1.4 Manfaat Memelajari Semantik

Semantik memegang peranan penting dalam berbahasa. Kegiatan berbahasa dapat dimaknai kegiatan berkomunikasi atau bertutur baik lisan atau tulis. Dalam kegiatan berbahasa, bahasa yang digunakan berfungsi untuk menyampaikan suatu makna. Makna bahasa terdapat pada setiap kata dalam untaian kalimat yang digunakan saat berkomunikasi. Chaer menegaskan bahwa pengetahuan akan adanya hubungan antara lambang atau satuan bahasa dengan maknanya sangat diperlukan dalam berkomunikasi dengan bahasa (Chaer, 1994).

Manfaat memelajari semantik sangat tergantung dari bidang apa yang kita geluti dalam tugas kita sehari-hari (Chaer, 2002). Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa memelajari semantik akan bermanfaat untuk semua aspek, bisa dalam pemerolehan, pembelajaran, dan kegiatan yang lain. Bisa juga dimaknai bermanfaat untuk profesi yang dimiliki oleh semua orang.

Memelajari semantik bermanfaat dalam proses pemerolehan dan pembelajaran bahasa. Dalam proses pemerolehan bahasa, aspek makna akan dipahami sejak awal memeroleh bahasa dan akan terus berlanjut hingga semua pemerolehan aspek bahasa yang lain. Seorang anak ingin menyampaikan keinginannya untuk makan dengan mengucapkan maem. Dengan mengucapkan kata tersebut, ia sudah memahami makna, tetapi belum memeroleh kompetensi kata.

Dalam pembelajaran makna di kelas, akan dibedakan pembelajaran makna kelas bawah dan kelas atas. Pembelajaran makna di kelas biasanya akan tampak dari ketidakpahaman


siswa pada kata yang diungkap oleh guru. Sang murid akan bertanya apa itu? Kata itu diganti oleh kata yang tidak dipahami. Adanya pertanyaan tersebut akan menjadi indikator penguasaan makna pada siswa. Hal ini biasanya terjadi bila kata tersebut baru didengar dan belum pernah digunakan di lingkungannya. Hal ini juga akan terjadi pada pembelajaran makna kelas atas. Kemampuan memahami makna kata antara satu siswa dengan siswa yang lain akan berbeda, yang disebabkan oleh lingkungan pemerolehan bahasa, dan banyak faktor lain yang tidak dijelaskan dalam buku ini. Untuk itu, pendidik harus memahami tingkatan pembelajaran semantik dalam setiap jenjang kelas.

Memelajari semantik juga bermanfaat untuk bisa piawai dalam memilih kata yang terus berubah dan berkembang. Dari waktu ke waktu, bahasa menunjukkan perkembangan dengan banyak kosakata baru. Setiap kosakata memiliki makna yang berbeda dengan kosakata yang lain. Dengan kompetensi semantik, seseorang bisa memilih kosakata yang tepat sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, pengetahuan semantik akan memudahkannya dalam memilih dan menggunakan kata dengan makna yang tepat dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat umum. Seseorang yang memiliki kompetensi semantik, akan piawai memilih kata yang merupakan polisemi, homonimi, denotasi, konotasi, dan lain sebagainya. Pemilihan jenis kata dan makna tersebut akan membantunya dalam menyampaikan gagasan, ide, ekspresi dengan benar.

Secara spesifik, bagi mahasiswa yang akan menjadi pendidik, manfaat pemerolehan dan pembelajaran semantik bisa diaplikasikan dalam kegiatan mendidik dan mengajar. Ia akan bisa memilih dan memilah kata yang sesuai dengan jenjang dan tingkat pendidikan peserta didik. Tidak hanya itu, dalam kegiatan pembelajaran, kompetensi semantik akan membantunya dalam membelajarkan kompetensi inti dalam kurikulum bahasa Indonesia.

Bagi seorang wartawan, seorang reporter, atau orang-orang yang berkecimpung dalam dunia persuratkabaran dan pemberitaan, mereka barangkali akan memperoleh manfaat praktis dari pengetahuan mengetahui semantik. Mereka juga bisa memilih kata yang tepat, yang tidak membuat pembaca salah paham. Hal ini didasarkan pada temuan kata di berita yang terkadang kurang baik.

Bagi mereka peneliti bahasa, pengetahuan semantik akan banyak memberi bekal teoretis dalam menganalisis fenomena bahasa. Teori-teori semantik ini akan membantunya dalam menemukan konsep teoretis baru dalam semantik.

Bagi sastrawan, kompetensi semantik akan menjadi bekal dalam memilih kata dalam mencipta karya sastra. Setiap pilihan kata akan memiliki makna yang lain. Setiap kata akan diinterpretasi pembaca yang bisa berbeda antara satu pembaca dengan pembaca yang lain.


Penulis yang baik mampu menghadirkan kata yang tepat, sehingga makna dari sudut pandang penulis bisa ditelusuri oleh pembaca.

Lalu bagaimana bagi masyarakat secara umum? Tentu saja memelajari semantik juga memiliki manfaat. Di semua kegiatan kehidupan, selalu ada kata, kalimat, atau bentuk lainnya. Setiap bentuk satuan bahasa tersebut memiliki makna yang harus dipahami dengan baik. Misalnya, dalam berkomunikasi, pemahaman makna akan menjadi dasar dalam membangun kelancaran berkomunikasi. Salah satu contoh kongritnya, banyak kata dan kalimat atau slogan untuk membuang sampah. Namun, masyarakat mengabaikan slogan tersebut. Pengabaian tersebut bisa disebabkan oleh ketidakpahaman, keacuhan, ketidakpedulian, dan ketidaksadaran. Pengabaian karena ketidakpahaman tersebut yang merupakan bagian dari kompetensi semantik. Misalnya pada slogan area bebas asap rokok itu bermakna bebas merokok atau tidak boleh merokok?
Terakhir diperbaharui: Monday, 17 March 2025, 19:19