11.2 Kategori Nominal

Kategori Nominal Chaer (2009:148) mengemukakan, "kata-kata atau leksem-leksem nominal dalam bahasa Indonesia secara semnatik mengandung ciri makna [+Benda (B)]; dan oleh karena itu leksem-leksem nominal secara struktural akan selalu dapat didahului oleh preposisi di atau pada . Chaer (2009:148-154) mengemukakan,"berdasarkan analisis semantik lebih lanjut leksem-leksem nominal itu dapat dikelompokkan atas tipe-tipe : 1. Tipe l Yang berciri makna utama [+ Benda, + Orang (0)]. Tipe I ini terbagi atas enam subtipe I, yang masing-masing berbeda pada ciri makna ketiga. Keenam subtipe I itu adalah: 
a.
Subtipe I a, yang berciri makna [+ Benda, + Orang, + Nama Diri (N D)]. Contohnya Fatimah, Sudin, Ahmad, dan Siti. 
b. Subtipe I b, yang berciri makna[+ B, +0, + Nama Perkerabatan
(NK)]. Contohnya ibu, bapak, kakak, dan adik.
c. Subtipe I c, yang berciri makna (+ B, + O, + Nama Pengganti (NP)]. Contoh dia, saya, kamu, dan mereka. 
d.
Subtipe I d, yang berciri makna [+B,+O,+Nama Jabatan(NJ)] contoh lurah, guru, gubernur, dan camat. 
e.
Subtipe l e, yang berciri makna [+ B, +0, dan Nama Gelar (NG)]. Contohnya: insinyur, doktor, raden, dan sariana hukum (SH).
 
f. Subtipe I f, yang berciri makna [+ B, +0, dan + Nama Pangkat (NPa)]. Contoh sersan, opsir, Ietnan, dan kolonel. 

2.
Tipe II Yang berciri makna utama [+ 8 dan Institusi (l)]. Contoh pemerintah, DPR, SMA, dan Pelni. 
3.
Tipe III Yang berciri makna utama [+ B, +Binatang (Bi)]. Contoh! | tongkol, kucing, gelatik, harimau, dan onta. 
4.
Tipe IV Yang berciri makna utama [+ 8, dan + Tumbuhan ml Leksem minal tipe W ini terdiri atas tiga subtipe, yaitu: a. Subtipe IV a, yang berciri makna utama [+B, +T], misalnya (rumput, perdu, ilalang dan keladi. b. Subtipe IV b, yang berciri makna utama [+ B, +Pohon (Po) Contoh: durian, nangka, "ketapang, mahoni, dan kelapa. c. Subtipe IV c, yang berciri makna utama [+B, +Tanaman (Ta)] Misalnya padi, bayam, ketela, ubi, dan kubis 
5.
Tipe V Yang mengandung ciri makna utama [+ B, Buah-buahan (Bb)]. Misalnya durian, nangka, pisang, mangga, dan sawo. Selain itu leksem nominal tipe V |ni memiliki pula makna [+ H, + K, dan-Hi]. 
6. Tipe VI Yang mengandung ciri makna utama [+ B, + Bunga-bungaan (Bbu)] Misalnya melati, kenanga, cempaka, seruni, dan mawar. 
7.
Tipe VII Yang mengandung ciri makna utama [ + B, +Peralatan W)]. 
Leksem-
leksem nominal tipe Vll ini terbagi atas sembilan subtipe, yaitu; 
a.
Subtipe Vll a, yang berciri makna utama [+ B, +Al, dan +Masak ( (MS)]. Misalnya panci, wajan, kuali dan kompor. 
b.
Subtipe Vll b, yang berciri makna utama [ + B, +Al, +Makan (Mk)]. Misalnya piring, sendok, garpu, pisau, dan mangkok.
 
c. Subtipe Vll c, yang mengandung ciri makna utama [+ B, +Al, dan +Pertukangan (Tk)]. Misalnya gergaii, ketam, pahat, dan palu.
d. Subtipe VII d, yang mengandung ciri makna utama [+ 8, +AI,l dan +Perbengkelan (Bkl) ]. Misalnya obeng, tang, bubut, dani kunci. 
e. Subtipe Vll e, yang mengandung ciri makna "utama [+ B, +Al, dan + Pertanian (Tn)]. Misalnya cangkul, sabit, bajak, dan garu. 
f. Subtipe Vll f, yang memiliki ciri makna utama [+ 8, +Al, dan + Perikanan (lk) ]. Misalnya kail, jala, jaring, dan joran. 
g. Subtipe Vll g, yang memiliki ciri makna utama [+ B, +Al, dan + Rumah tangga (R03. Misa'lnya lemari, meja, kursi, dipan, dan sapu. 
h. Subtipe VII h, yang memi|iki ciri makna utama [+ B, +AI, dan +Tulis menulis (Tm)]. Misalnya pensil, tinta, setip, dan pena. 
i. Subtipe VII i. Yang memiliki makna utama [+ B, +Ai, dan +Olahraga (Or)]. Misalnya raket, bola, gawang, net, dan stik. 
8. Tipe VIII Yang mengandung ciri makna utama [+ B, dan Makanan-minuman (Mm)]. Misalnya roti, bakso, nasi, gado-gado, air, dan teh. 
9. Tipe IX Yang mengandung ciri makna Utama [+ B, + Geografi (Gen. .iiisainya gunung, sungai , kota, laut, dan desa. 
10. Tipe X Yang mengandung ciri makna [+ B, + Bahan baku (Bb)]. Misalnya: pasir, semen, tepung, batu, dan kayu.

Terakhir diperbaharui: Saturday, 14 June 2025, 13:43