15.1 MPS dan Strategi Proses

Master Planning Schedule berkaitan erat dengan strategi proses yang dipakai oleh perusahaan, berbeda strategi proses berbeda pula fokus MPS yang digunakan. Ada tiga strategi proses :

1.      Fokus proses (make to order) : strategi ini adalah strategi untuk produksi dengan jumlah sedikit tapi dengan variasi yang tinggi. Strategi ini biasanya mengijinkan konsumen untuk membeli produk yang bisa dikustomisasi sesuai keinginan atau spesifikasi mereka. Proses produksi dimulai saat pesanan konsumen diterima. Untuk strategi ini maka penjadwalan dalam MPS harus berfokus pada pesanan atau order dari konsumen. Contoh yang cocok seperti percetakan, las, atau produksi mesin.

2.      Fokus berulang (assemble to order/forecast) : strategi ini adalah strategi yang menggunakan modul terkait material atau bagian yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk kombinasi yang bisa berbeda. Ciri dari strategi ini adalah cepat dalam prosesnya bisa dikustomisasi dalam batas tertentu. Begitu pesanan diterima, maka bagian atau material langsung disusun atau dirakit dengan cepat menjadi produk akhir untuk diberikan pada pembeli. Dalam strategi ini penjadwalan dalam MPS berfokus pada modul yang sudah ada, apa yang diminta pada modul maka itu yang diatur pada penjadwalan. Contohnya adalah restoran cepat saji, pabrik komputer seperti DELL, otomotif.

Fokus produk (stock to forecast) : strategi ini adalah proses yang berkaitan dengan jumlah produksi yang banyak dengan variasi yang rendah. Strategi ini berfokus pada tingkat persediaan di masa depan berdasarkan peramalan penjualan yang dilakukan perusahaan. Dalam strategi ini penjadwalan MPS berfokus pada kapan produk harus selesai sesuai peramalan. Contohnya adalah toko roti, pabrik kertas, besi.

MPS dan Strategi

Terakhir diperbaharui: Friday, 22 January 2021, 09:30