4.2 Makna Referensial dan Nonreferensial
Makna referensial sebagai makna yang secara langsung menunjuk pada sesuatu, dapat berupa benda, gejala, kenyataan, peristiwa, proses, dan sifat. Misalnya, seseorang mengatakan marah, maka yang diacu adalah gejala marah, muka yang cemberut, dan diam. Apabila berbicara menggunakan nada yang tinggi, maka diikuti dengan anggota badan. Pemberian makna referensial suatu kata pada sisi lain tidak dapat dilepaskan dari pemahaman pemberi makna itu sendiri terhadap ciri referen yang diacunya (Pateda, 2010).
Makna referensial bisa juga disebut makna leksikal. Hal ini disebabkan oleh pengertian makna referensial mengacu pada makna unsur bahasa yang sangat dekat hubungannya dengan dunia luar (objek atau gagasan), dan dapat dijelaskan oleh analisis komponen. Penjelasan tersebut merupakan langkah-langkah dalam menyebut makna leksikal sebuah kata. selain itu, makna referensial adalah makna yang berhubungan langsung dengan kenyataan atau referent (acuan), maka referensial disebut juga makna kognitif, karena memiliki acuan. Penjelasan makna referensial tersebut semakin menguatkan adanya persamaan antara makna referensial dan makna leksikal. Perbedaannya adalah tidak semua kata memiliki acuan, sehingga ada makna nonrefernsial. Dengan demikian, pembagian didasarkan pada ada tidaknya referen, sehingga dibedakan makna referensial dan nonreferensial. Serupa dengan makna kognitif, makna referensial juga memiliki konsep yang memiliki hubungan dengan sesuatu yang sudah menjadi kesepakatan pemakai bahasa, seperti pada kata buku dan pensil yang memiliki referen, yaitu perlengkapan alat tulis.
Sementara itu, kata-kata yang termasuk preposisi dan konjungsi, juga kata tugas lainnya, tidak mempunyai referen, maka banyak orang menyatakan kata-kata tersebut tidak mempunyai makna. Lalu, karena hanya memiliki fungsi atau tugas, maka kata-kata tersebut dinamai dengan nama kata fungsi atau kata tugas. Sebenarnya, kata-kata ini juga mempunyai makna, hanya tidak mempunyai referen. Hal ini jelas dari nama yang diberikan semantik, yaitu kata yang bermakna nonreferensial. Mempunyai makna, tetapi tidak memiliki referen. Contoh lain misalnya pada kata karena dan tetapi yang keduanya tidak memilki referen. Jadi kedua kata tersebut bermakna non-referensial.
Berikut contoh analisis makna referensial dan nonreferensial pada nama toko.
1) Aneka Bunga
2) Toko Mila
3) Toko Sejahtera
4) Toko Agung Jaya
Pada Toko Aneka Bunga dan Toko Mila memiliki referen berupa berbagai bunga yang bisa dilihat langsung oleh kita, begitu juga toko Mila. Toko tersebut dinamakan Mila karena yang memiliki toko adalah ibu Mila atau juga memiliki anak yang bernama Mila. Namun berbeda nama toko Sejahtera dan Agung Jaya. Kata sejahtera bermakna aman sentosa dan makmur; selamat (terlepas dari segala macam gangguan, sedangkan agung bermakna besar; mulia; luhur dan jaya bermakna selalu berhasil; sukses; hebat.
Berdasarkan uraian makna kata-kata pada nama toko tersebut, nama toko 1) dan 2) memiliki makna referensial. Nama toko 3) dan 4) memiliki makna nonreferensial. Hal tersebut didasarkan pada ada tidaknya referen yang ada pada kata.
Jika kalian sudah paham, silahkan berlatih membedakan makna referensial dan nonreferensial. Jika sudah mampu membedakan makna referensial dan nonreferensial, analisislah sebuah teks. Dengan demikian, kalian memiliki pengalaman belajar menganalsis makna referensial dan nonreferensial.
Last modified: Wednesday, 9 April 2025, 8:38 PM