2.2. Pembubaran Firma akibat Penenrimaan Sekutu Baru
Pembubaran Firma akibat penerimaan sekutu baru
Sebuah Firma memungkinkan adanya perubahaan komposisi kepemilikan akibat sekutu lama keluar atau diterimanya sekutu baru. Apabila seorang sekutu baru berniat masuk maka dapat dilakukan dengan cara membeli bagian modal/kepentingan sekutu lama.
Apabila sekutu baru membeli bagian modal/kepentingan sekutu lama maka akan terjadi penyesuaian modal/kepentingan dari sekutu lama. Penyesuaian tersebut dapat berupa kenaikan atau penurunan dari modal sekutu lama. Perlakuan atas penyesuaian tersebut disesuaikan dengan menggunakan dua metode yaitu metode Bonus dan metode Goodwill.
Metode Bonus dilakukan apabila sekutu lama sepakat bahwa atas total modal yang diinvestasikan sekutu baru diberikan hak sebesar persentase tertentu dan selisih antara total modal yang diinvestasikan dengan persentase kepentingan yang menjadi hak sekutu baru dicatat sebagai penambah atau pengurang modal dari sekutu lama
Metode Goodwill dilakukan apabila sekutu lama sepakat bahwa atas total modal yang diinvestasikan sekutu baru diberikan hak sebesar persentase tertentu dan total modal yang diinvestasikan disesuaikan dengan persentase kepentingan yang menjadi hak sekutu baru tersebut. Hal ini mngakibatkan kenaikan jumlah modal yang disebut dengan Goodwill
Contoh pertama kasus penerimaan sekutu baru dengan membeli kepentingan sekutu lama
Roni dan Indi mendirikan sebuah Firma dan masing-masing menyetorkan uang tunai sebagai modal awal sebesar Rp. 25.000.000. Keduanya sepakat menggunakan metode pembagian laba rugi secara merata. Joy berkeinginan membeli ½ kepentingan Roni sebesar 50% dari Rp. 25.000.000 dengan harga Rp. 15.000.000. Indi setuju menerima Joy.
Jurnal atas transaksi ini adalah:
Modal Roni 12.500.000
Modal Joy 12.500.000
Atas diterimanya sekutu baru, pembagian laba rugi harus disepakati kembali namun apabila tidak ada perubahan maka digunakan kesepakatan awal. Dalam contoh disepakati memakai metode pembagian laba dibagi secara merata sehingga Roni, Indi dan Joy masing-masing mendapat kepentingan 33,3%
Contoh kedua kasus penerimaan sekutu baru tanpa membeli kepentingan sekutu lama
Roni dan Indi mendirikan sebuah Firma dan masing-masing menyetorkan uang tunai sebai modal awal sebesar Rp. 25.000.000. Keduanya sepakat menggunakan metode pembagian laba rugi secara merata. Joy berkeinginan menjadi anggota sekutu baru dengan menanamkan invetasi dalam bemtuk uang tunai sebesar Rp. 15.000.000. Indi setuju menerima Joy.
Jurnal atas transaksi ini adalah:
Kas 15.000.000
Modal Joy 15.000.000
Atas diterimanya sekutu baru, pembagian laba rugi harus disepakati kembali. Sesuai dengan perubahan modal maka kepentingan dari Roni dan Indi berubah dari sebelumnya masing-masing sebesar 50% (25.000.000/50.000.000) menjadi masing-masing sebesar 38,46% (25.000.000/65.000.000) dan Joy mendapat 23,08%
Apabila disetujui bahwa sekutu baru hanya mendapat kepentingan sebesar 10%. Setoran modal Joy sama dengan kepentingan yang akan diperolehnya maka perhitungan setoran modal Joy adalah:
Modal Roni dan Indi Rp. 50.000.000 Kepentingan Roni dan Indi 90%
Total modal (50.000.000/90%) Rp. 55.555.555 ( - )
Setoran Joy Rp. 5.555.555
Jurnal atas transaksi ini adalah:
Kas 5.555.555
Modal Joy 5.555.555
Apabila disetujui bahwa sekutu baru harus membayar Rp. 10.000.000 namun hanya mendapat kepentingan sebesar 10% dari yang seharusnya 16,67% (10.000.000/60.000.000) maka atas selisih dijadikan bonus bagi sekutu lama. Pembagian bonus untuk sekutu lama sesuai kesepakatan awal yaitu bagi rata dengan perhitungan sebagai berikut:
Total Setoran Modal Roni, Indi dan Joy Rp. 60.000.000
Kepentingan Joy 10% x 60.000.000 Rp. 6.000.000 ( - )
Sisa (bagian modal Roni dan Indi) Rp. 54.000.000
Modal Roni dan Indi sebelum Joy masuk Rp. 50.000.000 ( - )
Total Bonus kepada Roni dan Indi Rp. 4.000.000
Bonus Roni dan Indi (4.000.000/2) Rp. 2.000.000
Jurnal atas transaksi ini adalah
Kas 10.000.000
Modal Joy 6.000.000
Modal Roni 2.000.000
Modal Indi 2.000.000
Apabila disetujui bahwa sekutu baru harus membayar Rp. 10.000.000 namun hanya mendapat kepentingan sebesar 10% dari yang seharusnya 16,67% (10.000.000/60.000.000) maka atas selisih dijadikan Goodwill bagi sekutu lama. Pembagian Goodwill untuk sekutu lama sesuai kespakatan awal adalah bagi rata. Perhitungannya adalah sebagai berikut:
Setoran modal Joy Rp. 10.000.000 Kepentingan Joy 10%
Total modal (10.000.000/10%) Rp. 100.000.000
Total Setoran Modal Rp. 60.000.000 ( - ) Total Goodwill kepada Roni dan Indi Rp. 40.000.000 Goodwill Roni dan Indi (40.000.000/2) Rp. 20.000.000
Jurnal atas transaksi ini adalah:
Kas 10.000.000
Modal Joy 10.000.000
Goodwill 40.000.000
Modal Roni 20.000.000
Modal Indi 20.000.000