000/hari (5 hari)
Perhitungan:
= (5 × Rp250.000) + (10 × Rp90.000 × 5) = Rp1.250.000 + Rp4.500.000 = Rp5.750.000Penjurnalan:
[Debit] Biaya Panen - Tenaga Kerja Rp5.750.000
[Kredit] Kas Rp4.500.000
[Kredit] Utang Upah Borongan Rp1.250.000
- 2. Transportasi Hasil Panen
Biaya:
Angkutan dari kebun ke pabrik (truk): Rp 200-500 ribu/ton tergantung jarak.
Kasus Nyata: Perkebunan tebu di Jawa biaya transportasi Rp 350.000/ton ke pabrik gula.
Contoh 1: Angkut Sawit ke Pabrik
Data:
- Volume panen: 50 ton
- Tarif truk: Rp300.000/ton
Perhitungan:
Total biaya = 50 × Rp300.000 = Rp15.000.000
Penjurnalan:
[Debit] Biaya Transportasi Rp15.000.000
[Kredit] Kas/Hutang Usaha Rp15.000.000
Contoh 2: Transport Tebu dengan Jarak Jauh
Data:
- Jarak: 100 km
- Biaya/km: Rp4.000/ton
- Volume: 30 ton
Perhitungan:
Total biaya = 30 × (100 × Rp4.000) = Rp12.000.000
Penjurnalan:
[Debit] Biaya Transportasi Rp12.000.000
[Kredit] Persediaan Kas Rp12.000.000
Contoh 3: Sewa Kontainer Kopi (Export)
Data:
- 1 kontainer = 20 ton
- Biaya sewa: Rp25.000.000/kontainer
Perhitungan:
Total biaya = Rp25.000.000
Penjurnalan:
[Debit] Biaya Logistik Export Rp25.000.000
[Kredit] Utang Usaha Rp25.000.000
3. Perawatan Tanaman Produktif
Komponen:
Pemupukan TM (dosis lebih tinggi dari TBM): Rp 15-20 juta/hektar/tahun.
Pemangkasan daun (sawit): Rp 500.000/hektar/6 bulan.
Pengendalian hama (ulat, tikus): Rp 2-5 juta/hektar/tahun.
Contoh 1. Pemupukan Tanaman Menghasilkan (TM)
Data:
- Luas lahan: 7 hektar
- Jenis pupuk: NPK 15-15-15
- Kebutuhan: 1.5 ton/ha/tahun
- Harga pupuk: Rp12.000/kg
- Biaya aplikasi: Rp1.000.000/ha
Perhitungan:
1. Biaya pupuk = 7 ha × (1.500 kg × Rp12.000) = Rp126.000.000
2. Biaya aplikasi = 7 × Rp1.000.000 = Rp7.000.000
3. Total biaya pemupukan TM = Rp126.000.000 + Rp7.000.000 = Rp133.000.000/tahun
Penjurnalan:
[Debit] Biaya Pemupukan TM Rp133.000.000
[Kredit] Persediaan Pupuk Rp126.000.000
[Kredit] Kas (Upah Aplikasi) Rp7.000.000
Contoh 2. Pemangkasan Daun Sawit Rutin
Data:
- Luas: 12 hektar
- Frekuensi: 2x/tahun (setiap 6 bulan)
- Biaya pemangkasan: Rp550.000/ha/6 bulan
Perhitungan:
Total biaya/tahun = 12 ha × Rp550.000 × 2 = Rp13.200.000
Penjurnalan (setiap 6 bulan):
[Debit] Biaya Pemeliharaan TM - Pemangkasan Rp6.600.000
[Kredit] Kas/Utang Upah Rp6.600.000
Contoh 3. Pengendalian Hama Terpadu
Data:
- Luas: 5 hektar
- Jenis hama: Ulat api & tikus
- Biaya:
- Pestisida: Rp3.500.000/ha/tahun
- Tenaga kerja penyemprotan: Rp1.200.000/ha/tahun
- Perangkap tikus: Rp500.000/ha (masa pakai 2 tahun)
Perhitungan:
1. Biaya pestisida & tenaga = 5 × (Rp3.500.000 + Rp1.200.000) = Rp23.500.000
2. Penyusutan perangkap = (5 × Rp500.000) ÷ 2 = Rp1.250.000/tahun
3. Total biaya pengendalian hama = Rp23.500.000 + Rp1.250.000 = Rp24.750.000
Penjurnalan:
[Debit] Biaya Pengendalian Hama Rp24.750.000
[Kredit] Persediaan Pestisida Rp17.500.000
[Kredit] Kas (Upah Penyemprot) Rp6.000.000
[Kredit] Akum. Penyusutan Perangkap Rp1.250.000
C. Biaya Pasca-Panen
Definisi: Biaya pengolahan hasil panen hingga siap dijual.
1. Pengolahan Produk
Contoh Komoditas & Biaya:
Kelapa Sawit:
Biaya prosesing TBS jadi CPO di PKS: Rp 500.000-1 juta/ton.
Penyusutan mesin sterilizer: Rp 200 juta/tahun.
Kopi:
Pengupasan kulit (pulping): Rp 2.000/kg.
Fermentasi & pengeringan: Rp 5.000/kg.
2. Penyimpanan & Distribusi
Gudang Penyimpanan:
Biaya sewa gudang CPO: Rp 50.000/ton/bulan.
Losses (susut): 0,5-1% dari total produksi.
Distribusi:
Ekspor kelapa sawit: Biaya logistik Rp 1,5-2 juta/ton (pelabuhan → buyer).
Analisis Akuntansi
Klasifikasi dalam Laporan Keuangan:
Biaya pra-panen dikapitalisasi sebagai aset biologis (TBM).
Biaya panen & pasca-panen dibebankan sebagai Harga Pokok Produksi (HPP).
Contoh Jurnal:
Pemupukan TBM:
[Db] Aset Biologis - TBM Rp 10 juta[Cr] Kas/Bank Rp 10 jutaBiaya Panen:
[Db] HPP - Biaya Panen Rp 5 juta[Cr] Utang Upah Rp 5 juta
Dampak Profitabilitas:
Perkebunan sawit dengan produktivitas 25 ton TBS/hektar/tahun:
Total biaya produksi: Rp 30 juta/hektar.
Pendapatan (asumsi harga TBS Rp 2.000/kg): Rp 50 juta/hektar.
Laba Kotor: Rp 20 juta/hektar.
Faktor yang Mempengaruhi Biaya:
Skala Usaha: Perkebunan >1.000 hektar bisa tekan biaya melalui economy of scale.
Lokasi: Lahan gambut lebih mahal (butuh ameliorasi) vs. mineral.
Teknologi: Mekanisasi panen tebu kurangi biaya tenaga kerja 30%.