Konsep Dasar-Kontinuitas Usaha

KONSEP DASAR

Kontinuitas Usaha

Konsep kontinuitas usaha menyatakan bahwa kalau tidak ada tanda-tanda, gejala atau rencana pasti dimasa datang bahwa kesatuan usaha akan dibubarkan atau dilikuidasi maka akuntansi menganggap bahwa kesatuan usaha tersebut akan berlangsung terus sampai waktu tidak terbatas.

Dasar validitas konsep:

•           Masa datang tidak pasti

•           Kelangsungan hidup merupakan harapan umum

•           Implikasi Konsep Kontinuitas Usaha

•           Laba periodik menjadi informasi penting dalam menilai daya melaba

•           Statemen laba-rugi periodik merupakan penggalan aliran laba jangka panjang sehingga bersifat tentatif

•           Statemen laba-rugi periodik harus disajikan secara komparatif atau serial

•           Fluktuasi laba tahunan adalah hal wajar sehingga untung/rugi luar biasa harus masuk dalam statemen laba-rugi

•           Neraca merupakan sarana untuk menunjukkan sisa potensi jasa bukan nilai perusahaan

Penghargaan Sepakatan

Konsep ini menyatakan bahwa jumlah rupiah / agregat harga atau penghargaan sepakatan yang terlibat dalam tiap transaksi atau kegiatan pertukaran merupakan bahan oleh dasar akuntansi yang paling objektif terutama dalam mengukur sumber ekonomik yang masuk (pendapatan) dan sumber ekonomik yang keluar (biaya).

 

Dasar validitas konsep:

•         Sebagian kegiatan perusahaan melibatkan pertukaran

•         Kesepakatan dua pihak independen menjamin

•         Objektivitas dan keterandalan pengukuran.

•         Implikasi penghargaan sepakatan

•         Pihak yang melakukan pertukaran merupakan pihak yang independen dan setara dalam hal kemampuan dan kehendak

•         Satuan mata uang stabil.

•         Kos merupakan pengukur bukan elemen statemen keuangan

•         Biaya tidak tepat sebagai padan kata cost

•         Kos merupakan pengukur semua elemen statemen keuangan yang berbasis kos historis

Kos Melekat

Konsep ini menyatakan bahwa kos melekat pada objek yang direpresentanya sehingga kos bersifat mudah bergerak dan dapat dipecah-pecah atau digabungkan kembali mengikuti objek yang dilekatinya. Dasar pikiran konsep ini adalah bahwa tujuan pengelompokan, pemecahan, dan penggabungan kos adalah untuk mengikuti aliran upaya dalam menyediakan produk atau jasa.

 

Dasar validitas konsep:

•             Tujuan penelusuran kos adalah untuk merunut upaya

•             Kos dapat dipecah dan digabung seakan-akan mempunyai daya saling mengikat

•             Dilandasi kos terkandung

 

Implikasi Kos Melekat

•             Aliran fisis operasi direpresentasi dalam aliran kos.

•             Kos mengalami tiga tahap perlakuan: pemerolehan, penelusuran, dan pembebanan.

•             Penggabungan kos tidak memperhitungkan/mengakui tambahan utilitas objek yang diikuti.

•             Manfaat baru diakui setelah ada kesepakatan pihak independen terhadapnya

•             Produk menjadi wadah penggabungan kos yang mudah dikaitkan dengan produk.

•             Periode menjadi wadah penggabungan kos yang tidak mudah dikaitkan dengan produk.

 

UPAYA DAN HASIL

Biaya merupakan upaya dalam rangka memperoleh hasil berupa pendapatan. Pendapatan timbul karena biaya. Artinya, begitu kesatuan usaha melakukan kegiatan produktif maka pendapatan dapat dikatakan telah terbentuk pula walaupun belum terealisasi.

Dasar validitas konsep:

•             Untuk mendapatkan sesuatu orang harus berusaha.

