7.2 Komponen Makna

Komponen makna atau komponen semantik (semantic feature, semantic property, atau semantic marker) mengajarkan bahwa setiap kata atau unsur leksikal terdiri dari satu atau beberapa unsur yang bersama-sama membentuk makna kata atau makna unsur leksikal tersebut. Analisis ini mengandaikan setiap unsur leksikal memiliki atau tidak memiliki suatu ciri yang membedakannya dengan unsur lain ( (Chaer, 2009).

Dalam studi antropologi, para antropologi pun berusaha melakukan satu analisis komponen kata-kata yang menyatakan nasabah keluarga. Wallace dan Atkins mendeskripsikan tiga komponen semantik tentang nasabah keluarga Amerika Serikat: seks, generasi, dan garis hubungan.komponen seks dibedakan atas “jantan” dan “betina” atau “pria” dan “wanita”. Jika bagian seks pria adalah father, son, grandson, uncle, brother, dan newpew”; seks betina/wanita adalah “gransmother, mother, daughter, granddaughter, aunt, sister, dan niece” (Parera, 2004).

Jika dalam analisis komponen fonem kita dapat mencirikan unsur pemroduksiannya, maka dalam analisis komponen makna kata kita pun ingin menemukan kandungan makna kata atau komposisi makna kata. Prosedur menemukan komposisi makna kata disebut pula dekomposisi kata. Untuk menemukan komposisi unsur-unsur kandungan makna kata, kita perlu mengikuti proses sebagai berikut:

1)         Pilihlah seperangkat kata yang secara intuitif kita perkirakan berhubungan.

2)         Temukanlah analogi-analogi di antara kata-kata yang seperangkat itu.

3)        Cirikanlah komponen semantik atau komposisi semantik atas dasar analogi-analogi tadi.

Perhatikan kata-kata berikut ini.

a)      Pria dan wanita

b)      Putra dan putri

Kata-kata tersebut yang menunjukkan perbedaan ialah dapat dilihat melalui unsur kedewasaan. “Pria dan Wanita” secara intuitif adalah +dewasa sedangkan “putra dan putri” – dewasa. Hasil analisis komponen semantik akan berbentuk sebagai berikut.

Table 12 Analisis Makna Pria, Wanita, Putra, dan Putri

 

PRIA

WANITA

PUTRA

PUTRI

+ Jantan

- Jantan

+ Jantan

- Jantan

+ Dewasa

- Dewasa

- Dewasa

- Dewasa

+ Insani

+ Insani

+Insani

+Insani


+ Bernyawa

+ Bernyawa

+ Bernyawa

+ Bernyawa

Keterangan : tanda + mempunyai komponen makna tersebut, dan tanda – tidak mempunyai komponen makna tersebut.

 

Dekomposisi semantik kata itu dapat dilanjutkan sampai dengan penemuan komponen makna yang terkecil yang membedakan dua kata atau lebih. Komposisi di atas bersifat sederhana dan tradisional. Komponen makna ini dapat dianalisis, dibutiri satu per satu berdasarkan pengertian yang dimilikinya.

Adapun manfaat analisis kompoenensial dapat dirinci berikut ini.

1)      Analisis komponen semantik makna kata dapat memberi jawaban mengapa beberapa kalimat dinyatakan benar, mengapa beberapa kalimat lain tidak benar dan mengapa beberapa kalimat bersifat anomali?

2)      Dengan analisis komponen makna kata, kita meramal hubungan antara makna. Hubungan antara makna dapat dilihat berdasarkan empat tipe yakni (1) kesinoniman (2) keantoniman (komtradiktoris dan kontrer) (3) keberbalikan (4) kehiponiman.

Pakar semantik seperti Bierwisch, Katz, dan Leech telah mendesain satu sistem logika yang memungkinkan komponen semantik dipakai sebagai alat uji bahwa kalimat-kalimat bersifat analistis, bersifat kontradiktoris in terminis, dan bersifat anomali.
Last modified: Friday, 2 May 2025, 10:03 AM