9.4 Peran Guru dalam Menentukan Media

Pemilihan media pembelajaran merupakan salah satu tanggung jawab penting seorang guru dalam proses belajar mengajar. Media tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai jembatan antara materi ajar dan pemahaman siswa. Guru dituntut memiliki kemampuan pedagogis dan didaktis untuk menyesuaikan jenis media dengan karakteristik peserta didik dan tujuan pembelajaran. Seperti dikemukakan oleh Alqahtani dan Rajkhan (2020), keberhasilan pemanfaatan media sangat dipengaruhi oleh sejauh mana guru mampu merancang dan memilih media secara tepat guna mendukung hasil belajar siswa (Education and Information Technologies, 25, 1–19).

Peran guru dalam menentukan media tidak dapat dipisahkan dari analisis kebutuhan pembelajaran. Guru harus mampu mengidentifikasi kompetensi dasar, karakteristik materi, serta gaya belajar siswa sebelum menentukan media yang akan digunakan. Hal ini sejalan dengan pendapat Kay (2012), yang menekankan bahwa proses pemilihan media harus melalui pendekatan sistematis yang mempertimbangkan aspek konten, konteks, serta kemampuan guru dan siswa dalam menggunakan media tersebut (Computers & Education, 59(3), 1272–1281). Tanpa pemahaman mendalam, pemilihan media cenderung hanya berdasarkan tren atau ketersediaan teknologi, bukan atas dasar efektivitas instruksional.

Selain itu, guru juga berperan sebagai desainer pembelajaran yang kreatif. Mereka tidak hanya menggunakan media yang sudah ada, tetapi juga sering kali menciptakan atau memodifikasi media agar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pembelajaran. Menurut Ivers dan Pierson (2010), kemampuan guru dalam merancang media menjadi indikator penting dalam integrasi teknologi pendidikan yang efektif, karena media yang disesuaikan lebih mampu menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik dalam kelas (Educational Media and Technology Yearbook, 35, 37–52).

Guru juga bertanggung jawab dalam mempertimbangkan ketersediaan dan keterjangkauan media di lingkungan sekolah. Dalam kondisi sumber daya yang terbatas, guru dituntut untuk bersikap adaptif dan mampu menggunakan media sederhana namun bermakna. Kemampuan berinovasi dengan media lokal atau konvensional yang murah dan mudah diakses menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki guru. Seperti disampaikan oleh Tondeur et al. (2013), guru yang kreatif mampu menciptakan lingkungan belajar yang menarik meskipun dengan keterbatasan teknologi, asalkan pendekatan pembelajaran yang digunakan tetap aktif dan kontekstual (Computers & Education, 60(1), 231–239).

Selanjutnya, peran guru juga meliputi evaluasi efektivitas media 
yang digunakan dalam proses pembelajaran. Guru harus mampu mengukur sejauh mana media tersebut membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Evaluasi ini penting sebagai dasar pengambilan keputusan untuk mempertahankan, mengganti, atau memodifikasi media di masa mendatang. Kaya 2012) menekankan bahwa refleksi terhadap hasil pembelajaran serta umpan balik dari siswa dapat memberikan informasi berharga dalam perbaikan proses belajar-mengajar secara berkelanjutan. Dalam konteks perkembangan teknologi informasi, peran guru menjadi semakin strategis. Guru diharapkan tidak hanya mampu memilih media digital yang sesuai, tetapi juga mengedukasi siswa dalam menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab. Alqahtani dan Rajkhan (2020) menyatakan bahwa literasi digital guru merupakan prasyarat penting dalam penggunaan media berbasis teknologi informasi yang efektif dan aman dalam proses pembelajaran daring maupun campuran  Tak kalah penting, guru juga berperan sebagai fasilitator dan motivator dalam penggunaan media. Mereka harus mampu memfasilitasi penggunaan media oleh siswa secara aktif, bukan hanya sebagai penyaji informasi. Keterlibatan siswa dalam proses penggunaan media akan meningkatkan motivasi dan rasa memiliki terhadap pembelajaran. Ivers dan Pierson (2010) menegaskan bahwa peran guru sebagai fasilitator memungkinkan terjadinya interaksi dua arah yang lebih bermakna melalui media pembelajaran yang digunakan secara kolaboratif.

Last modified: Wednesday, 15 July 2026, 2:22 PM