Pengertian Tema, Topik dan Judul dalam Karangan
Secara
etimologis, kata “tema” berasal dari bahasa Yunani, yaitu tithenai,
yang berarti “sesuatu yang telah ditempatkan” atau “sesuatu yang telah
diuraikan”. Sedangkan menurut istilah, tema yaitu amanat utama yang
disampaikan oleh penulis melalui karangannya. Dalam karang mengarang,
tema adalah pokok pikiran yang mendasari karangan yang akan disusun.
Dalam tulis menulis, tema adalah pokok bahasan yang akan disusun menjadi
tulisan. Tema ini yang akan menentukan arah tulisan atau tujuan dari
penulisan artikel itu. Menentukan tema berarti menentukan apa masalah
sebenarmya yang akan ditulis atau diuraikan. Dengan kata lain, tema
adalah pokok pikiran, dasar cerita, yang dipercakapkan, dipakai sebagai
dasar mengarang. Adapun kajian tema, yaitu: buah pikir, gambaran
perwatakan, alur cerita, dan ungkapan-ungkapan.
Secara etimologis,
“topik” berasal dari bahasa Yunani, yaitu topoi, yang berarti “tempat”.
Sedangkan menurut istilah, topik adalah sesuatu yang sudah dinyatakan
dan harus dibatasi. Topik juga dapat diartikan sebagai segala hal yang
ingin dibahas atau pokok pembicaraan. Topik bersifat implisit. Dengan
begitu, biasanya penulis menentukan topik yang ingin dibahasnya sebelum
menulis, sedangkan pembaca mengetahui topik tulisan setelah membaca.
Dalam karya ilmiah, biasanya topik dapat serta-merta menjadi judul.
Berdasarkan uraian ini, maka topik yang sudah sangat spesifik di atas
dapat langsung dijadikan judul.
Menurut Sabarti Akhadiah (1994), ada 5 hal yang perlu diperhatikan dalam memilih topik di antaranya:
1. Ada manfaatnya dalam perkembangan ilmu dan profesi
2. Cukup menarik untuk dibahas
3. Dikenal dengan baik
4. Bahannya mudah diperoleh
5. Tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit
Menurut Keraf (1979), ada beberapa langkah untuk merumuskan pembatasan topik, yaitu sebagai berikut:
1. Tetapkanlah topik yang ingin dibahas dalam suatu kedudukan sentral
2. Perinci topik yang ada dalam kedudukan sentral tersebut
3. Pilih salah satu dari perincian tersebut yang akan dipilih sebagai topik tulisan
4. Analisa kembali jika ada sektor-sektor yang masih dapat diperinci
Sedangkan “judul” adalah nama, merek, atau label karangan. Judul bersifat eksplisit. Dengan begitu, dapat dilihat bahwa pembaca menemukan judul sebelum membaca, sedangkan penulis menentukan judul ketika atau setelah menulis. Karena biasanya langsung dibaca, judul sangat menentukan tingkat ketertarikan pembaca terhadap karangan itu. Oleh sebab itu, dalam menulis judul karangan ilmiah, penulis dituntut hal-hal sebagai berikut:
1. Harus sesuai dengan topik dan jangkauannya
2. Sebaiknya dinyatakan dengan frase
3. Sesingkat mungkin
4. Sejelas mungkin
5. Provokatif.