Soal dan Pembahasan 1

Biaya modal (cost of capital) adalah biaya riil yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana baik yang berasal dari hutang, saham preferen, saham biasa, maupun laba ditahan untuk mendanai suatu investasi atau operasi perusahaan. 

Pada umumnya orang menganggap bahwa biaya modal yang berasal dari hutang yang dipinjam dari bank hanya berupa tingkat bunga yang ditetapkan oleh bank dalam kontrak perjanjian hutang (contractual interest). Hal ini benar kalau jumlah uang yang diterima sama besarnya dengan jumlah nominal utangnya. Tetapi, dalam kenyataannya seringkali dijumpai bahwa penerima kredit harus membayar biaya administrasi, biaya asuransi, dan sebagainya. 

Biaya-biaya tersebut sering tidak dicantumkan dalam perjanjian kredit sehingga terjadi jumlah uang yang diterima itu lebih kecil daripada jumlah nominal utangnya. 

Contoh:

Tuan ALK akan meminjam uang sebesar Rp. 1.000.000 dengan bunga 2% per bulan untuk waktu 6 bulan. Biaya administrasi dan biaya lainnya Rp. 50.000. 

Jadi biaya untuk memperoleh modal pinjaman tersebut adalah biaya bunga ditambah biaya administrasinya yaitu :

= (2% x 6 bulan x Rp. 1.000.000) + Rp. 50.000 = Rp. 170.000. 

Biaya modal per bulan:

= (Rp. 170.000 : Rp. 1.000.000) : 6 = 0,0283 atau 2,83%. (nilah sebagai biaya modal yang secara riil dibayar perusahaan) 


Seandainya Jika biaya modal pinjaman tanpa ditambah biaya administrasinya yaitu:

= 2% x 6 bulan x Rp. 1.000.000 = Rp. 120.000. 

Biaya modal per bulan:

= (Rp. 120.000 : Rp. 1.000.000) : 6 = 0,02 atau 2%. 

Kesimpulan:

Dengan demikian biaya modal dari penggunaan hutang yang secara riil harus ditanggung atas penerimaan kredit adalah lebih besar daripada tingkat bunga menurut kontrak.



Terakhir diperbaharui: Sunday, 26 July 2020, 23:13