11.6 Kategori Penghubung
Chaer (2009:169) mengatakan bahwa,"kategori penghubung adalah
Ieksemfeksem tertentu yang bertugas menghubungkan, baik kata dengan kata,
frase dengan frase, klausa dengan klausa, maupun kalimat dengan kalimat secara
koordinatif maupun secara subordinatif".
1. Penghubung Koordinatif Leksem-leksem penghubung koordinatif, antara lain, menyatakan makna:
a. Penggabungan. Leksem yang digunakan adalah dan untuk menyatakan penggabungan biasa antara dua buah kata, dua buah frase, atau dua buah klausa; serta untuk menyatakan penggabungan biasa sama seperti dan, dengan untuk menyatakan gabungan biasa antara dua buah kata. Perhatikan contoh berikut
- ibu dan ayah tidak ada di rumah.
- Kakek serta nenek pergi ke pasar.
b. Pemilihan. Leksem yang digunakan adalah kata atau. Leksem ini dapat menghubungkan kata dengan kata dan juga klausa dengan klausa. Misainya:
- Dia atau saya yang kau cari?
- Mangga ini kau beli atau kau curi dari pedagang itu?
c. Mempertentangkan atau mengontraskan. Leksem yang digunakan adalah tetapi yang dapat digunakan antara kata dan kata atau klausa dan klausa, sedangkan yang digunakan antara klausa dengan klausa; namun yang digunakan antara kalimat dan kalimat; dan sebaliknya yang digunakan antara kalimat dan kalimat. Contoh pemakaian.
- Dia memang bodoh tetapi hatinya jujur.
- Kami masih haus sedangkan air sudah tidak ada lagi.
- Kami sudah menawarkan rumah itu dengan harga yang sangat murah. Namun sampai hari ini belum laku juga.
d. Mengoreksi atau membetulkan. Leksem yang digunakan adalah melainkan dan hanya yang digunakan di antara dua klausa. Misalnya:
- Yang diperlukan dewasa ini bukan pemuda-pemuda yang hanya pandai bicara, melainkan yang mau bekerja.
- Kami tidak meminta ganti rugi yang banyak, hanya meminta yang wajar-wajar saja.
e. Menegaskan. Leksem yang digunakan adalah bahkan, itupun, malah, lagipula, apalagi, padahal, dan langankan. Perhatikan contoh berikut.
- Kikirnya bukan main. Bahkan untuk makan pun dia segan mengeluarkan uang.
- Dia cuma menyumbang lima ratus rupiah. Itu pun setelah berulang-ulang kita datangi. - Ditambah garam sayur ini bukan menjadi sedap. Malah menjadi tidak enak.
f. Pembatasan. Leksem yang digunakan adalah kecuali dan hanya. Kedua leksem ini dipakai di antara dua klausa. Contoh:
- Semua sudah mengambil uang ganti rugi, kecuali pak Hamdan dan pak Hamid.
- Soal-soal itu dapat kuselesaikan degan baik, hanya soal nomor lima yang aku ragukan jawabannya.
g. Mengurutkan. Leksem yang digunakan adalah lalu, kemudian selanjutnya, dan setelah itu. Perhatikan contoh berikut:
- Dia mengambil sebuah buku! lalu duduk membacanya.
- Beliau menyilakan kami masuk, kemudian menyuruh kami duduk.
h. Menyamakan. Leksem-leksem yang di gunakan adalah yaitu dan yakni untuk menyamakan dan menjelaskan; dan leksem adalah dan ialah untuk menyamakan-menjelaskan dua konstituen yang sama maknanya. Perhatikan contoh berikut:
- Tugas kami, yaitu membersihkan ruangan ini, telah kami selesaikan dengan baik.
- Kedua mahasiswa itu, yakni Doli dan Karmin, sering mendapat teguran.
i. Kesimpulan dari yang sudah dibicarakan sebelumnya. Leksem yang digunakan adalah jadi, karena itu, oleh sebab itu, dan dengan demikian. Perhatikan contoh berikut!
- Mereka adalah orang-orang yang sering berlaku curang. Oleh karena itu kita harus berhati-hati menghadapinya.
- Sejak kecil anak-anak itu harus kita biasakan bangun pagiv 'pagi, mandi, dan berangkat ke sekolah pada waktunya. Dengan demikian, kelak mereka akan menjadi manusia yang berdisiplin.
