14.5. HARGA POKOK PERSEDIAAN
Dasar utama yang digunakan dalam akuntansi persediaan adalah harga pokok (cost) yang dirumuskan sebagai harga yang dibayar atau yang dipertimbangkan untuk memperoleh suatu aktiva. Dalam hubungannya dengan persediaan,harga pokok adalah jumlah semua pengeluaran-pengeluaran langsung dan tidak langsung yang berhubungan dengan perolehan,penyiapan dan penempatan persediaan tersebut agar dapat dijual
potongan pembelian
Dasar pembelian barang sering ada ketentuan mengenai cara pembayaran, apabila dibayar dalam jangka waktu tertentu akan diberi potongan. Potongan seperti ini disebut potongan tunai yang dalam akuntansi dicatat dalam rekening potongan pembelian. Pada prinsipnya potongan yang diterima adalah pengurangan terhadap harga pokok persediaan. Tetapi kadang-kadang ditemui adanya perlakuan terhadap potongan pembelian sebagai saat pembelian,sedangkan dalam akuntansi laba hanya timbul dari penjualan barang atau jasa dan bukannya timbul dari pembelian.
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencatat potongan pembelian sebagai pengurangan terhadap harga pokok yaitu:
Misal: pada tanggal 1 desember 2005 dibeli barang dagangan dengan harga faktur Rp. 500.000,00. Syarat pembayaran 2/10, n/30. Pembayaran utang dilakukan pada tanggal 10 desember 2005 sehingga diperoleh potongan pembelian sebesar 2%.
pembelian dicatat dengan harga brutoTanggal 1 desember 2005:
Pembelian (persediaan barang) 500.000,00
Utang 500.000,00
Tanggal 10 desember 2005:
Utang 500.000,00
Potongan pembelian 10.000,00
Kas 490.000,00
Apabila pembayaran utang dilakukan sesudah tanggal 10 desember 2005 berarti tidak diperoleh potongan,pembayaran sebesar 500.000,00 dicatat dengan jurnal sebagai berikut:
Utang 500.000,00
Kas 500.000,00
Pembelian dicatat dengan harga netoDalam cara ini ada dua cara mencatat utang yaitu dengan jumlah neto atau dengan jumlah bruto.