14.1 Biaya Modal
Ada tiga hal yang menjadikan biaya modal sebagai materi pembahasan yang penting:
- Pertama, keputusan penganggaran modal berakibat besar pada perusahaan sedangkan penganggaran yang tepat memerlukan prkiraan biaya modal,
- Kedua, struktur keuangan mempengaruhi tingkat resiko dan besarnya arus pendapatan pengetahuan tentang biaya modal dan bagaimana biaya ini diperngaruhi oleh leverage keuangan, akan berguna dalam pengambilan keputusan dibidang struktur modal
- Ketiga, sejumlah keputusan seperti leasing, pendanaan kembali, obligasi dan kebijaksanaan modal kerja, semuanya memerlukan perkiraan biaya modal.
Selain
itu biaya modal merupakan konsep penting dalam analisis investasi
karena dapat menunjukkan tingkat minimum laba investasi yang harus
diperoleh dari investasi tersebut. Jika investasi itu tidak dapat
menghasilkan laba investasi sekurang-kurangnya sebesar biaya
yang ditanggung maka investasi itu tidak perlu dilakukan lebih mudahnya,
biaya modal merupakan rata-rata biaya dana yang akan dihimpun untuk
melakukan suatu investasi. Dapat pula diartikan bahwa biaya modal suatu
perusahaan adalah bagian (suku rate" yang harus dikeluarkan
perusahaan untuk memberi kepuasan pada para investornya pada tingkat risiko tertentu.
1. Pengertian dari Biaya Modal
Biaya Modal
adalah biaya riil yang harus dikeluarkan oleh perusahaan
untuk memperoleh dana baik yang berasal dari hutang, saham
preferen, saham biasa, maupun laba ditahan untuk mendanani suatu
investasi atau operasi perusahaan. Penentuan besarnya biaya modal ini
dimaksudkan untuk mengetahui berapa besarnya biaya riil yang harus
dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh dana yang
diperlukan.
Perhitungan biaya penggunaan modal sangatlah penting, dengan alasan:
- Memaksimalkan nilai perusahaan mengharuskan biaya-biaya (termasuk biaya modal) diminimalkan.
- Keputusan penganggaran modal (capital budgetting) memerlukan suatu estimasi tentang biaya modal.
- Keputusan-keputusan lain seperti leasing, modal kerja juga memerlukan estimasi biaya modal.
Biaya
modal merupakan konsep penting dalam analisis investasi karena dapat
menunjukkan tingkat minimum laba investasi yang harus diperoleh dari
investasi tersebut. Jika investasi itu tidak dapat menghasilkan laba
investasi sekurang-kurangnya sebesar biaya yang ditanggung
maka investasi itu tidak perlu dilakukan.
Lebih
mudahnya, biaya modal merupakan rata-rata biaya dana yang akan dihimpun
untuk melakukan suatu investasi. Dapat pula diartikan bahwa biaya
modal suatu perusahaan adalah bagian (suku rate) yang harus
dikeluarkan perusahaan untuk memberi kepuasan pada para investornya
pada tingkat risiko tertentu.
Biaya modal dapat
dihitung berdasarkan biaya untuk masing-masing sumber dana atau
disebut biaya modal individual. Biaya modal individual dihitung
tiap jenis modal. Namun apabila perusahaan menggunakan beberapa
sumber modal maka biaya modal yang dihitung adalah biaya
modal rata-rata tertimbang (Weightedf average cost of capital/WACC) dari seluruh modal yang digunakan.
Konsep
Biaya Modal erat hubungannya dengan konsep mengenai
pengertian tingkat keuntungan yang disyaratkan (required rate
of return). Tingkat keuntungan yang disyaratkan sebenarnya dapat
dilihat dari dua pihak yaitu sisi investor dan perusahaan.
Dari sisi investor, tinggi rendahnya required rate of return
merupakan tingkat keuntungan (rate of return) yang mencerminkan
tingkat resiko dari aktiva yang dimiliki. Sedangkan
bagi perusahaan yang menggunakan dana (modal), besarnya required
rate of return merupakan biaya modal (cost of capital) yang
harus dikeluarkan untuk mendapatkan modal tersebut. Biaya
modal bisanya digunakan sebagai ukuran untuk menentukan
diterima atau ditolaknya suatu usulan investasi (sebagai
discount rate), yaitu dengan membandingkan tingkat keuntungan
(rate of return) dari usulan investasi tersebut dengan biaya modalnya.
2. Apa factor-factor yang Menentukan Biaya Modal
Variabel-variabel penting yang mempengaruhi biaya modal antara lain:
- Keadaan-keadaan umum perekonomian. Faktor ini menentukan tingkat bebasrisiko atau tingkat hasil tanpa risiko.
