15.3 Lead Time

Lead time adalah waktu antar inisiasi dan penyelesaian proses produksi. Lead time juga bisa diartikan sebagai waktu yang dikeluarkan antara pemesanan komponen tertentu atau pemesanan sekelompok komponen sampai waktu dimana kita menerima pesanan tersebut di perusahaan atau pabrik kita. Lead time sangat penting karena sistem MRP bekerja menggunakan konsep ini.Lead time menghasilkan auto trigger bahwa produksi harus dimulai pada waktu yang spesifik.

Lead Time ada dua jenis :

1.      Ordering Lead Time : Dimulainya proses pembelian sampai diterimanya dari pemasok. Misal, kita ketahui bahwa lead time nya adalah 10 hari, maka 10 hari sebelum waktu produksi sebuah pemberitahuan atau trigger harus dikirimkan pada vendor atau pemasok bahwa produksi akan dilakukan 10 hari lagi, dan terdapat informasi berapa jumlah komponen yang dibutuhkan. Sehingga begitu komponen sampai proses produksi bisa dilakukan.

2.      Manufacturing Lead Time : Lead time tentang proses sebuah bagian melalui mesin tertentu sesuai alur produksi. Seperti yang kita ketahui bahwa ada proses operasi atau produksi yang berbeda untuk membuat suatu produk, seperti contoh pada BOM speaker awesome. Sehingga manufacturing lead time bisa dikatakan sebagai berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi bagian tertentu sesuai alur. Pada contoh produk speaker awesome apabila kita masukkan lead time maka strukturnya berubah menjadi time phases product structure.

Perhatikan contoh berikut :

Lead Time

Perhatikan struktur :

1.      Produk A membutuhkan waktu 1 minggu untuk dibuat.

2.      Produk A membutuhkan komponen B dan C. Komponen B membutuhkan waktu 2 minggu sementara komponen C membutuhkan waktu 1 minggu. Maka 1 minggu sebelum B selesai dibuat, komponen C harus mulai dikerjakan.

3.      Untuk membuat komponen C dibutuhkan komponen E dan F. Komponen E dan F harus selesai 1 minggu sebelum B selesai dibuat agar C dapat dikerjakan. Komponen E membutuhkan waktu 2 minggu dan F 3 minggu. Satu minggu setelah F mulai dikerjakan, komponen E harus mulai dikerjakan, sehingga E dan F selesai di waktu bersamaan, dan bisa dimulai untuk merakit komponen C.

4.      Begitu seterusnya untuk D dan E bagi B, G dan D bagi F.

5.      Kalau G membutuhkan dua minggu untuk diproses, maka komponen untuk membuat G harus mempunyai ordering lead time sebelum 2 minggu tersebut. Begitu juga untuk komponen lainnya.

Penggunaan time phased product structure ini juga sangat perlu digunakan untuk bisnis jasa seperti restoran atau rumah makan. Restoran mewah, biasanya bintang lima, menggunakan metode ini untuk memastikan semua makanan dan minuman datang bersamaan untuk satu meja yang sama. Misal, apabila ada pesanan nasi goring ayam, dan memasak ayam dibutuhkan 10 menit dan nasi goring dibutuhkan 5 menit, maka nasi baru diolah 5 menit setelah ayam mulai digoreng, begitu juga untuk pesanan lain, sehingga pesanan selalu sampai di waktu yang bersaman di meja.

Terakhir diperbaharui: Friday, 22 January 2021, 09:31