A. Definisi Tujuan Jangka Panjang

Tujuan jangka panjang merupakan pernyataan dari hasil yang ingin dicapai oleh suatu perusahaan dalam periode tertentu yang umumnya tiga sampai lima tahun. Untuk mencapai kemakmuran jangka panjang, para perencana strategis umumnya menetapkan tujuan jangka panjang dalam 7 bidang yaitu :

1.         Probabilitas

Kemampuan dari suatu perusahaan untuk beroperasi dalam jangka panjang bergantung  pada  perolehan  tingkat  laba yang memadai, yang dimana umumnya memiliki tujuan laba dinyatakan dalam bentuk laba perusahaan atau tingkat pengembalian atas ekuitas.


2.         Produktivitas

Perusahaan yang dapat memperbaiki hubungan input-output pada umumnya dapat meningkatkan produktivitas. Oleh karenanya perusahaan menyatakan suatu tujuan produktivitas. Tujuan produktivitas yang umum digunakan adalah jumlah barang yang diproduksi atau jumlah jasa yang diberikan per unit input. Namun tujuan produktivitas kadang kala dinyatakan dalam bentuk penurunan biaya yang diinginkan.

3.         Posisi Kompetitif

Salah satu ukuran keberhasilan perusahaan adalah dominasi relatifnya di pasar. Seringkali penjualan total atau pangsa pasar dijadikan sebagai ukuran posisi kompetitif perusahaan. Tujuan yang berkaitan dengan posisi kompetitif dapat mengindikasikan prioritas jangka panjang perusahaan.

4.         Pengembangan Karyawan

Karyawan menghargai pendidikan dan pelatihan sebagian karena hal tersebut mengarah


pada kompensasi dan jaminan kerja yang lebih tinggi. Hal ini sering kali meningkatkan produktivitas dan mengurangi perputaran karyawan. Oleh karena itu para pembuat keputusan strategis sering kali memasukkan tujuan pengembangan karyawan dalam rencana jangka panjangnya.

5.         Hubungan Dengan Karyawan

Para manajer strategis yakin produktivitas berhubungan dengan loyalitas karyawan dan apresiasi atas perhatian manajer terhadap kesejahteraan karyawan. Oleh karena itu mereka menetapkan tujuan untuk memperbaiki hubungan dengan karyawan. Beberapa tujuan mencakup program keselamatan kerja, perwakilan pekerja dalam komitmen dan rencana kompensasi berbasis saham.

6.         Kepemimpinan Teknologi

Perusahaan harus memutuskan apakah akan menjadi pemimpin atau hanya pengikut di pasar. Setiap pendekatan dapat berhasil, tetapi   masing-masing membutuhkan   postur


strategi yang berbeda. Oleh karena itu banyak perusahaan menyatakan suatu tujuan berkaitan dengan kepemimpinan teknologi.

7.         Tanggung Jawab Kepada Masyarakat

Banyak perusahaan mencoba untuk memenuhi tanggung jawab sosialnya melampaui             persyaratan              pemerintah. Perusahaan itu bukan hanya bekerja untuk mengembangkan reputasi sebagai produsen dari produk dan jasa dengan harga yang layak melainkan juga menjadi warga negara yang bertanggung jawab.

Para perencana strategis harus menghindari berbagai alternatif berikut ini, yaitu (not managing by objectives) :

a.   Mengelola berdasarkan Ekstrapolasi, yaitu mengikuti prinsip, “Jika tidak rusak, tidak usah diperbaiki” intinya adalah tetap melakukan hal yang sama dengan cara yang sama karena segalanya berjalan lancar.


b.   Mengelola berdasarkan krisis, yaitu berdasarkan keyakinan bahwa untuk mengetahui seberapa baik seorang perencana strategis adalah dengan mengukur kemampuannya dalam menyelesaikan masalah. Karena ada banyak sekali krisis dan masalah yang dihadapi oleh setiap orang dan setiap organisasi. Para perencana strategis harus menggunakan waktu dan energi kreatif mereka untuk menyelesaikan masalah yang paling mendesak. Menggelola berdasarkan krisis sebenarnya adalah bentuk reaksi dan bukannya aksi (tindakan) serta membiarkan kejadian yang mendikte apa dan kapan ada keputusan manajemen.

c.    Mengelola secara Subjektif, yaitu atas dasar pemikiran bahwa tidak ada rencana umum yang menentukan arah mana yang harus ditempuh dan apa yang harus dikerjakan. Kerjakanlah    yang  terbaik           untuk menyelelesaikan apa yang dianggap harus diselesaikan.


d.  Mengelola berdasarkan Harapan, yaitu atas dasar kenyataan bahwa masa depan penuh dengan ketidakpastian. Jika berupaya dan tidak berhasil, maka kita berharap pada upaya kedua (atau ketiga), kita akan berhasil. Keputusan dibuat dengan harapan keputusan tersebut dapat dijalankan dan keberhasilan tinggal beberapa langkah lagi, terutama jika nasib dan keberuntungan berpihak kepada kita.


Terakhir diperbaharui: Tuesday, 23 September 2025, 13:18