- Daya jual saham suatu perusahaan. Jika daya jual saham meningkat, tingkat hasil minimum para investor akan turun dan biaya modal perusahaaan akan rendah.
- Keputusan-keputusan operasi dan pembiayaan yang dibuat manajemen. Jika manajemen menyetujui penanaman modal berisiko tinggi atau memanfaatkan utang dan saham khusus secara ekstensif, tingkat risiko perusahaan bertambah. Para investor selanjutnya meminta tingkat hasil minimum yang lebih tinggi sehingga biaya modal perusahaan meningkat pula.
- Besarnya pembiayaan yang diperlukan. Permintaan modal dalam jumlah besar akan meningkatkan biaya modal perusahaan.
3. Apa saja Asumsi-Asumsi Model Biaya Modal
Asumsi-asumsi dalam model biaya modal diantaranya:
- Risiko bisnis bersifat konstan. Risiko bisnis merupakan potensi tingkat perubahan return atas suatu investasi. Tingkat risiko bisnis dalam suatu perusahaan ditentukan dengan kebijakan manajemen investasi.
- Biaya modal merupakan suatu kriteria investasi yang hanya tepat untuk suatu investasi yang memiliki risiko bisnis setingkat dengan aktiva-aktiva yang telah ada.
- Risiko keuangan bersifat konstan. Risiko keuangan didefinisikan sebagai peningkatan variasi return atas saham umum karena bertambahnya pemanfaatan sumber pemiayaan hutang dan saham istimewa. Biaya modal dari sumber individual merupakan fungsi dari struktur keuangan berjalan.
- Kebijakan dividen bersifat konstan. Asumsi ini diperlukan dalam menaksir biaya modal yang berkenaan dengan kebijakan dividen perusahaan. Asumsi ini menyatakan bahwa rasio pembayaran dividen (dividen/laba bersih) juga konstan.
4. Cost of Retained Earning
Biaya
modal yg terjadi jika laba ditahan (LD) digunakan untuk reinvestasi di
perusahaan yang bersangkutan, biaya tersebut sebesar tingkat
keuntungan investasi (rate of return) yang diisyaratkan
diterima oleh para investor. Jika ”LD” diinvestasikan pada perusahaan
lain akan memproleh keuntungan yang besarnya sama dg keuntungan jika
perusahaan reinvestasi sendiri ”LD” tsb.
- Biaya modal dihitung berdasarkan biaya untuk masing-masing sumber dana (biaya modal individual).
- Namun, jika perusahaan menggunakan beberapa sumber modal maka biaya modal yangdihitung adalah biaya modal rata-rata tertimbang dari seluruh modal yang digunakan.
- Biaya modal rata-rata tertimbang ini disebut dengan ”weight average cost of capital” (WACC).
- Konsep biaya modal erat kaitannya dg konsep tingkat keuntungan yg disyaratkan (requiredrate of return) yg dapat dilihat dari 2 sisi yaitu investor & perusahaan.
- Tinggi rendahnya required rate
- Sisi investor, of return mrp tingkat keuntungan (rate of return) yg mencerminkan tingkat risiko dari aktiva yang dimiliki.
- Sisi perusahaan yg menggunakan dana (modal), besarnya required rate of return merupakan biaya modal (cost of capital) yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan modal tersebut.
5. Fungsi Biaya Modal
a. Terkait dengan pajak yang dikenakan pada perusahaan.
Biaya
modal yang dikenakan pada modal pinjaman berbeda dengan
biaya modal dari modal sendiri. Konsep perhitungan biaya modal
didasarkan pada perhitungan :
- Sebelum pajak (before tax basis), Perlu disesuaikan dulu dengan pajak sebelum dilakukan peritungan biaya modal rata-ratanya seperti obligasi.
- Setelah pajak (after tax basis)
b. Sebagai Discount Rate
Untuk
menentukan diterima atau ditolaknya suatu usulan
investasi yaitu dengan membandingkan tingkat keuntungan (rate of
return) dari usulan investasi tersebut dengan biaya modalnya. Biaya
modal di sini adalah biaya modal yang menyeluruh (overall cost of
capital). Misalnya jika kita menggunakan metode Net Present Valueatau
Profitability Index untuk menentukan diterima atau ditolaknya suatu
usulan investai, maka biaya modal berfungsi sebagai “discount rate”
yang digunakan untuk menghitung nilai sekarang dari proceeds dan
pengeluaran investasi.
