7.4 Reorder Point (ROP) dan Safety Stock

Pembelian bahan baku/barang memerlukan waktu, dimulai dari pemesanan sampai dengan bahan baku/barang diterima oleh perusahaan. Tenggang waktu antara pemesanan bahan baku/barang dengan diterimanya barang disebut dengan istilah lead time. Pada saat lead time tersebut perusahaan harus menyediakan persediaan pengaman (safety stock) agar tidak kehabisan bahan. Waktu yang tepat untuk memesan bahan baku/barang dapat ditentukan berdasarkan kebutuhan pada saat lead time dan tingkat persediaan keamanan.

Titik pemesanan bahan baku/barang atau reorder point adalah titik yang menunjukkan harus segera dilakukan pemesanan bahan baku/barang sehingga penerimaan bahan baku/barang tersebut tepat waktu pada saat persediaan di atas safety stock sama dengan nol.

Dalam penentuan/penetapan Reorder Point harus diperhatikan faktor-faktor sebagai berikut :

  • Lead Time: waktu yang dibutuhkan antara bahan baku dipesan hingga sampai di perusahaan. Lead Time ini akan mempengaruhi besarnya bahan baku yang digunakan selama masa lead time, semakin lama lead time maka akan semakin besar bahan yang diperlukan selama masa lead time.
  • Tingkat pemakaian bahan baku rata-rata per satuan waktu tertentu (Average Usage).
  • Persediaan pengaman (Safety Stock):  jumlah persediaan bahan minimum yang harus dimiliki oleh perusahaan

Dalam menentukan besarnya safety stock, faktor-faktor yang jadi pertimbangan diantaranya:

  • Faktor pengalaman
  • Faktor dugaan
  • Faktor biaya
  • Faktor keterlambatan


Rumus Reorder Point:

    Reorder Point  =  Penggunaan bahan rata-rata perhari x lead time + Kebutuhan Safety Stock

                             = (LT x AU) + SS


Keterangan:

LT            = Lead Time
AU
           = Average Usage  (pemakaian rata-rata)
SS
            = Safety Stock

 

Reorder Point dapat ditetapkan dengan berbagai cara, antara lain:

  • Dengan menetapkan jumlah penggunaan selama lead time dan ditambah dengan persentase tertentu.
  • Dengan menetapkan penggunaan selama lead time dan ditambah dengan penggunaan selama periode tertentu sebagai safety stock.


Contoh 1:

Diketahui bahwa kebutuhan bahan baku setahun sebanyak 1.200 kg. ini berarti kebutuhan bahan baku per hari sebanyak :

 = 1200 kg/360

 = 3,33 kg

Seandainya lead time 10 hari, maka kebutuhan bahan baku selama lead time = 3,33 kg x 10 = 33,3 kg. Apabila perusahaan tidak menetapkan kebijaksanaan safety stock, maka Reorder Point = 33,3 kg. sedangkan apabila perusahaan ada menetapkan safety stock, misalnya sebesar 100 kg, maka Reorder Point = 33,3 kg + 100 kg = 133,3 kg.


Contoh 2 :

1.     PT. Demi Tanah Air menetapkan lead time bahan baku A selama 4 minggu, pemakaian rata- rata sebesar 250 kg per minggu. Tentukan ROP jika:

                a. safety stock ditaksir sebesar pemakaian rata-rata untuk 2 minggu

                b. safety stock ditetapkan sebesar 750 kg

Jawab:

a.           Jika safety stock ditaksir sebesar pemakaian rata-rata untuk 2 minggu:
Reorder Point = (L
T x AU ) + SS
                       = (4 x 250) + (2 x 250)
Reorder Point = 1.500 kg

 

b.           Jika safety stock ditetapkan sebesar 750 kg:

Reorder Point = (LT x AU ) + SS
                       = (4 x 250) + 750

Reorder Point = 1.750 kg



Terakhir diperbaharui: Monday, 17 April 2023, 20:37