2. Penghubung Subordinatif
Penghubung subordinatif menghubungkan dua konstituen yang kedudukannya tidak setingkat. Leksem-leksem subordinatif ini antara lain, menyatakan makna:
a. Penyebab. Leksem yang digunakan adalah sebab, karena, lantaran, dan berhubung, Misalnya:
- Kami tidak datang sebab kami tidak diundang. Karena belum membayar iuran SPP, dia disuruh pulang.
- Anak itu sakit perut lantaran terlalu banyak makan mangga muda.
b. Akibat. Leksem yang digunakan adalah hingga atau sehingga, sampai, dan sampai-sampai. Misalnya:
- Dia terlalu banyak makan mangga muda hingga perutnya sakit.
- Tukang copet itu dipukuli orang banyak sampai mukanya babak belur
1. Penghubung Koordinatif Leksem-leksem penghubung koordinatif, antara lain, menyatakan makna:
a. Penggabungan. Leksem yang digunakan adalah dan untuk menyatakan penggabungan biasa antara dua buah kata, dua buah frase, atau dua buah klausa; serta untuk menyatakan penggabungan biasa sama seperti dan, dengan untuk menyatakan gabungan biasa antara dua buah kata. Perhatikan contoh berikut
- ibu dan ayah tidak ada di rumah.
- Kakek serta nenek pergi ke pasar.
b. Pemilihan. Leksem yang digunakan adalah kata atau. Leksem ini dapat menghubungkan kata dengan kata dan juga klausa dengan klausa. Misainya:
- Dia atau saya yang kau cari?
- Mangga ini kau beli atau kau curi dari pedagang itu?
c. Mempertentangkan atau mengontraskan. Leksem yang digunakan adalah tetapi yang dapat digunakan antara kata dan kata atau klausa dan klausa, sedangkan yang digunakan antara klausa dengan klausa; namun yang digunakan antara kalimat dan kalimat; dan sebaliknya yang digunakan antara kalimat dan kalimat. Contoh pemakaian.
- Dia memang bodoh tetapi hatinya jujur.
- Kami masih haus sedangkan air sudah tidak ada lagi.
- Kami sudah menawarkan rumah itu dengan harga yang sangat murah. Namun sampai hari ini belum laku juga.
d. Mengoreksi atau membetulkan. Leksem yang digunakan adalah melainkan dan hanya yang digunakan di antara dua klausa. Misalnya:
- Yang diperlukan dewasa ini bukan pemuda-pemuda yang hanya pandai bicara, melainkan yang mau bekerja.
- Kami tidak meminta ganti rugi yang banyak, hanya meminta yang wajar-wajar saja.
e. Menegaskan. Leksem yang digunakan adalah bahkan, itupun, malah, lagipula, apalagi, padahal, dan langankan. Perhatikan contoh berikut.
- Kikirnya bukan main. Bahkan untuk makan pun dia segan mengeluarkan uang.
- Dia cuma menyumbang lima ratus rupiah. Itu pun setelah berulang-ulang kita datangi. - Ditambah garam sayur ini bukan menjadi sedap. Malah menjadi tidak enak.
f. Pembatasan. Leksem yang digunakan adalah kecuali dan hanya. Kedua leksem ini dipakai di antara dua klausa. Contoh:
- Semua sudah mengambil uang ganti rugi, kecuali pak Hamdan dan pak Hamid.
- Soal-soal itu dapat kuselesaikan degan baik, hanya soal nomor lima yang aku ragukan jawabannya.
g. Mengurutkan. Leksem yang digunakan adalah lalu, kemudian selanjutnya, dan setelah itu. Perhatikan contoh berikut:
- Dia mengambil sebuah buku! lalu duduk membacanya.
- Beliau menyilakan kami masuk, kemudian menyuruh kami duduk.
h. Menyamakan. Leksem-leksem yang di gunakan adalah yaitu dan yakni untuk menyamakan dan menjelaskan; dan leksem adalah dan ialah untuk menyamakan-menjelaskan dua konstituen yang sama maknanya. Perhatikan contoh berikut:
- Tugas kami, yaitu membersihkan ruangan ini, telah kami selesaikan dengan baik.
