BAGIAN 3: Manajemen Obat-Obatan – “Kapan Harus Henti dan Kapan Harus Lanjut?”
Pendahuluan – “Obat adalah Pedang Bermata Dua”
Manajemen obat-obatan pra-operasi adalah salah satu aspek paling kompleks dan berisiko dari penilaian pra-rawat inap. Di satu sisi, melanjutkan obat-obatan tertentu (seperti antikoagulan) dapat meningkatkan risiko perdarahan intraokular yang mengancam penglihatan. Di sisi lain, menghentikan obat-obatan tersebut tanpa koordinasi yang tepat dapat menyebabkan komplikasi sistemik yang fatal, seperti stroke atau infark miokard. Keputusan untuk melanjutkan, menghentikan, atau “menjembatani” (bridging) obat-obatan harus dibuat secara individual dan melibatkan tim multidisiplin, termasuk internis atau kardiolog yang meresepkan obat tersebut.
Antikoagulan dan Antiplatelet – “The Great Dilemma”
Pasien oftalmologi sering menggunakan antikoagulan (warfarin, dabigatran, rivaroxaban, apixaban) atau antiplatelet (aspirin, clopidogrel, ticagrelor) untuk indikasi seperti fibrilasi atrium, stent jantung, atau riwayat stroke. Risiko perdarahan intraokular, terutama pada prosedur intraokular (katarak, vitrektomi, trabekulektomi), harus dipertimbangkan dengan cermat. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar pasien dapat melanjutkan antikoagulan selama kadar terapeutik tetap dalam batas aman. Untuk pasien dengan risiko trombotik tinggi (misalnya, stent koroner baru), penghentian obat bahkan untuk beberapa hari dapat berakibat fatal. Keputusan harus selalu melibatkan dokter yang meresepkan.
Panduan Praktis Manajemen Antikoagulan
Berikut adalah panduan umum untuk manajemen antikoagulan pada operasi mata:
Aspirin: Untuk profilaksis primer (tanpa indikasi kuat), aspirin sering dihentikan 7-10 hari sebelum operasi. Untuk indikasi sekunder (stroke, PJK), risiko trombotik seringkali lebih besar, dan aspirin dapat dilanjutkan (kecuali untuk prosedur dengan risiko perdarahan tinggi).
Clopidogrel (Plavix) : Biasanya dihentikan 5-7 hari sebelum operasi, dengan persetujuan kardiolog.
Warfarin: Dihentikan 3-5 hari sebelum operasi (dengan pemantauan INR). Bridging dengan heparin berat molekul rendah (LMWH) mungkin diperlukan pada pasien dengan risiko tromboemboli tinggi.
DOAC (Dabigatran, Rivaroxaban, Apixaban) : Dihentikan 1-3 hari sebelum operasi, tergantung pada fungsi ginjal dan jenis DOAC.
Catatan: Panduan ini bersifat umum. Setiap keputusan harus dibuat secara individual, dan jika ragu, konsultasikan dengan internis atau kardiolog.
Alpha-Blocker (Tamsulosin) – “IFIS” yang Harus Diantisipasi
Seperti yang telah disinggung, tamsulosin dan alpha-blocker lainnya dapat menyebabkan IFIS. Obat ini tidak perlu dihentikan sebelum operasi karena efeknya pada iris bersifat ireversibel dan tidak akan hilang meskipun obat dihentikan. Yang lebih penting adalah mengantisipasi IFIS dengan mempersiapkan perangkat tambahan (iris hooks, pupil expansion ring, atau viskoelastik dispersif) dan menginformasikan tim bedah tentang risiko ini sebelum operasi dimulai.
Obat Antidiabetik dan Antihipertensi – “Lanjutkan atau Hentikan?”
Obat Antidiabetik: Pada pasien diabetes, obat oral (metformin, sulfonilurea) biasanya dilanjutkan atau disesuaikan pada hari operasi. Metformin sering dihentikan pada hari operasi untuk menghindari risiko asidosis laktat jika terjadi gangguan ginjal perioperatif, tetapi harus dikonsultasikan dengan internis. Insulin harus diberikan sesuai dengan protokol rumah sakit (biasanya dengan pengurangan dosis pada malam sebelum operasi dan pagi hari operasi).
Obat Antihipertensi: Sebagian besar obat antihipertensi (ACE inhibitor, ARB, beta-blocker, calcium channel blocker) dilanjutkan pada hari operasi untuk menjaga stabilitas tekanan darah. Namun, beberapa ahli menyarankan untuk menahan ACE inhibitor dan ARB pada hari operasi untuk menghindari hipotensi berat selama anestesi.
Tabel Manajemen Obat-Obatan Pra-Operasi
| Golongan Obat | Contoh | Tindakan Pra-Operasi | Catatan |
|---|---|---|---|
| Antikoagulan | Warfarin, DOAC | Jeda sesuai panduan; bridging jika perlu. | Konsultasi dengan internis/kardiolog. |
| Antiplatelet | Aspirin, Clopidogrel | Aspirin: lanjutkan atau jeda (tergantung indikasi). Clopidogrel: jeda 5-7 hari. | Jangan hentikan pada pasien dengan stent koroner baru. |
| Alpha-Blocker | Tamsulosin | Lanjutkan (tidak perlu dihentikan). | Antisipasi IFIS; siapkan perangkat tambahan. |
| Antidiabetik | Metformin, Insulin | Metformin: hentikan hari operasi. Insulin: sesuaikan dosis. | Konsultasi dengan internis. |
| Antihipertensi | ACE inhibitor, ARB, CCB | Lanjutkan; pertimbangkan menahan ACE/ARB pada hari operasi. | Hindari hipotensi perioperatif. |
| Antibiotik | Sesuai indikasi | Mulai 1-3 hari sebelum operasi (profilaksis). | Ikuti protokol rumah sakit. |