1.1 Apa Itu Semantik?

Kata semantik berasal dari bahasa Yunani sema yang artinya tanda atau lambang (sign).    Bentuk   verbal    dari   semantik    adalah    semaino    yang   berarti              menandai             atau


melambangkan. Yang dimaksud dengan tanda atau lambang dalam semantik adalah tanda linguistik. Menurut Saussure, tanda linguistik itu terdiri dari komponen penanda yang berwujud bunyi, dan komponen petanda yang berwujud konsep atau makna (Chaer, 2002). Kata semantik pertama kali digunakan oleh seorang filolog Perancis bernama Breal pada tahun 1883.

Semantik disepakati sebagai istilah yang digunakan dalam bidang linguistik yang mempelajari tentang tanda-tanda linguistik dengan hal-hal yang ditandainya. Semantik disebut sebagai bidang linguistik yang mempelajari hubungan antara tanda linguistik itu dengan hal-hal yang ditandainya. Dengan kata lain, semantik merupakan bidang studi dalam linguistik yang mempelajari makna-makna yang terdapat dalam satuan-satuan bahasa. Dengan demikian, semantik secara gamblang dapat dikatakan sebagai ilmu yang mempelajari makna. Chaer menegaskan bahwa semantik memiliki kedudukan yang sama dengan fonologi, gramatika, dan sintaksis dalam satu kajian linguistik (Chaer, 2002).

Lebih dari itu, semantik tidak hanya memelajari makna bahasa, melainkan juga hubungan makna yang satu dengan yang lain, dan pengaruhnya terhadap manusia dan masyarakat. Oleh karena itu, semantik mencakup makna-makna kata, perkembangan, dan perubahannya (Tarigan, 1995). Berdasarkan pernyataan tersebut, semantik tida hanya memelajari makna, melainkan perkembangan dan perubahan makna dari waktu ke waktu.

Berikut beberapa pengeertian semantik menurut ahli.

1)      Semantik adalah ilmu tentang makna (Lyons, 1968).

2)      Semantik adalah studi tentang makna (Aminudin, 2003)

3)      Semantik memiliki dua komponen, yaitu komponen yang mengartikan, yang berwujud bentuk dan bunyi bahasa dan komponen yang diartikan atau makna dari komponen yang pertama itu .

4)      Semantik adalah ilmu tentang makna atau tentang arti, semantik merupakan salah satu dari 3 (tiga) tataran analisis bahasa (fonologi, gramatikal dan semantik) (Chaer, 2002).

5)      Semantik adalah subdisiplin linguistik yang membicarakan makna (Pateda, 2010).

6)      Semantik menelaah teori makna atau teori arti, yakni cabang linguistik yang menyelidiki makna atau arti (Verhaar, 1981).

Semantik menelaah hubungan-hubungan tanda-tanda dengan objek-objek yang merupakan wadah penerapan tanda-tanda tersebut (Morrist, 1938).


Selain semantik, studi tentang makna lainnya adalah semiotika (sering juga disebut semiologi dan semasiologi). Namun, ada perbedaan antara semantik dan semiotik. Objek kajian semantik adalah makna yang ada dalam bahasa, sedangkan objek kajian semiotika adalah makna yang ada dalam semua sistem lambang dan tanda. Berdasaran perbedaan tersebut, objek kajian semiotika lebih luas daripada objek kajian semantik. Karena kajian semiotik pada semua lambang dan tanda, maka semantik bagian dari kajian semiotik. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa bahasa adalah bagian dari sistem lambang. Untuk memahami perbedaan makna dalam semantik dan semiotika akan dibahas pada bab selanjutnya.

Untuk memahami perbedaan antara semantik dan semiotika, akan dibahas pada kajian bab selanjutnya. Namun, sebagai pengantar untuk menguatkan pemahaman kalian tentang semantik, berikut akan diulas tentang perbedaan antara lambang dengan tanda. Lambang adalah sejenis tanda dapat berupa bunyi (seperti dalam bahasa), gambar (seperti dalam tanda- lalu lintas), warna (seperti dalam lalu lintas), gerak-gerik anggota tubuh dan sebagainya yang secara konvensional digunakan untuk melambangkan atau menandai sesuatu. Misalnya, kata yang berbunyi (kuda), digunakan untuk melambangkan sejenis binatang berkaki empat yang


biasa dikendarai. Adapun tanda adalah sesuatu yang menandai sesuatu yang lain. Misalnya, adanya asap hitam membubung tinggi di kejauhan adalah tanda kebakaran atau rumput- rumput di halaman basah adalah tanda telah terjadinya hujan dan sebagainya. Termasuk tanda-tanda lalu lintas, kode morse, dan tanda-tanda ilmu matematika. Tanda warna merah dalam lampu lalu lintas berfungsi sebagai tanda berhenti atau tidak boleh berjalan terus. Jadi, bisa disimpulkan, kalau lambang itu bersifat konvensional, sedangkan tanda bersifat alamiah. Kajian semantik dibatasi pada lambang bahasa, berupa morfem, kata, dan kalimat. Di luar lambang bahasa, tidak dikaji oleh semantik. Berdasarkan uraian tersebut, kajian semantik terbatas pada lambang dalam bahasa, bisa berbentuk tulisan atau ucapan dalam kegiatan berbahasa.

Berdasarkan uraian tersebut, berikut rangkuman pada subbab ini.

1)      Semantik adalah ilmu yang memelajari makna.

2)      Makna pada lambang bahasa baik secara lisan atau tulisan.

Nah, apakah kalian sudah memahami apa itu semantik? Kalian akan lebih paham jika terus membaca penjelasan pada subbab selanjutnya.


Last modified: Monday, 17 March 2025, 7:17 PM