Situasi

Berbicara tentang masalah situasi adalah rumit. Juga menentukan awal dan akhir situasi kadang-kadang tidak mudah. Adapun situasi terdiri dari berbagai unsur berikut ini.

1. Tempat, yaitu gedung atau lapangan, kota atau desa, dan sebagainya di mana peristiwa terjadi.

2. Waktu, yaitu jam, hari, dan -abad atau jangka waktu yang panjang atau pendek.

3. Benda, bahan alam, termasuk tanaman dan binatang, serta barang yang diciptakan oleh manusia.

4. Orang yang bertindak dalam situasi itu.

5. Struktur sosial dan lembaga-lembaga sosial.

6. Gagasan dan pikiran.

7. Kejadian yang dilakukan atau dialami oleh orang-orang dalam situasi.

Biasanya kita tidak mungkin menyelidiki semua unsur-unsur dalam situasi dengan seksama. Pertanyaannya bagaimana kita menentukan unsur-unsur yang penting? Contoh: mengevaluasi tentang pembangunan. Apakah cara mengevaluasi kita lakukan berdasarkan pertimbangan ekonomis atau kestabilan politik? Atau berdasarkan pemerataan pendapatan? Pandangan kita tentang apa yang penting dalam situasi tertentu dan apa yang kurang penting, mempengaruhi penilaian kita tentang apa yang baik dan apa yang perlu kita lakukan.

Juga pengertian situasi dipengaruhi oleh nilai-nilai kita, kepentingan- kepentingan kita, pengalaman kita, prasangka kita, dan faktor-faktor subjektif yang lebih banyak dipengaruhi oleh sikap mental kita daripada situasi itu sendiri. Contoh pengalaman : orang yang pemah diperlakukan tidak adil lebih dapat merasakan dan mampu mengerti situasi dan perasaan orang lain yang diperlakukan tidak adil. Contoh lain: wanita yang pemah diceraikan oleh suaminya pada umumnya lebih mudah mengerti situasi dalam keadaan frustasi, akibat diceraikan suami. Contoh sikap mental: seorang bapak barangkali lebih mudah dan mengerti kebutuhan yang dirasakan anaknya yang sedang menangis, seandainya si bapak dalam keadaan segar bugar. Tetapi dalam situasi letih dan otak penuh dengan berbagai pikiran, ia kurang mengerti kebutuhan yang dirasakan si anak.


Last modified: Sunday, 9 October 2022, 8:03 PM