BAGIAN 4: Informed Consent, Edukasi Pasien, dan Persiapan Fisik

Informed Consent – “Lebih dari Sekadar Tanda Tangan”
Informed consent adalah proses komunikasi antara dokter dan pasien (dan keluarga) di mana pasien diberikan informasi yang cukup untuk membuat keputusan yang terinformasi tentang tindakan medis yang akan dilakukan. Di bidang oftalmologi, informed consent harus mencakup:

  • Diagnosis dan alasan tindakan.

  • Deskripsi prosedur yang akan dilakukan, termasuk durasi dan teknik.

  • Risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi—spesifik untuk prosedur oftalmologi (misalnya, infeksi, perdarahan, kebutaan, diplopia, astigmatisme, kebutuhan operasi ulang).

  • Manfaat yang diharapkan.

  • Alternatif terhadap tindakan yang diusulkan (termasuk tidak melakukan tindakan).

  • Risiko anestesi—biasanya didiskusikan oleh tim anestesi.
    Informed consent yang valid harus diberikan secara sukarela, oleh pasien yang kompeten, dan berdasarkan informasi yang adekuat.

Waktu dan Proses Informed Consent
Praktik terbaik adalah memberikan informed consent sebelum hari operasi (pada saat kunjungan pra-operasi) agar pasien memiliki waktu untuk mempertimbangkan informasi dan mengajukan pertanyaan. Pada hari operasi, consent harus diperiksa ulang (re-checked) bersama pasien dan ditandatangani ulang oleh pemberi consent. Prosedur operasi harus spesifik (misalnya, “OD” atau “OS”) dan formulir consent harus mencerminkan diskusi yang telah dilakukan. Informed consent untuk anestesi biasanya tidak memerlukan formulir terpisah, tetapi risiko anestesi harus didiskusikan dan didokumentasikan.

Edukasi Pasien – “Mengurangi Kecemasan, Meningkatkan Kepatuhan”
Edukasi pasien adalah komponen yang tidak terpisahkan dari persiapan pra-operasi. Pasien yang teredukasi dengan baik akan memiliki kecemasan yang lebih rendah dan kepatuhan yang lebih tinggi terhadap instruksi pasca-operasi. Edukasi harus mencakup:

  • Apa yang akan terjadi pada hari operasi: waktu kedatangan, prosedur, durasi, dan apa yang dirasakan selama dan setelah operasi.

  • Instruksi puasa (jika diperlukan).

  • Penggunaan obat tetes mata pra-operasi (jadwal dan teknik).

  • Aktivitas yang harus dihindari sebelum operasi.

  • Pendamping: pasien harus didampingi pulang karena efek anestesi dan tetes dilatasi dapat mengganggu penglihatan.

  • Penandaan mata yang akan dioperasi (site marking) untuk mencegah kesalahan lokasi operasi.

Penandaan Mata (Site Marking) – “Mencegah Wrong-Site Surgery”
Kesalahan lokasi operasi (wrong-site surgery) adalah salah satu “never events” yang paling ditakuti dalam bedah. Untuk mencegahnya, mata yang akan dioperasi harus ditandai pada hari operasi dengan cara yang jelas, standar, dan tidak ambigu, biasanya dengan spidol bedah di dahi atau pipi di sisi mata yang akan dioperasi, atau dengan penanda khusus lainnya. Penandaan harus dilakukan oleh dokter yang bertanggung jawab (biasanya spesialis mata) dan diperiksa ulang pada saat “time out” di ruang operasi.

Persiapan Fisik Pasien – “Dari Puasa Hingga Kebersihan”
Persiapan fisik pasien sebelum rawat inap atau operasi meliputi:

  1. Puasa (Fasting) : Untuk pasien yang menjalani anestesi umum atau sedasi, puasa biasanya 6 jam untuk makanan padat dan 2 jam untuk cairan jernih. Namun, banyak pusat telah menghilangkan kebutuhan puasa untuk prosedur oftalmologi rutin di bawah anestesi regional dan sedasi minimal. Ikuti protokol rumah sakit masing-masing.

  2. Kebersihan: Pasien diminta untuk membersihkan area sekitar mata dan wajah. Hindari penggunaan makeup, lotion, atau krim di sekitar mata pada hari operasi.

  3. Pakaian: Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman, hindari turtleneck atau kemeja dengan kerah tinggi.

  4. Perhiasan: Lepaskan semua perhiasan dan aksesori.

  5. Kontak Lensa: Pasien yang memakai lensa kontak harus melepasnya beberapa hari sebelum operasi (sesuai jenis lensa) untuk memungkinkan kornea kembali ke bentuk normalnya.

Tabel Checklist Persiapan Hari Operasi

WaktuTindakanPetugas
H-1Konfirmasi jadwal operasi dan waktu datang.Administrasi / Perawat
H-1Instruksi puasa (jika diperlukan) dan obat-obatan.Dokter / Perawat
Hari H (Pagi)Tiba di rumah sakit sesuai jadwal.Pasien / Keluarga
Hari HPenandaan mata (site marking).Dokter Spesialis Mata
Hari HPemeriksaan ulang tanda vital dan status kesehatan.Perawat / Anestesi
Hari HInstilasi tetes mata pra-operasi (midriatik, antibiotik).Perawat / Residen
Hari HVerifikasi identitas dan informed consent (re-check).Dokter / Perawat
Hari H“Time Out” sebelum operasi (WHO Surgical Safety Checklist).Tim Operasi

Terakhir diperbaharui: Saturday, 15 August 2026, 21:39