Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ialah gambaran atau perencanaan menyeluruh yang akan mengarahkan penulis dalam melakukan tindakan menyelesaikan tugasnya. Dengan mengetahui tujuan, penulis akan dapat menentukan bahan tulisan, organisasi karangan, dan sudut pandang. Ada dua cara menyatakan tujuan penulisan, yaitu:
1. Tesis
Tesis adalah rumusan singkat yang mengandung tema dasar dari sebuah karangan bila ada sebuah tema karangan yang dominan. Tesis sama dengan sebuah kalimat utama dalam paragraf. Oleh sebab itu, tesis tidak diperkenankan lebih dari satu kalimat. Dengan kalimat tesis, penulis dapat menentukan bahan yang akan menjadi tulisan. Tesis digunakan jika penulis ingin mengembangkan gagasan yang berupa tema seluruh tulisan.
2. Pengungkapan Maksud
Pengungkapan maksud dilakukan tidak bermaksud untuk mengembangkan ide sentral.
Bahan Penulisan
Yang dimaksud dengan bahan
penulisan ialah semua informasi yang digunakan untuk mencapai tuluan
penulisan. Informasi itu, mungkin merupakan teori, contoh-contoh,
rincian atau detil, perbandingan, sejarah kasus, fakta, hubungan sebab
akibat, pengujian dan pembuktian, angka-angka, kutipan, gagasan dan
sebagainya.[5]
Dalam menulis karangan fiktif, sumber bahan yang utama
adalah hasil imajinasi. Data pengalaman berupa catatan harian dibumbui
dengan khayalan disertai kemampuan penulisnya dalam merangkai kata yang
estetis dapat dengan mudah menghasilkan karya fiktif. Pada karangan
fiktif juga, penulis dituntut untuk memperhatikan kelogisan karangan
itu.
Sedangkan dalam menulis karangan nonfiksi (karya ilmiah), sumber
bahan yang utama adalah fakta dan data. Penulis dituntut untuk melaukan
berbagai penelitian. Karangan ilmiah ini tidak dapat dihasilkan hanya
dengan melamun atau mengkhayal. Dengan adanya fakta dan data, karya
ilmiah harus mencakup syarat-syarat ilmiah, misalnya empiris,
sistematis, objektif, dan rasional. Adapun beberapa bahan yang dapat
dijadikan sumber rujukan dalam pnulisan karya-karya ilmiah, yaitu:
1. Bahan pustaka
Dalam karya ilmiah, untuk mendapatkan landasan teoritis, penulis dituntut mencari buku-buku yang berhubungan dengan topik yang dibahas. Penulis harus mengumpulkan bahan-bahan sumber yang bersifat teori dan bahan sumber asli yang berasal dari seorang tokoh.
2. Wawacara
Wawancara adalah salah satu cara mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan kepada seseorang yang dianggap berkompoten (berotoritas) mengenai hal yang ditulis. Wawancara biasanya digunakan untuk mendapatkan data secara lisan. Alat bantu yang digunakan dalam wawancara adalah alat perekam dan kamera video. Alat tersebut dapat memudahkan penyalinan ke dalam bentuk tulis. Wawancara lebih dominan digunakan pada penelitian lapangan, namun tidak menutup kemungkinan wawancara juga digunakan pada penelitian perpustakaan, yaitu untuk mengkonfirmasi pendapat seorang tokoh yang kurang jelas atau memperkuat pendapat seorang tokoh tentang pendapatnya.
3. Angket
Angket adalah pertanyaan yang digunakan untuk menjaring pendapat atau opini seseorang tentang sesuatu. Jawaban pertanyaan sudah disediakan. Responden tinggal melingkari atau menyilangnya.
4. Pengamatan
Agar dapat melakukan pengamatan secara cermat,kita perlu berlatih mengamati sebuah objek dari jarak yang lebihdekat.Dalam hal ini tentunya diperlukan konsenyrasi dan minat yang memadai .Jika kita tidak memeliki perhatian dan minat yang memadai maka kita akan memperoleh bahan berupa kesan umum yang kerap sekali kurang jelas.
5. Kewenangan
Pendapat yang dikemukakan oleh orang yang berwenang, juga dapat dijadikan bahan penulisan. Hanya dalam hal ini kita harus berhati hati dalam memilihnya. Sikap kritis kita dituntut karena pendapat yang dikemukakan sering bersifat subjektif.
6. Penulisan Draft
Penulisan draft merupakan pengklasifikasian data yang telah terkumpul yang kemudian disusun menjadi sebuah wacana yang terdapat dalam karangan.
7. Penyuntingan wacana
Dalam penulisan karangan hendaknya melakukan pengeditan ulang
terhadap bahan yang akan disajikan karena bahan tersebut harus sesuai
dengan bahasa diksi, alinea dan kalimat.
Contohnya: Penulisan kutipan yang benar, penulisan kata serapan yang sesuai EYD.