10.2. Prosedur Pembuatan Rekonsiliasi

1)             Mencek kembali penghitungan saldo R/K-kantor cabang.

2)             Mencek kembali penghitungan saldo R/K-kantor pusat.

3)             Mencari penyebab perbedaan dengan cara membandingkan R/K Kantor Pusat dengan R/K kantor cabang. (R/K merupakan key presensi hari ini))

·      Membandingkan rekening debit R/K kantor cabang yang harus diikuti dg pengkreditan R/K kantor pusat, misal: pengiriman aktiva, pembebanan biaya kantor pusat kepada kantor cabang.

·       Membandingkan rekening kredit R/K kantor pusat yang harus diikuti dg pendebitan R/K kantor cabang, misal: laba kantor cabang yang belum diakui kantor pusat, penagihan piutang kantor pusat oleh kantor cabang.

·      Meringkas hasil perbandingan dengan format sebagai barikut :

 

Transaksi

Rekening Kantor Cabang

Rekening Kantor Pusat

 

Keterangan

Misal:

Saldo Awal

Pengiriman brg dag ke cabang.

D

50.000.000

28.000.000

K

50.000.000

26.000.000

 

Sudah cocok

Belum cocok (Cabang mengkredit terlalu kecil.

Pembebanan biaya pada cabang

4.000.000

2.000.000

Belum cocok (karena Pusat mendebet terlalu besar)

Pencatatan laba kantor cabang

4.300.000

3.400.000

Belum cocok (karena Pusat mengakui laba cabang terlalu kecil


4)             Menganalisa penyebab perbedaan:

Berdasarkan pengaruhnya terhadap R/K kantor cabang dan R/K kantor pusat penyebab perbedaan tersebut dikelompokkan menjadi 4, yaitu:

a.        Penyebab yang berakibat saldo R/K kantor cabang terlalu besar, misalnya transaksi:

a)        Pengiriman kas dari kantor cabang masih dalam perjalanan

b)        Pengembalian barang dagangan dari kantor cabang masih dalam perjalanan

c)         Pengiriman kas atau aktiva lain ke kantor cabang telah dicatat terlalu besar oleh kantor pusat.

d)        Pembebanan biaya kepada kantor cabang dicatat terlalu besar oleh kantor pusat.

e)        Pengakuan laba kantor cabang yang terlalu besar atau rugi yang terlalu kecil.

 

b.        Penyebab yang berakibat saldo R/K kantor cabang terlalu kecil, misalnya transaksi:

a)        Penagihan piutang kantor pusat yang dilakukan oleh kantor cabang.

b)        Laba kantor cabang yang belum diakui atau diakui terlalu kecil oleh kantor pusat.

c)         Pembebanan biaya kepada kantor cabang yang dicatat terlalu kecil oleh kantor pusat.

d)        Pengiriman aktiva dari kantor pusat ke kantor cabang yang terlalu kecil.

e)        Pengiriman aktiva dari kantor cabang ke kantor pusat yang terlalu besar.

f)          Rugi kantor cabang yang dicatat terlalu besar oleh kantor pusat.

 

c.          Penyebab yang berakibat saldo R/K kantor Pusat terlalu besar, misalnya: transaksi:

a)        Penagihan piutang kantor cabang yang dilakukan oleh kantor pusat dicatat terlalu besar.

b)        Pengirirman barang dagangan dari kantor Pusat yang dinilai terlalu besar oleh kantor cabang.

c)         Pengiriman kas atau aktiva lain ke kantor Pusat telah dicatat terlalu besar oleh kantor cabang.

d)        Pembebanan biaya kepada kantor Pusat yang dicatat terlalu besar oleh kantor cabang.

d.        Penyebab yang berakibat saldo R/K kantor Pusat terlalu kecil, misalnya transaksi:

a)        Pengiriman barang dagangan dari kantor pusat yang masih dalam perjalanan

b)        Pengiriman barang dagangan dari kantor pusat yang dicatat terlalu kecil oleh kantor cabang.

c)         Pengiriman kas atau aktiva lain ke kantor pusat telah dicatat terlalu besar oleh kantor cabang.

d)        Pembebanan biaya oleh kantor pusat yang dicatat terlalu kecil oleh kantor cabang.

 

5)             Mencari saldo yang benar untuk masing-masing rekening dengan penghitungan sebagai berikut:

 

Saldo per catatan                                                                    xxxx

Ditambah:

Penyebab yang berakibat saldo terlalu rendah               xxxx +

                                                                                          xxxx

Dikurangi:

Penyebab yang berakibat saldo terlalu besar                  xxxx –

Saldo yang benar                                                                    xxxx

 

 

6)             Membuat jurnal koreksi dan jurnal penyesuaian sesuai dari penyebab terjadinya perbedaan.

 


 

 

 

 



1)      Rekonsiliasi adalah prosedur pengecekan, pembandingan dan analisa terhadap perbedaan atau selisih yang terjadi antara rekening koran kantor pusat dan kantor cabang.

2)      Tahapan analisa dalam rekonsiliasi meliputi mangamati penyebab perbedaan rekening timbal balik secara seksama dan menghitung kembali baik yang bersumber dari kantor cabang maupun kantor pusat.

3)      Perbedaan pencatatan transaksi oleh pusat atau oleh cabang selanjutnya akan menyebabkan rekening timbal balik di pusat lebih besar atau sebaliknya lebih kecil. Demikian juga halnya perbedaan tersebut akan menyebabkan rekening timbal balik di cabang lebih besar atau sebaliknya lebih kecil.

 

 
 

 

 

 

 

 



Terakhir diperbaharui: Tuesday, 15 March 2022, 16:08