7.3 Kesesuaian Semantis dan Gramatis

Seorang bahasawan atau penutur suatu bahasa dapat memahami dan menggunakan bahasanya bukanlah karena dia menguasai semua kalimat yang ada dalam bahasanya itu, melainkan karena adanya kesesuaian ciri-ciri semantik antara unsur leksikal yang satu dengan unsur leksikal lainnya.

Contoh: pada kata wanita dan mengandung mempunyai kesesuaian ciri semantik, tetapi antara jejaka dan mengandung tidak ada kesesuaian ciri. Karena pada kata wanita ada kesesuaian ciri (+ mengandung) sedangkan pada kata jejaka ada ciri (- tidak mengandung).

Table 13 Analisis Komponen Makna Kata Wanita dan Jejaka

 

Ciri

Wanita

Jejaka

Insan

+

+

Mengandung

+

-


Kesesuaian ciri berlaku bukan hanya pada unsur-unsur leksikal, tetapi juga berlaku antara unsur leksikal dan gramatikal. Contohnya: kata seekor hanya sesuai dengan kata burung, tetapi tidak sesuai dengan kata burung-burung, yaitu bentuk reduplikasi dari kata burung. Kata seekor sesuai dengan kata burung, karena keduanya mengandung cirri (+tunggal), sebaliknya kata seekor tidak sesuai dengan kata burung-burung karena seekor berciri makna (+ tunggal) sedangkan burung-burung berciri makna (-tunggal).

Table 14 Analisis Komponen Makna Kata Burung

 

Ciri

Seekor

burung

burung-burung

Tunggal

+

+

_

 

Bandingkan dengan kata seekor dan dokter juga tidak mempunyai kesesuaian karena kata dokter berciri makna (+manusia) sedangkan kata seekor (-manusia). Kata seekor hanya sesuai dengan kata yang berciri (-manusia), misalnya kucing dan kambing. Kata kucing pun tidak sesuai dengan kata seorang karena kata seorang berciri (+manusia).

Table 15 Analisis Komponen Kata Seekor dan Seeorang

 

Ciri

Guru

Seekor

ayam

seorang

Manusia

+

-

-

+

 

Adanya kesesuaian unsur-unsur leksikal dan integrasinya dengan unsur gramatikal sudah banyak diteliti sejalan dengan pesatnya penelitian di bidang semantik sejak tahun 60-an. Pada ahli tata bahasa generatif seperti Chfe dan Fillmore berpendapat bahwa setiap unsur leksikal mengandung ketentuan-ketentuan penggunaannya yang bersifat gramatikal dan bersifat semantik. Ketentuan-ketentuan gramatikal memberikan kondisi-kondisi gramatikal yang berlaku jika suatu unsur gramatikal yang hendak digunakan. Contohnya, kata kerja lari dalam penggunaannya memerlukan adanya sebuah subjek dan sebuah objek (walaupun di sini objek bisa dihilangkan).

Ketentuan-ketentuan semantik menunjukkan ciri-ciri semantis yang harus ada di dalam unsur-unsur leksikal yang bersangkutan yang disebut di dalam ketentuan gramatikal tersebut. Kata lari di atas menyiratkan bahwa subjeknya harus mengandung ciri makna (+bernyawa) dan objeknya mengandung ciri makna (+makanan).
Last modified: Friday, 2 May 2025, 10:04 AM