7.3 - Biaya per Hektar

Bayangkan kamu punya kebun karet seluas 100 hektar (1 hektar = kurang lebih ukuran lapangan sepak bola). Untuk mengelola kebun ini selama 1 tahun, kamu mengeluarkan berbagai biaya:

  1. Biaya pra-panen (sebelum pohon bisa disadap):

    • Beli bibit karet

    • Tanam pohon

    • Pupuk dan rawat tanaman muda
      Total: Rp 1 miliar

  2. Biaya panen (saat pohon sudah bisa disadap):

    • Bayar penyadap karet

    • Angkut getah ke pabrik

    • Perawatan pohon dewasa
      Total: Rp 1 miliar

Total semua biaya = Rp 1 miliar (pra-panen) + Rp 1 miliar (panen) = Rp 2 miliar

Sekarang, kita hitung biaya per hektar:

Biaya per Hektar = Total Biaya ÷ Luas Lahan
                 = Rp 2.000.000.000 ÷ 100 hektar
                 = Rp 20.000.000 per hektar

Artinya:

  • Setiap lapangan sepak bola (1 hektar) kebun karetmu membutuhkan biaya Rp 20 juta per tahun.

  • Kalau kebunmu cuma 1 hektar, biayanya Rp 20 juta.

  • Kalau kebunmu 10 hektar, biayanya Rp 200 juta.

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari:
Ini seperti ketika kamu punya:

  • 100 ekor ayam (1 hektar = 1 ayam)

  • Biaya pakan dan perawatan semua ayam Rp 2 juta

  • Maka biaya per ayam = Rp 2 juta ÷ 100 = Rp 20.000 per ayam

Kenapa Penting?
Dengan tahu biaya per hektar, kita bisa:

  1. Bandingkan mana kebun yang lebih efisien

  2. Hitung berapa harga jual getah karet supaya untung

  3. Rencanakan pengembangan kebun

Tips:

  • Semakin luas kebun, biasanya biaya per hektar bisa lebih murah (seperti beli grosir)

  • Tanaman berbeda (sawit, teh, kopi) punya biaya per hektar yang berbeda-beda


Terakhir diperbaharui: Wednesday, 9 April 2025, 11:29