•             Pada umumnya, orang mengharapkan upayanya membuahkan hasil.

•             Upaya dilakukan dengan senang hati dan bukan beban siksaan, atau cobaan.

•             Hasil pada umumnya sepadan dengan upaya.

•             Impementasi Upaya dan Hasil

•             Perlunya basis asosiasi untuk penentuan laba yang bermakna.

•             Produk merupakan penakar untuk mengasosiasi pendapatan dan biaya yang ideal.

•             Laba akuntansi merupakan residual hasil penandingan.

•             Hanya kos aktual yang ditandingkan.

•             Dianutnya asas akrual.

•             Depresiasi merupakan bagian dari upaya.

•             Penandingan upaya dan hasil dari perspektif jangka panjang.

 

Bukti Terverifikasi dan Objektif

Konsep ini menyatakan bahwa informasi keuangan akan mempunyai tingkat kebermanfaatan dan tingkat keterandalan yang cukup tinggi apabila terjadinya data keuangan didukung oleh bukti-bukti yang objektif dan dapat diuji kebenarannya.

 

Implementasi bukti terverifikasi dan objektif:

•             Menentukan tingkat kewajaran dalam pengauditan.

•             Tingat keobjektifan bukti harus dilihat dalam perspektif jangka panjang.

•             Bukti dalam akuntansi tidak harus sama dengan bukti yuridis.

•             Keterverifikasian dan keobjektifan bukti dalam akuntansi bersifat relatif atau bertingkat (terbaik diperoleh) bukannya mutlak.

Asumsi

Asumsi dalam daftar konsep dasar P&L sebenarnya bukan merupakan konsep dasar tetapi lebih merupakan penjelasan bahwa keenam konsep dasar sebelumnya merupakan asumsi atau didasarkan atas asumsi tertentu dengan segala keterbatasannya. Berikut ini adalah beberapa contoh asumsi yang menjadi landasan penalaran dalam memilih konsep yang relevan :

1.      Kontinuitas Usaha

2.      Periode Satu Tahun

3.      Kos sebagai Bahan Olah

4.      Daya Beli Uang Stabil

5.      Tujuan Mencari Laba

6.      Konsep Dasar Lain

Konsep dasar penting  lainnya adalah :

•             Pengakuan hak milik pribadi

•             Keanekaragaman antarentitas

•             Konservatisma

•             Pengendalian internal menjamin keterandalan data

 

Konservatisma

Konservatisma adalah sikap atau aliran dalam menghadapi ketidakpastian untuk mengambil tindakan atau keputusan atas dasar munculan yang terjelek dari ketidakpastian tersebut. Sikap konservatif juga mengandung makna sikap berhati-hati dalam menghadapi risiko dengan cara bersedia mengorbankan sesuatu untuk mengurangi atau menghilangkan risiko. Jika akuntansi menganut konsep dasar konservtisma, dalam menyikapi ketidakpastian, akuntansi ( penyusun standar ) akan menentukan pilihan perlakuan atau prinsip akuntansi yang didasarkan pada munculan (keadaan, harapan kejadian,atau hasil) yang dianggap kurang menentukan.

 

 

MANFAAT KONSEP DASAR

Konsep dasar berfungsi :

•             Menjadi komponen argumen dalam penalaran logis pada tingkat perekayasaan, penetapan standar, atau penerapan standar.

•             Terrefleksi di basis penyimpulan (basis for conclusion) dalam rerangka konseptual sebagai hasil perekayasaan.

•             Terrefleksi di latar belakang penyimpulan (background information)  dalam pernyataan standar akuntansi.

•             Terrefleksi di kebijakan akuntansi (accounting policy) perusahaan dalam buku pedoman akuntansi.

 

 

       

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Suwardjono. 2014. Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan. BPFE: Yogyakarta.

 


Terakhir diperbaharui: Friday, 10 April 2020, 15:49