10.2 Auidt Pendapatan dan Beban

Memeriksa Pencatatan Pendapatan

Tujuan Pemeriksaan Pencatatan Pendapatan

Tujuan pemeriksaan pencatatan adalah untuk memeriksa apakah semua pendapatan yang menjadi hak perusahaan telah dicatat dengan menggunakan cut-off yang tepat.

Hal ini bertujuan agar auditor benar-benar yakin bahwa :

  • Semua pendapatan dari kegiatan operasi maupun di luar kegiatan operasi misalnya pendapatan bunga, penjualan barang-barang scrap, seluruhnya sudah dicatat dalam pembukuan perusahaan dan uangnya telah atau akan diterima oleh perusahaan.Jangan sampai ada pendapatan yang masuk ke kantong karyawan, direksi atau pemegang saham yang merupakan pemilik perusahaan.
  • Semua pendapatan dicatat dalam periode yang tepat, yaitu periode terjadinya dan tidak terjadi pergeseran waktu pencatatan untuk tujuan windows dressing.
  • Tidak ada pendapatan yang bukan menjadi hak perusahaan, misalnya pendapatan dari bisnis pribadi pemegang saham atau pemilik, dicatat sebagai pendapatan perusahaan, untuk tujuan windows dressing.

Memeriksa Pencatatan Beban

Alasan yang ketiga ini adalah untuk memeriksa apakah semua biaya yang menjadi beban perusahaan telah dicatat dengan menggunakan cut-off yang tepat.

  • Semua biaya, dari kegiiatan operasi maupun di luar kegiatan operasi.Misalnya biaya bunga, kerugian penarikan aset tetap, seluruhnya sudah dicatat dalam pembukuan perusahaan.Baik yang uangnya sudah dibayarkan maupun baru akan dibayarkan dalam periode berikutnya.
  • Semua biaya dicatat dalam periode yang tepat, yaitu periode terjadinya, dan tidak terjadi pergeseran waktu pencatatan untuk tujuan window dressing.
  • Tidak ada biaya yang bukan menjadi beban perusahaan, misalnya biaya pribadi pemegang atau pemilik, dicatat sebagai biaya perusahaan.


Memeriksa Perbandingan Pendapatan dan Beban

Alasan yang keempat adalah untuk memeriksa apakah terdapat fluktuasi yang besar dalam perkiraan pendapatan dan beban.

 Jika dibandingkan bulan per bulan atau jika dibandingkan dengan anggaran pendapatan dan beban.

Jika terlihat ada fluktuasi yang besar, auditor harus memeriksa alasan dari kenaikan atau penurunan yang besar tersebut, apakah masuk akal atau tidak.

Ada kemungkinan perusahaan melakukan kesalahan pencatatan.

Misalnya yang seharusnya masuk ke biaya penjualan tapi dicatat sebagai biaya umum dan administrasi.

Kemungkinan lain ada pergeseran waktu pencatatan, misalnya penjualan tahun 2018 dicatat sebagai penjualan tahun 2017.

Bisa juga perusahaan SENGAJA melakukan pergeseran pos anggaran lainnya.

Karena anggaran tertentu sudah habis dipakai sedangkan pos anggaran lainnya masih banyak yang belum terpakai.

Langkah-langkah menyusun anggaran dapat dipelajari di Contoh SOP Finalisasi Anggaran






Last modified: Wednesday, 6 January 2021, 3:29 PM