Sejarah Morfologi
Untuk memahami morfologi, Anda perlu mengetahui istilah
morfem, yang merupakan unit terkecil dari sebuah kata dengan
makna. Makna itu adalah bagaimana bahasa menyampaikan pesan.
Morfem lebih dari sekedar huruf. Ketika sejumlah huruf disatukan
menjadi satu bagian kata yang sekarang memiliki arti, maka Anda
memiliki morfem. Morfologi mempelajari bagaimana unit-unit makna
ini, atau bagian-bagian kata, dapat diatur dalam suatu bahasa.
Morfologi adalah istilah yang tidak ada hubungannya dengan
bahasa ketika pertama kali diciptakan oleh filsuf dan penyair
Jerman Johann Wolfgang von Goethe pada abad kesembilan belas.
Ini pertama kali diciptakan dalam konteks biologis. Namun, kata
'morfologi' berasal dari kata Yunani 'morph' yang berarti
'bentuk / bentuk'. Jadi, kita dapat mengatakan bahwa morfologi
adalah filosofi ('logos') dari bentuk atau bentuk. Namun, kami
belum menemukan petunjuk bahwa morfologi adalah istilah yang berkaitan dengan bahasa atau linguistik.
Dalam biologi dan
geologi morfologi berarti struktur atau bentuk tubuh dan bumi
masing-masing. Jadi, dalam ilmu linguistik juga morfologi harus
mengacu pada suatu kajian yang berkaitan dengan bentuk-bentuk
bahasa. Bentuk bahasa yang paling dasar adalah kata. Dengan
demikian, kita dapat mengatakan bahwa morfologi adalah studi
tentang bentuk kata. Lebih spesifiknya lagi, morfologi merupakan
cabang ilmu linguistik yang mempelajari pembentukan kata dan
struktur internalnya.
Verhaar (1984:52) berpendapat bahwa morfologi adalah
bidang linguistik yang mempelajari susunan bagian kata secara
gramatikal.
Begitu pula Kridalaksana (1984:129) yang mengemukakan bahwa
morfologi, yaitu (1) bidang linguistik yang mempelajari morfem
dan kombinasi-kombinasinya; (2) bagian dari struktur bahasa yang
mencakup kata dan bagian-bagian kata, yaitu morfem.