7.4 Contoh Kajian Medan dan Komponen Makna

Berikut contoh penelitian semantik yang menggunakan analisis medan dan komponen makna pada sinonim bahasa Indonesia (Utami, 2010).

Kata ide termasuk dalam kelompok nomina tak bernyawa (abstrak). Kata ide bersinonim dengan kata pikiran, cita, gagasan, rencana, rancangan, konsep, tanggapan, pendapat, dan niat (Kridalaksana, 2008), dan (Kamus Besar Bahasa Indonesia IV, 2007). Apakah sinonim tersebut merupakan sinonim mutlak atau dekat? Hal ini dapat diuji atau diteliti dengan komponen makna. Komponen makna disusun berdasarkan ciri-ciri yang membedakan atau menyamakan makna dari deskripsi makna kata-kata yang bersinonim tersebut.

Deskripsi makna suatu kata dapat dilihat pada definisi kata dalam kamus berikut ini.

1)   ide n rancangan yang tersusun di dalam pikiran; gagasan; cita-cita

2)   pikiran n 1 hasil berpikir (memikirkan); 2 akal; ingatan; 3 akal (dalam arti daya upaya); 4 angan-angan; gagasan; niat; maksud

3)   cita n ide; gagasan

4)   gagasan n hasil pemikiran; ide

5)   rencana 1 kl cerita; 2 rancangan; buram (rangka sesuatu yang akan dikerjakan); 3 konsep; naskah (surat dsb.); buram (surat); 4 laporan pemberitaan; catatan mengenai pembicaraan dalam rapat dsb.; 5 acara (pembicaraan); program; 6 artikel; makalah; kertas kerja; 7 cak maksud; niat;

6)   rancangan n sesuatu yang sudah dirancang; hasil merancang; rencana; program konsep

7)   konsep n 1 rancangan atau buram surat dsb.; 2 ide atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa yang konkret; 3 gambaran mentah dari objek, proses, atau apa pun yang ada di luar bahasa, yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain

8)   tanggapan n 1 sambutan terhadap ucapan (kritik, komentar, dsb.); 2 apa yang diterima oleh pancaindra; bayangan dalam angan-angan

9)   pendapat n 1 gambaran atau pengetahuan tentang sesuatu di dalam pikiran; pemahaman; 2 kesanggupan intelegensi untuk menangkap makna suatu situasi atau perbuatan

10)    niat n 1 maksud atau tujuan suatu perbuatan; 2 kehendak (keinginan dalam hati) akan melakukan sesuatu jika cita-cita atau harapan terkabul; kaul; nazar

11)    pengertian n 1 gambaran atau pengetahuan tentang sesuatu di dalam pikiran; pemahaman; 2 Psi kesanggupan intelegensi untuk menangkap makna sutau situasi atau perbuatan


Dari definisi kata-kata tersebut terlihat bahwa komponen-komponen yang membedakan setiap kata tersebut adalah 1) hasil berpikir 6) benda tak berwujud (abstrak) 2) proses berpikir 7) tak terjangkau pancaindra 3) kerangka pikiran 8) melibatkan aktivitas otak

4) kerangka tindakan 9) terkait dengan manusia 5) gambaran pikiran Kata-kata tersebut serta komponen-komponen yang membedakan satu sama lain dapat dilihat dalam tabel berikut ini.

Table 16 Analisis Komponen Makna dalam Sinonim

 

Kata

Hasil pikiran

Proses berpikir

Kerangka pikiran

Kerangka tindakan

Gambaran pikiran

Melibatkan otak

Tak berwujud

Tak terjangkau panca

indra

Terkait manusia

Cita

+

-

+

+

+

+

+

+

+

Gagasan

+

-

+

+

+

+

+

+

+

Ide

+

-

+

+

+

+

+

+

+

Konsep

-

+

+

+

+

+

+

+

+

Niat

+

-

-

+

+

+

+

+

+

Pendapat

+

-

-

-

+

+

+

+

+

Pikiran

+

-

-

+

-

-/+

-/+

-/+

-/+

Rancangan

+

-

+

+

+

+

+

+

+

Rencana

+

-

+

+

+

+

+

+

+

Tanggapan

+

-

-

-

-

+

+

+

+

 

Contoh penelitian lain yang dilakukan oleh Amilia pada makna afektif dan reflektif (Amilia, 2013). Dalam analisis afektif dan reflektif, ia menggunakan analisis medan dan komponen makna. Berikut cuplikan analisis afektif dan reflektif dengan menggunakan medan dan komponen makna.

Teks 1,

Konteks: n menyatakan bahwa n berada di luar negeri, n akan kembali ke Indonesia dengan syarat tertentu. Berikut kalimatnya.

Saya benar-benar memang di luar negeri, saya tidak di Indonesia, saya akan pulang ke Indonesia asalkan KPK menangkap dalang ...

Syarat yang diinginkan penutur adalah menangkap dalang. Menangkap berarti memegang atau menahan penjahat, sedangkan dalang berarti orang yang merencanakan, mengatur, memimpin kejadian-kejadian dan kondisi atau peristiwa tertentu, terkait dengan fakta yang akan disampaikan oleh N dalam kasus Wisma Atlet dan Hambalang. N menggunakan klausa menangkap dalang menunjukkan bahwa N merupakan bagian dari


wayang atau anggota yang mengetahui rencana, aturan yang ditetapkan oleh dalang. Selain itu menunjukkan bahwa yang bertanggung jawab atas semua kejadian itu adalah dalang, karena wayang hanya mengerjakan dan melakukan semua perintah yang sudah ada.

Dengan demikian, menangkap dalang berarti menangkap, menahan, mengadili, menghukum orang yang merencakan, mengatur dan memimpin dalam kasus Wisma Atlet dan Hambalang. Akan berbeda apabila diganti dengan menangkap (menyebut nama orang), menangkap penjahat, dan lainnya. Berikut analisisnya pada kata yang menyertai kata menangkap.

Table 17 Analis Komponen Makna Menangkap Dalang 2

 

Medan makna

Menangkap

dalang

Menangkap

(nama orang)

Menangkap

penjahat

Penjahat

+

+

+

Pemimpin

+

-

-

Anggota

-

+ / -

+

Perencana

+

+ / -

-

Pemberontak

-

+ / -

+

Pemain wayang

-

+

-

Usaha dan analisis kesalahan dan

kejatan

+

-

+

 

Dari analisis tersebut menunjukkan bahwa N memilih menggunakan kata dalang dengan tujuan KPK harus tahu siapa perencana, pengatur dan pemimpin peristiwa dan kejadian tersebut dengan menganalisis fakta-fakta dan beberapa bukti yang sudah ada. Berbeda bila menggunakan nama orang, maka KPK tidak melakukan analisis terlebih dahulu, mereka langsung menangkap orang yang dimaksud, dan sebaliknya orang yang dimaksud akan melapor kembali dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan, fitnah dan seterusnya. Selain itu, juga berbeda dengan kata penjahat. Karena penjahat sangat umum digunakan untuk semua orang yang melakukan kejahatan jenis apa pun, bahkan orang jahat yang tidak berhubungan dengan kasus Wisma Atlet dan Hambalang pun harus ditangkap. Penggunaan kata penjahat tidak spesifik, hingga penggunaan kata dalang menunjukkan bahwa peristiwa dan kondisi kasus Wisma Atlet dan Hambalang merupakan rencana yang matang dan terorganisir, hingga semua dapat berjalan dengan baik.

Terakhir diperbaharui: Friday, 2 May 2025, 10:05