4.4 Makna Konseptual dan Makna Asosiatif
Makna konseptual adalah makna yang sesuai dengan konsepnya, makna yang sesuai dengan referennya, dan makna yang bebas dari asosiasi atau hubungan apa pun. Jadi,
sebenarnya makna konseptual ini sama dengan makna referensial, makna leksikal, dan makna denotatif. Makna konseptual ini berhubungan dengan segi tiga semantik yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya.
Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah kata berkenaan dengan adanya hubungan kata itu dengan keadaan luar bahasa. Misalnya, kata melati berasosiasi dengan makna berani, atau juga dengan golongan komunis; dan kata cenderawasih berasosiasi dengan makna indah. Makna asosiatif ini bersifat kontekstual kultural. Di beberapa tempat, ada perbedaan makna pada suatu kata. Oleh sebab itu, interpretasi makna asosiatif bisa dilakukan dengan pendekatan kultural.
(Masmek, 2014)
Figure 23 Makna Konseptual dan Asosiatif
Sebagai contoh, makna merpati secara konseptual mengacu pada burung kelas aves memiliki dua sayap, berparuh, bercakar, berdarah panas, dan memiliki kantong udara. Namun, kata merpati memiliki makna kesetiaan seumur hidup. Makna asosiasi ini berhubungan dengan nilai-nilai moral dan pandangan hidup yang berlaku dalam suatu masyarakat bahasa yang berarti juga berurusan dengan nilai rasa bahasa, maka
ke dalam makna asosiatif ini termasuk juga makna konotatif. Di samping itu, termasuk juga makna-makna lain seperti makna stilistika, makna afektif, dan makna kolokatif (Leech, 2003). Dengan melihat pada ada atau tidak adanya hubungan berupa asosiasi atau refleksi makna sebuah kata dengan makna kata lainnya, dapat digunakan acuan untuk melihat perbedaan makna konseptual dan asosiatif.