6. Biaya Hutang
Biaya
hutang dapat didefinisikan sebagai bagian yang harus diterima dari
suatu investasi agar tingkat hasil minimum para kreditor terpenuhi.
Jika perusahaan menggunakan obligasi sebagai sarana untuk
memperoleh dana dari hutang jangka panjang, maka biaya
hutang adalah sama
dengan Kd atau Yield To Maturity
(YTM)yaitu tingkat keuntungan yang dinikmati oleh pemegang atau pembeli
obligasi. Biaya hutang dapat dicari dengan cara:
a. Biaya Modal dari Hutang Jangka Pendek
Hutang jangka pendek seperti hutang perniagaan, hutang wesel, kredit bank.
Contoh 1:
Misalkan cash discount yang hilang selama 1 tahun sebesar Rp.5.000.000,- dan hutang perniagaan rata-rata Rp.50 juta.
Maka,
Biaya modal sebelum pajak = 5 juta / 50 juta x 100% = 10%
Misal pajak 40% ;
Biaya modal sesudah pajak = 10% x (100%-40%) = 6%
Contoh 2
Bank
memberikan kredit jangka pendek sebesar Rp.100 juta dengan bunga 2% per
bulan selama 8 bulan. Syarat aktiva yang dijadikan jaminan harus
diasuransikan selama umur kreditnya dg premi asuransi Rp.5 juta.
Maka :
Uang yg diterima dari bank = Rp. Pinjaman – (bunga 8 bln + premi asuransi)
= Rp. 100 juta – (Rp.16 juta + Rp. 5 juta)
= Rp. 79 juta.
Beban yg sebenarnya di tanggung peminjam = Rp.21 juta
Jadi biaya kredit sebelum pajak = Rp.21 juta / Rp.79 juta x 100% = 26%.
Biaya kredit per bulan = 26% / 8 = 3,25%
Misal tingkat pajak 25 %.
Biaya modal sesudah pajak = 3,25% x(100%-25%)= 2,43 % per bulan.
b. Biaya Modal Jangka Panjang
Biaya modalnya dgn memperhitungkan jumlah neto yg diterima dg pengeluaran kas yg terjadi karena penggunaan dana tersebut.
Contoh :
Obligasi
dikeluarkan dengan nominal per lembar Rp.100 juta dan umurnya 10
tahun. Hasil penjualan neto yg diterima adalah Rp.97.000.000,- Bunga
obligasi 4% per tahun. Berapa cost of bond ?
Jawab :
1. Dana rata-rata selama 10 tahun = (100 jt + 97 jt) /2 = 98,5 jt
2. Selisihnya dialokasikan untuk 10 thn = 3 jt /10 thn = 300.000 (+bunga)
Bunga = 4% x 100 jt = 4 jt
Beban per tahun (average annual cost ) = 4 jt + 300.000 = Rp4,3 jt
3. Menghitung biaya rata-rata per tahun = (4,3 jt /98,5 jt) x 100% = 4,4%
4. Misal tingkat pajak 25% ,
Maka biaya modal = 4,4% x (100% - 25%) = 3,3%.
7. Biaya Modal Saham Preferen (Cost of Preferred Stock)
Biaya saham preferen adalah sama dengan tingkat keuntungan yang dinikmati pembeli saham preferen.
Kp = Dp/Pn
Dimana:
Kp = biaya saham preferen
Dp = deviden saham preferen
Pn = harga saham preferen bersih yang diterima (harga setelah dikurangi flotation cost)
Biaya
penggunaan dana dari penjualan saham preferen (cost of preferred
stock)dihitung dgn membagikan deviden per lembar saham preferen (Dp) dgn
harga neto (net Price) yg diperoleh dari penjualan saham preferen per
lembarnya.
Contoh :
Suatu
perusahaan mengeluarkan saham preferen yg baru dengan nilai nominal
Rp.10.000,- per lembar dan deviden sebesar Rp.600,- Penjualan neto saham
tersebut sebesar Rp.9.000,- per lembarnya. Berapa biaya modal saham
preferen (cost of preferred stock) ?
Jawaban:
Biaya modal saham preferen = Dp / Pn
Biaya modal saham preferen = 600 / 9000 = 6,67%.
