6.1 Relasi Makna
Relasi makna adalah hubungan kesejajaran atau pertentang makna pada suatu kosa kata. Selain itu, relasi makna juga berarti hubungan semantik yang terdapat antara satuan bahasa dengan satuan bahasa lainnya. Satuan bahasa ini dapat berupa kata, frase, kalimat. Dengan demikian, relasi makna dalam semantik itu dapat menyatakan kesamaan makna, pertentangan, ketercakupan, kegandaan atau kelebihan makna.
Dalam bahasa Indonesia, ada kata yang memiliki persamaan makna yang disebut sinonim. Ada kata yang berlawanan makna dengan kata lain yang disebut antonim. Ada kata yang sama dalam pengucapan dan tulisan tetapi beda makna yang disebut homonim. Ada kata yang sama dalam pengucapan tetapi beda tulisan yang disebut homofon. Ada kata yang sama dalam tulisannya, tetapi beda pengucapan yang disebut homograf. Ada kata yang memiliki makna yang banyak, disebut polisemi. Ada juga kata yang berhubungan antara makna umum dan makna khusus, dan masih banyak lagi. Setelah membaca bab ini, kalian akan memahami
konsep teoretis relasi makna. Setiap relasi makna akan dijelaskan secara detail disertai contoh.
Dalam ilustrasi percakapan bab 5, terdapat kata apel. Kata tersebut bisa merujuk pada pohon apel dan buah apel. Dengan demikian, kata apel memiliki hubungan makna dengan kata pohon, daun, dahan dan buah. Hubungan makna ini disebut hipernim dan hiponim. Kata apel merupakan kata yang berhipernim dengan pohon daun, dahan dan buah, sebalikanya pohon daun, dahan dan buah adalah berhiponim dari kata apel.
Selain itu, kata apel diucapkan dua kali dalam percakapan di atas, yaitu enak tuh, apel untuk apel. Kata apel yang pertama mengacu pada makna kata yang ada daam konteks pembicaraan. Kata apel yang pertama mungkin bisa mengacu pada pohon, daun, dahan, atau buah. Namun, kata apel kedua memiliki makna berkunjung. Kata apel yang kedua merupakan contoh hubungan makna homonim.