6.1 Hakikat Ejaan

Leksikografi

Di dalam penyusunan sebuah kamus, pemahaman terkait ejaan juga sangat diperlukan. Hal itu dikarenakan tulisan yang memperhatikan kaidah ejaan akan menghasilkan tulisan yang jelas dan mudah dipahami oleh pembaca.  Ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi baik kata, frasa, kalimat, dan lainnya ke dalam bentuk tulisan atau huruf-huruf serta aturan mengenai tanda baca. Ejaan adalah seperangkat aturan atau kaidah pelambangan bunyi bahasa, pemisahan, penggabungan, dan penulisannya dalam suatu bahasa (Finoza, 2005). Ejaan adalah keseluruhan peraturan yang melambangkan bunyi ujaran, penataan kata meliputi pemisahan dan penggabungan kata, penulisan atau tata kata secara rinci termasuk unsur serapan, huruf, dan tanda baca. Secara teknis yang dimaksud dengan ejaan adalah penulisan huruf, penulisan kata dan pemakaian tanda baca (Ibrahim, 2011).

Ejaan merupakan kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai bahasa demi keteraturan dan keseragaman bentuk, terutama dalam bahasa tulis. Keteraturan bentuk akan berimplikasi pada ketepatan dan kejelasan makna.  Pada garis besarnya akan dibahas sebagai beriku:

  1. pemakaian huruf kapital,
  2. pemakaian       huruf miring,
  3. penulisan huruf tebal,
  4. penulisan kata,
  5. singkatan dan akronim,
  6. angka dan bilangan,
  7. pemakaian unsur serapan,
  8. pemakaian tanda baca.

Terakhir diperbaharui: Tuesday, 9 May 2023, 09:18