9.3. Sistem Sentralisasi
1. SISTEM SENTRALISASI
Di dalam sistem ini akuntansi kantor cabang diselenggarakan oleh kantor pusat, jadi hampir mirip dengan pencatatan kantor agen dimana rugi-laba kantor agen dipisahkan dari rugi-laba kantor pusat. Sistem ini cocok dipakai apabila kantor cabang letaknya dekat dengan kantor pusat dan kegiatan kantor cabang masih terbatas/ kantor cabang masih relative kecil.
Contoh Soal 1:
Perhatikan Neraca PT. TERRAMODA berikut ini:
|
PT. TERRAMODA Neraca Per 31 Desember 1998 |
||
|
AKTIVA |
||
|
-Kas |
Rp. |
300.000.000 |
|
-Piutang Dagang |
Rp. |
125.000.000 |
|
-Persediaan |
Rp. |
225.000.000 |
|
-Aktiva tetap (Neto) |
Rp. |
330.000.000 |
|
Total Aktiva |
Rp. |
980.000.000 |
|
PASIVA |
||
|
-Utang Dagang |
Rp. |
150.000.000 |
|
-Modal Saham |
Rp. |
480.000.000 |
|
-Laba ditahan |
Rp. |
350.000.000 |
|
Total Pasiva |
Rp. |
980.000.000 |
Antara perusahaan TERAMODA (perusahaan pusat) dengan ECOMODA (perusahaan Cabang berdiri tahun 1999) yang dipimpin oleh Betty sebagai manajer telah terjadi transaksi-transaksi adalah berikut:
1. Kantor pusat mengirim kas sebesar Rp. 200.000 untuk pembukaan kantor cabang.
2. Kantor cabang membeli aktiva tetap senilai Rp. 150.000 secara kredit. Akuntansi pencatatannya diselenggarakan oleh kantor Pusat.
3. Pembelian barang dagangan semuanya secara kredit: Kantor Pusat Rp.1200.000, kantor cabang Rp. 800.000
4. Pengiriman barang dagangan dari kantor pusat ke kantor cabang Rp. 275.000.
5. Penjualan barang semuanya dilakukan secara kredit: Kantor Pusat Rp.1500.000, kantor cabang Rp. 700.000. Harga pokok atas barang dagangan yang dijual tersebut masing-masing Rp. 1000.000 dan Rp. 400.000.
6. Penagihan piutang dagang: Kantor Pusat Rp. 1300.000, Kantor Cabang Rp. 500.000.
7. Pengeluaran kas untuk membayar biaya komersial: Kantor Pusat Rp. 300.000 dan Kantor Cabang Rp. 100.000.
8. Pembebanan biaya kantor pusat kepada kantor cabang Rp. 50.000.
9. Pengiriman kas dari kantor cabang ke kantor pusat Rp. 300.000
10. Penyusutan aktiva tetap: kantor pusat Rp. 45.000, Kantor cabang Rp. 15.000.
11. Kantor pusat membagi deviden dalam bentuk kas sebesar Rp. 120.000.
Perintah:
Buatlah pencatatan akuntansinya dengan system sentralisasi baik oleh perusahaan pusat maupun cabang.
Jawab Soal 1:
1) Pengiriman kas (aktiva) dari kantor Pusat ke kantor cabang

2) Pembelian aktiva tetap oleh kantor cabang:

3) Pembelian barang dagangan untuk persediaan:

4) Pengiriman barang dagang dr kantor Pusat ke cabang
Persediaan-Ktr Cabang 275.000
Persediaan 275.000
5) Penjualan barang dagangan secara kredit dan HPP masing-masing dicatat kantor pusat sebagai berikut:

6) Penagihan piutang dagang: Kantor Pusat Rp. 1300.000, Kantor Cabang Rp. 500.000.

7) Pengeluaran kas untuk membayar biaya komersial: Kantor Pusat Rp. 300.000 dan Kantor Cabang Rp. 100.000.

8) Pembebanan biaya kantor pusat kepada kantor cabang Rp. 50.000.
Biaya komersial-Ktr Cabang 50.000
Biaya komersial 50.000
9) Pengiriman kas dari kantor cabang ke kantor pusat Rp. 300.000
Kas 300.000
Kas-Ktr Cabang 300.000
10) Penyusutan aktiva tetap: kantor pusat Rp. 45.000, Kantor cabang Rp. 15.000.
Biaya penyusutan 45.000
Aktiva Tetap 45.000
Biaya penyusutan - Ktr Cabang 15.000
Aktiva Tetap-Ktr Cabang 15.000
11) Kantor pusat membagi deviden dalam bentuk kas sebesar Rp. 120.000.
Laba ditahan 120.000
Kas 120.000