- Kedua mahasiswa itu, yakni Doli dan Karmin, sering mendapat teguran.
i. Kesimpulan dari yang sudah dibicarakan sebelumnya. Leksem yang digunakan adalah jadi, karena itu, oleh sebab itu, dan dengan demikian. Perhatikan contoh berikut!
- Mereka adalah orang-orang yang sering berlaku curang. Oleh karena itu kita harus berhati-hati menghadapinya.
- Sejak kecil anak-anak itu harus kita biasakan bangun pagiv 'pagi, mandi, dan berangkat ke sekolah pada waktunya. Dengan demikian, kelak mereka akan menjadi manusia yang berdisiplin.
2. Penghubung Subordinatif
Penghubung subordinatif menghubungkan dua konstituen yang kedudukannya tidak setingkat. Leksem-leksem subordinatif ini antara lain, menyatakan makna:
a. Penyebab. Leksem yang digunakan adalah sebab, karena, lantaran, dan berhubung, Misalnya:
- Kami tidak datang sebab kami tidak diundang. Karena belum membayar iuran SPP, dia disuruh pulang.
- Anak itu sakit perut lantaran terlalu banyak makan mangga muda.
b. Akibat. Leksem yang digunakan adalah hingga atau sehingga, sampai, dan sampai-sampai. Misalnya:
- Dia terlalu banyak makan mangga muda hingga perutnya sakit.
- Tukang copet itu dipukuli orang banyak sampai mukanya babak belur
c.
Syarat atau kondisi yang harus dipenuhi. Leksem yang digunakan
adalah jika, jikalau, kalau, bila, bilamana, dan asal. Misalnya :
-
Saya pasti datang jika diundang.
-
Kalau saya menang SDSB, kalian akan saya belikan mobil
seorang sebuah.
d.
Pengandaian. Leksem yang digunakan adalah andaikata, seandainya,
dan andaikan. Misalnya:
-
Andaikata ibuku masih ada, tentu kehidupanku akan lebih baik.
-
Seandainya pasir ini menjadi gandum kita tidak akan kekurangan
bahan pangan. Andaikan kamu adalah saya maka saya akan
belajar terus.
e.
Penegasan. Leksem yang digunakan adalah walau (walaupun), biar
(biarpun), meski (meskipun), kendati (kendatipun), sungguhpun,
sekalipun, dan walaupun. Misalnya: -
Meskipun hujan lebat dia berangkat juga ke kantor.
-
Dia ke sekolah juga biarpun kesehatannya tidak mengizinkan.
-
Meskipun tidak lulus ujian, dia tertawa-tawa saja.
f. Perbandingan. Leksem yang digunakan adalah seperti, sebagai,
laksana, seolah-olah, dan seakan-akan. Misalnya:
-
Mereka berjalan tergesa-gesa seperti orang dikejar hantu.
-
Dengan cepat disambarnya tas orang itu sebagai elang
menyambar anak ayam.
-
Sorot matanya begitu tajam seolah-olah kami ini betul-betul
bersalah.
g. Tujuan. Leksem yang digunakan adalah agar, supaya, untuk, buat,
bagi dan guna. Perhatikan contoh berikut:
-
Kami berangkat pagiipagi supaya tidak terlambat tiba di Sekolah.
-
Agar tumbuhnya baik, tanaman ini harus diberi pupuk
secukupnya.
h.
Waktu. Leksem yang digunakan bermacam-macam, tergantung pada
waktu yang diterangkan. Perhatikan contoh pemakaian berikut!
-
Mereka datang ketika saya tidak ada di rumah.
-
Sewaktu saya berumur lima tahun kakek meninggal.
-
Tatkala melihat kami, dia cepat-cepat bersembunyi.
i.
Penjelasan. Leksem yang digunakan adalah kata bahwa. Misalnya :
-
Ayah berkata bahwa hari ini dia akan ke Bogor.
-
Bahwa dia sudah menikah, kami sudah tahu.
j.
Keadaan atau cara. Leksem yang digunakan adalah dengan dan
tanpa. Misalnya:
-
Dengan berbisik-bisik ditawarkannya majalah porno itu kepada
setiap penumpang.
- Dia berjalan terus tanpa menoleh ke kiri dan ke kanan
Last modified: Saturday, 14 June 2025, 2:03 PM