3.2 Aspek Makna dalam Semantik
Sanse
Aspek ini disebut juga tema, yang menyangkut idea dan pesan yang dimaksud.
Contoh: “Hari ini hujan”
Perasaan (feeling)
Aspek makna ini mempunyai hubungan dengan sikap penutur dan situasi pertuturan (gembira, sedih, marah,
panas, dingin, jengkel, dll).
Contoh : “Turut berduka cita ya”
“Ikut senang ya”
Nada (tone)
Aspek nada akan berkaitan dengan aspek makna yang memiliki nilai rasa. nada suara pembicara memilih kata-kata
yang sesuai dengan situasi lawan bicara atau pembicara itu sendiri.
Contoh: “Tolong!” “Tolong?”
Tujuan (intention)
Aspek makna tujuan adalah niat tertentu, sadar atau tidak sadar, yang merupakan hasil usaha perbaikan (Pateda,
2010).
Contoh: “Jangan Ulangi ya!”
Aspek ini disebut juga tema, yang menyangkut idea dan pesan yang dimaksud.
Contoh: “Hari ini hujan”
Perasaan (feeling)
Aspek makna ini mempunyai hubungan dengan sikap penutur dan situasi pertuturan (gembira, sedih, marah,
panas, dingin, jengkel, dll).
Contoh : “Turut berduka cita ya”
“Ikut senang ya”
Nada (tone)
Aspek nada akan berkaitan dengan aspek makna yang memiliki nilai rasa. nada suara pembicara memilih kata-kata
yang sesuai dengan situasi lawan bicara atau pembicara itu sendiri.
Contoh: “Tolong!” “Tolong?”
Tujuan (intention)
Aspek makna tujuan adalah niat tertentu, sadar atau tidak sadar, yang merupakan hasil usaha perbaikan (Pateda,
2010).
Contoh: “Jangan Ulangi ya!”
Terakhir diperbaharui: Sunday, 23 March 2025, 10:33