8. Biaya Modal Saham Biasa dan Laba ditahan
Biaya
modal saham biasa dan laba ditahan atau sering disatukan menjadi biaya
modal sendiri (biaya ekuitas) atau kadang-kadang disebut biaya modal
saham biasa saja. Biaya modal ekuitas merupakan biaya yang dikeluarkan
perusahaan yang memperoleh dana dengan menjual saham biasa atau
menggunakan laba ditahan untuk investasi.
r s = D1 / P0 + g
Dimana :
rs = biaya modal ekuitas
D1 = Deviden saham yang diharapkan pada tahun pertama
P0 = harga saham saat ini
g = tingkat pertumbuhan
9. Biaya Laba Ditahan (Cost of Retained Earning)
Biaya
laba ditahan adalah sama dengan tingkat keuntungan yang disyaratkan
investor pada saham biasa perusahaan yang bersangkutan. Dasarnya adalah
prinsip opportunity cost. Jika laba tidak ditahan, laba tersebut
dibagiakan dalam bentuk deviden. Jika laba tersebut ditahan
berarti pemegang saham menginvestasikan kembali laba yang menjadi haknya
ke perusahaan (flow back fund).
Ada tiga cara menaksir biaya modal laba ditahan:
1. Pendekatan CAPM
Ks = bunga bebas risiko + premi risiko
Ks = krf + bi (km – krf)
Dimana:
Ks = tingkat keuntungan yang disyaratkan pada saham perusahaan I,
Krf = bunga bebas risiko
Km = tingkat keuntungan yang disyaratkan pada portofolio pasar
Bi = beta saham perusahaan i.
2. Pendekatan discounted cash flow
Model yang digunakan untuk estimasi adalah Gordon Model:
D1
Po = ———–
Ks – g
Maka,
D1
Ks = ———– + g
Po
D1 = Deviden akhir periode
Po = Harga saham awal periode
g = tingkat pertumbuhan deviden.
3. Pendekatan bond yield plus risk premium
Ks = tingkat keuntungan obligasi perusahan + premi risiko
Biaya Saham Biasa Baru (Cost of New Common Stock)
Biaya
modal saham biasa baru biasanya lebih tinggi dari biaya modal laba
ditahan, karena penjualan saham baru memerlukan biaya emisi atau
flotation cost. Biaya emisi akan mengurangi penerimaan perusahaan dari
penjualan saham.
D1
Ksb = —————– + g
Po (1 –FC)
Ksb = biaya saham biasa baru
FC = flotation cost
10. Biaya Modal Keseluruhan (Weighted average cost of capital/WACC) :
Biaya
modal secara keseluruhan merupakan biaya modal yang
memperhitungkan seluruh biaya atas modal yang digunakan oleh
perusahaan. Biaya modal yang diperhitungkan merupakan biaya modal dari
seluruh jenis modal yang digunakan. Karena biaya modal dari
masing-masing
sumber dana berbeda-beda, maka untuk
menetapkan biaya modal dari perusahaan secara keseluruahn
perlu dihitung biaya modal rata-rata tertimbangnya (Weighted average
cost of capital / WACC). Sebagai unsure penimbanngnya adalah
proporsi dana bagi setiap jenis atau sumber modal yang digunakan
dalam investasi proyek tersebut.
Weighted Average Cost of Capital
Jika pembiayaan suatu investasi berasal dari berbagai sumber pendanaan, maka biaya
modal dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang.
WACC = [Wd x Kd (1- tax)] + [Wp x Kp] + [Ws x (Ks atau Ksb)]
WACC = biaya modal rata-rata tertimbang
Wd = proporsi hutang dari modal
Wp = proporsi saham preferen dari modal
Ws = proporsi saham biasa atau laba ditahan dari modal
Kd = biaya hutang
Kp = biaya saham preferen
Ks = biaya laba ditahan
Ksb = biaya saham biasa baru.
Sumber
modal
Jlh Rp. Biaya penggunaan modal
Hutang
Jk, Panjang
60 jt 6% (sebelum tax)
Saham Preferen 10 jt 7%
Modal sendiri 130 jt 10%
Jumlah 200 jt
Tingkat pajak perseroan = 25%.
Berapa Biaya Modal Rata-rata ?
Jawab :
Biaya modal hutang (setelah pajak) = 6% x (100% -25%) = 4,5%
11. Marginal Cost of Capital
Marginal
cost of capital adalah biaya memperoleh rupiah tambahan
sebagai modal baru. Pada umumnya marginal cost of capital
akan meningkat sejalan dengan meningkatnya penggunaan
modal. Pada umumnya perusahaan akan menggunakan laba ditahan
untuk menambah modal baru menerbitkan saham baiasa baru. Dengan
demikian diperlukan suatu titik dimana kebutuhan modal sendiri harus
dipenuhi dengan penjualan saham biasa baru. Titik dimana marginal cost
of capital naik sering disebut Break Point.
Jumlah laba ditahan
Break point = ——————————————————-
Bagian modal sendiri dalam struktur modal
Last modified: Sunday, 19 July 2020, 10:47 PM