15.4. Lanjutan Contoh Kasus
Total laba kotor kedua metode tersebut pada akhirnya sama yaitu sebesar Rp. 140 juta. Perbedaaan adalah pada periode pengakuan.
Metode pengakuan pada periode penjualan mengakui laba kotor sebesar Rp. 140 juta pada tahun 2014 sedangkan metode pengakuan saat realisasi pembayaran mengakui secara bertahap sebagaimana tabel dibawah ini
|
Tahun |
Penerimaan Angsuran |
% Laba Kotor |
Pengakuan Laba Kotor |
|
2014 |
130.000.000 |
35% |
45.500.000 |
|
2015 |
60.000.000 |
35% |
21.000.000 |
|
2016 |
60.000.000 |
35% |
21.000.000 |
|
2017 |
60.000.000 |
35% |
21.000.000 |
|
2018 |
60.000.000 |
35% |
21.000.000 |
|
2019 |
30.000.000 |
35% |
10.500.000 |
|
|
400.000.000 |
|
140.000.000 |
Terakhir diperbaharui: Tuesday, 15 March 2022, 15:39