11.2. Pentingnya Ekuitas

Pentingnya Ekuitas dalam Perusahaan

Nilai ekuitas sebuah perusahaan mencerminkan nilai buku perusahaan tersebut. Nilai ini merupakan salah satu faktor yang menentukan harga saham perusahaan tersebut.

Namun demikian, tidak jarang kita menemukan harga saham yang lebih tinggi dari nilai ekuitas per saham suatu perusahaan. Harga saham yang lebih tinggi ini mengindikasikan bahwa para investor meyakini bahwa perusahaan tersebut memiliki prospek baik di masa yang akan datang.

Saat menjalankan bisnis, seorang pengusaha wajib memahami dasar-dasar ekuitas perusahaan. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui seberapa besar nilai saham dan aset tanpa hutang dan kewajiban yang menunjukkan sehat tidaknya sebuah perusahaan.

Contoh Ekuitas

Melansir dari situs accurate.id, berikut adalah contoh-contoh ekuitas berdasarkan pos-pos atau akun-akunnya:
  1. Saham Biasa
  2. Saham biasa merupakan ekuitas bisnis yang mencerminkan modal atau investasi awal yang disetorkan. Ekuitas ini memberikan hak kepada pemilik atau pemegang saham untuk memiliki aset-aset tertentu. Pemegang saham biasa memiliki kewajiban-kewajiban, termasuk memilih direksi dan pejabat yang berwenang, serta merumuskan prosedur dan kebijakan perusahaan.
  3. Saham Preferen
  4. Berbeda dari saham biasa, pemilik saham preferen hanya memiliki sedikit kewajiban dan tidak memiliki hak untuk memilih. Namun demikian, mereka biasanya memiliki hak klaim atas aset dan pendapatan perusahaan yang lebih dari hak pemegang saham biasa.
  5. Saham Treasury
  6. Contoh pos ekuitas bisnis yang lain adalah saham treasury. Saham jenis ini digunakan untk membeli kembali saham-saham dari pemegang saham biasa. Nilai saham ini biasanya negatif dan direpresentasikan dalam pembukuan sebagai pengurangan atas total nilai ekuitas.
  7. Pendapatan yang Tersimpan
  8. Saldo laba-atau pendapatan yang disimpan-adalah jumlah total pendapatan yang diperoleh suatu bisnis, dikurangi seluruh dividen yang dibayarkan kepada para pemegang saham. Intinya, pendapatan ini adalah pendapatan bersih yang Anda sebagai pemilik bisnis peroleh dan tidak dibayarkan kepada pemegang saham.
  9. Tambahan Modal yang Dibayarkan
  10. Ekuitas bisnis jenis ini diperoleh dari tambahan investasi yang disetorkan oleh para pemegang saham, di luar nilai saham pokok mereka. Pos ekuitas ini disebut juga kontribusi surplus, yang biasanya jauh lebih tinggi dari pos-pos ekuitas lainnya. Nilai ekuitas ini dapat berubah sesuai dengan untung-rugi yang diperoleh perusahaan dari penjualan saham.

Last modified: Tuesday, 20 May 2025, 7:05 AM