D. Identifikasi Faktor Internal

Pendekatan yang perlu dipertimbangkan seorang manajer ketika mengidentifikasi factor-faktor internal perusahaan :

1.         Pendekatan Fungsional

Menurut           pendekatan           fungsional, kompetensi (kekuatan dan kelemahan) perusahaan dapat dilihat pada berbagai fungsi bisnis yang ada dan dikerjakan dalam perusahaan, antara lain :

a.   Fungsi Bidang Pemasaran

Fungsi utama bidang ini adalah menyampaikan dan memindahkan barang dan jasa dari produsen kekonsumen melalui saluran saluran yang telah ditentukan. Dalam hal ini perlu diperhatikan beberapa faktor kunci pemasaran untuk membangun keunggulan bersaing dalam pasar yang semakin terpilah pilah :

1)        Pangsa pasar dan segmentasi pasar. Berapa besar  yang  dikuasai  perusahaan  dan


kelompok segmen mana saja yang telah dimasuki.

2)        Bauran produk dan jasa. Bagaimana kualitas barang yang dijual, tenaga penjual yang efisien dan efektif. Hubungan erat dengan pelanggan utama.

3)        Jasa purna jual yang efektif.

4)        Citra masyarakat terhadap perusahaan dan pembentukan loyalitas.

5)        Periklanan yang efektif.

6)        Strategi harga yang efektif untuk produk dan jasa.

7)        Jalur distribusi yang efisien.

b.  Fungsi Bidang Keuangan

1)        Manajemen       keuangan       berhubungan dengan tiga aktivitas fungsi utama :

-    Aktivitas penggunaan dana

-    Aktivitas perolehan dana

-    Aktivitas pengelolaan aktiva

Factor keuangan internal sebagai berikut :


-     Perencanaan keuangan, modal kerja, dan prosedur penganggaran modal yang efisiensi dan efektif.

-     Sistem akuntansi untuk perencanaan, anggaran biaya, laba dan prosedur audit yang efisien dan efektif.

-     Total sumber daya keuangan dan kekuatannya : likuiditas, leverage, profitabilitas, aktivitas dan arus kas.

-     Biaya modal yang rendah dalam hubungannya dengan industry dan para pesaing.

-    Kebijakan penilaian persediaan.

-     Hubungan yang bersahabat dengan pemilik dan pemegang saham.

c.   Fungsi Bidang SDM

Faktor internal SDM diantaranya karyawan berkualitas tinggi, struktur organisasi dan suasana yang efektif, biaya buruh yang rendah, system manajemen startegi, hubungan yang  efektif  dengan  serikat  buruh,  sejarah


perusahaan dalam mencapai tujuan, pengaruh terhadap badan pemerintah, citra dan prestige perusahaan, ukuran perusahaan dalam hubungannya dengan industry, kebijakan hubungan kerja yang efisien dan efektif.

d.  Fungsi Bidang Produksi dan Operasional

Factor kunci internal produksi dan operasional yaitu kapasitas untuk memenuhi permintaan pasar, ketersediaan bahan baku yang mencukupi, lokasi fasilitas dan kantor yang startegis, system pengendali persediaan yang efisien dan efektif, peralatan dan mesin yang efisien dan efektif, integrasi vertical atau hubungan pemasok yang efektif, kantor yang efisien dan efektif, dll.

e.   Fungsi bidang Penelitian dan Pengembangan

2.        Pendekatan Rantai Nilai (Value Chain)

Tiga tahapan analisis Value Chain yaitu :

-      Mengidentifikasi aktivitas Value Chain.

-      Mengidentifikasi    Cost    Driver     pada    setiap aktivitas nilai.


-      Mengembangkan Keunggulan kompetitif dengan mengurangi biaya atau menambah nilai.

-      Mengidentifikasi keunggulan kompetitif.

-      Mengidentifikasi peluang akan nilai tambah.

-      Mengidentifikasi peluang untuk mengurangi biaya.

3.         Pendekatan PIMS

Dalam analis ini yang akan digunakan adalah strategi mana yang memberikan keuntungan bagi perusahaan. Dalam analisis ini yang menjadi ukuran adalah model strategi yang digunakan dan tingkat kembali modal yang diperoleh perusahaan.

Karakteristik PIMS :

-       Intensitas investasi

-       Pangsa pasar

-       Pertumbuhan pasar

-       Daur hidup produk

-       Rasio biaya pemasaran dan besarnya penjualan


Rasio Investasi yang tinggi terhadap penjualan sebagai antisipasi pertumbuhan pasar menyebabkan rendahnya aliran kas masuk dan ROI, sementara kas keluar amat besar. Pengaruh ini menjadi lebih signifikan, jika perusahaan memiliki jumlah aktiva tetap yang tinggi. Sedangkan besarnya pangsa pasar berpengaruh positif terhadap besarnya ROI dan aliran kas masuk. Semakin besarnya pangsa pasar semakin besar pula ROI dan kas masuk yang berhasil dicapai.

4.         Pendekatan 7-S

Model 7-S Mc Kinsey merupakan kerangka yang banyak didiskusikan untuk melihat saling keterkaitan antara formulasi dan implementasi strategi. Model ini membantu manager untuk memfokuskan perhatian pada pentingnya menghubungkan startegi yang dipilih pada beragam kegiatan yang dapat mempengaruhi implementasi strategi tersebut. Pendekatan ini mensyaratkan mengetahui dan mengevaluasi tujuh variable organisasi yaitu :


1.   Structure, kerangka dimana kegiatan anggota organisasi dikoordinasikan.

2.   Strategy, rute yang telah dipilih oleh organisasi bagi pertumbuhannya dimasa depan.

3.   Staff, sumber daya manusia organisasi.

4.   Style, pendekatan kepemimpinan dari manajemen puncak dan pendekatan operasional keseluruhan organisasi.

5.   system and procedure, prosedur formal dan informal meliputi system inovasi, system kompensasi, SIM, dan system alokasi capital.

6.   Skill, apa yang dilakukan terbaik oleh organisasi, kapabilitas dan kompetensi khusus yang ada di dalam organisasi.

7.   Shared values, (superordinat) konsep dan prinsip pedoman dari organisasi, nilai-nilai dan aspirasi.


Terakhir diperbaharui: Tuesday, 23 September 2025, 13:15