BAGIAN 3: Manajemen Harian di Bangsal Rawat Inap Oftalmologi

Morning Rounds – "Jantung" Perawatan Inap
Kunjungan pagi (morning rounds) oleh tim medis adalah kegiatan paling penting dalam perawatan inap. Ini adalah saat untuk mengevaluasi perkembangan pasien, menyesuaikan terapi, dan merencanakan kepulangan. Bagi spesialis mata, morning rounds harus mencakup:

  • Tanya Jawab: Keluhan visual (apakah lebih baik, sama, atau buruk?), nyeri (skala 0-10), mual (terutama pada pasien pasca-vitrektomi dengan tamponade gas karena gas dapat menyebabkan mual dan peningkatan TIO).

  • Pemeriksaan Cepat: Visus, TIO (jika diperlukan dengan tonometer), dan slit lamp untuk menilai segmen anterior.

  • Review Catatan Perawat: Intake/output cairan, tanda-tanda vital, dan catatan tentang kepatuhan posisi (misalnya, pasien prone).

Pemeriksaan Visus dan TIO Serial pada Pasien Rawat Inap
Pada pasien rawat inap, visus dan TIO harus diperiksa secara serial (misalnya, setiap 6-12 jam pada fase akut). Perubahan visus (penurunan mendadak) adalah "red flag" yang paling penting. Penurunan visus pada pasien pasca-vitrektomi dapat mengindikasikan:

  • Peningkatan TIO (sindrom okulokardiak atau sinekia).

  • Perdarahan koroid ekspulsif.

  • Endoftalmitis.

  • Dislokasi IOL atau gas/silikon yang menekan makula.
    TIO yang meningkat > 30 mmHg pada pasca-operasi memerlukan penanganan segera dengan agen hipotensif topikal atau oral (misalnya, timolol + asetazolamid). Pastikan perawat terlatih untuk menggunakan tonometer (misalnya, Tono-Pen atau iCare) di bangsal untuk pengukuran cepat tanpa harus memindahkan pasien ke ruang pemeriksaan.

Manajemen Posisi Khusus (Positioning) – Kasus Vitrektomi dengan Tamponade
Pasien yang menjalani vitrektomi dengan tamponade gas atau silikon oil memerlukan instruksi posisi kepala yang sangat spesifik, yang seringkali merupakan bagian tersulit dari perawatan inap.

  • Gas (C3F8 atau SF6) : Pasien harus menjaga posisi kepala tertentu (misalnya, face-down / prone) agar gelembung gas menekan retina dan menutup robekan. Posisi prone yang berkepanjangan (sering 5-7 hari) dapat menyebabkan nyeri leher, dekubitus, dan ketidaknyamanan. Perawat harus secara teratur memeriksa kulit dan membantu pasien berubah posisi dengan aman tanpa mengubah posisi kepala yang disarankan.

  • Silikon Oil: Posisi biasanya lebih fleksibel, tetapi pasien harus menghindari posisi supine (terlentang) agar oil tidak menekan makula. Edukasi posisi harus diberikan berulang kali dan dipantau kepatuhannya.

Manajemen Nyeri Pasca-Operasi di Bangsal
Nyeri pasca-operasi mata biasanya ringan hingga sedang dan dapat dikontrol dengan analgesik sederhana (misalnya, parasetamol atau NSAID). Namun, nyeri yang hebat (terutama yang tidak responsif terhadap analgesik) adalah tanda bahaya. Ini dapat mengindikasikan:

  • Peningkatan TIO yang sangat tinggi (glaukoma akut sekunder).

  • Endoftalmitis (nyeri biasanya hebat disertai penurunan visus dan injeksi siliaris).

  • Perdarahan koroid atau abrasi kornea.
    Jangan pernah menganggap nyeri pasca-operasi sebagai hal yang normal. Selalu periksa TIO dan lakukan slit lamp jika pasien mengeluh nyeri hebat. Untuk pasien dengan riwayat nyeri kronis atau penggunaan opioid, konsultasikan dengan tim manajemen nyeri.

Pemantauan Tanda-Tanda Infeksi – "The Goldilocks Window"
Endoftalmitis adalah komplikasi paling ditakuti dalam bedah intraokular. Pada pasien rawat inap, Anda memiliki keuntungan untuk memantau tanda-tanda infeksi secara dini. Tanda-tanda yang harus diwaspadai:

  • Penurunan Visus yang tiba-tiba dan signifikan.

  • Nyeri yang memburuk (bukan ringan).

  • Edema Kelopak dan Kemosis (pembengkakan konjungtiva).

  • Hipopion (nanah di bilik mata depan) yang dapat terlihat di slit lamp.

  • Kekeruhan Vitreus (pada pemeriksaan fundus).
    Jika Anda mencurigai endoftalmitis, jangan tunda. Ambil sampel vitreus (vitreous tap) dan injeksi antibiotik intravitreal (vankomisin + seftazidim) segera, serta mulai antibiotik sistemik. Waktu emas untuk penanganan endoftalmitis adalah dalam 24-48 jam pertama onset gejala.

Peran Perawat dan Edukasi Pasien Kontinu
Perawatan inap yang efektif sangat bergantung pada perawat yang terlatih di bidang oftalmologi. Peran perawat meliputi:

  1. Instilasi Tetes Mata: Pastikan tetes mata (antibiotik, steroid, sikloplegik) diberikan tepat waktu. Kesalahan waktu dapat mempengaruhi outcome pasca-operasi.

  2. Edukasi Berulang: Mengingatkan pasien tentang posisi kepala, tidak menggosok mata, dan menggunakan penutup mata pelindung (eye shield) saat tidur.

  3. Dukungan Psikologis: Pasien rawat inap, terutama yang kehilangan penglihatan atau menjalani enukleasi, sering mengalami kecemasan dan depresi. Berikan dukungan emosional dan libatkan keluarga.

  4. Kepatuhan Medikasi: Perawat harus memastikan pasien memahami obat-obatan yang diminum (terutama untuk komorbiditas seperti diabetes) dan tidak ada interaksi obat.

Tabel Monitoring Harian di Bangsal
Berikut adalah tabel yang dapat digunakan sebagai panduan monitoring harian untuk pasien rawat inap.

Tabel Parameter Monitoring Harian di Bangsal Oftalmologi

WaktuTindakanParameter yang Dinilai
06.00 – 07.00Morning Round oleh PerawatTTV, keluhan mual/nyeri, status kesadaran.
08.00 – 09.00Morning Round oleh Dokter SpesialisVisus (Snellen), TIO, Slit Lamp (kornea, bilik mata depan, lensa), posisi.
12.00Instilasi Tetes (sesuai jadwal)Antibiotik, Steroid, Sikloplegik.
16.00Pemeriksaan SoreTIO (jika risiko tinggi), evaluasi nyeri.
20.00Instilasi Tetes MalamSalep mata / pelumas untuk malam hari.
Sewaktu-waktuJika ada keluhanVisus mendadak, nyeri hebat, mual/muntah.

Last modified: Saturday, 15 August 2026, 9:33 PM