15.2. Contoh Kasus Penjualan Angsuran
KASUS PENJUALAN ANGSURAN
PT Iron telah membeli sebidang tanah di daerah Tembung dengan harga perolehan Rp. 250 juta. Selain itu PT Iron juga membayar biaya atas pembelian tanah tersebut sebesar Rp. 10.juta.
Pada tanggal 1 Maret 2014, PT Joy membeli tanah tersebut dengan harga Rp. 400 juta dengan membayar uang muka sebesar Rp. 100 juta. Sisanya akan dibayar secara angsuran sebanyak 10 kali per semester dengan jumlah angsuran sebesar Rp. 30 juta. PT Iron mengenakan bunga 18% pertahun terhadap sisa angsuran. Komisi dan beban penjualan dibayar tunai sebesar 2% dari harga jual. Periode akuntansi perusahaan sama dengan tahun fiskal.
Diminta : Catatlah transaksi-transasksi tersebut ke dalam jurnal untuk tahun 2014 dan 2015 dengan menggunakan Laba kotor diakui pada saat penjualan dan Laba kotor diakui pada saat realisasi penerimaan kas