A. Lingkungan Pemasaran Internal
A. Lingkungan Pemasaran Internal
Lingkungan pemasaran internal adalah kegiatan-kegiatan internal perusahaan yang dapat dikendalikan, artinya, untuk mencapai tujuan dan menjalankan strategi pemasaran, pemasar mampu melakukan pengendalian atau pengaturan atas operasi kegiatan-kegiatan tersebut seperti yang dikehendaki perusahaan.
Komponen-komponen ini dapat dikelompokkan dalam Five
Ms of the business, yaitu: 1. Men (Manusia) 2. Money (Uang/ Modal) 3. Machinery (Mesin) 4. Materials (Bahan) 5. Markets (Pasar) Lingkungan pemasaran internal berada di bawah
kendali pemasar dan dapat diubah dengan perubahan lingkungan eksternal. Namun
demikian, lingkungan pemasaran internal sama pentingnya bagi bisnis. Lingkungan
ini termasuk departemen penjualan, departemen pemasaran, unit manufaktur,
departemen sumber daya manusia, dll. Dalam Lingkungan pemasaran Internal terdapat 2 bagian : Lingkungan
ini dikenal juga dengan bauran pemasaran atau 4P. Ada empat kegiatan yang harus
diperhatikan oleh seorang pemasar, yaitu: a. Product
(produk). Setiap
perusahaan harus memiliki perencanaan yang baik dalam memproduksi barang/jasa.
Apa pun yang ditawarkan harus dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar.
Maka hal ini berhubungan dengan perencanaan produksi yang dilakukan. b. Price
(harga). Harga
harus ditentukan berdasarkan analisa mendalam. Tidak hanya berdasarkan harga
pesaing, tetapi juga disesuaikan dengan daya beli target, biaya produksi, dan
sebagainya. Strategi ini harus dilakukan dengan baik agar perusahaan tidak rugi
dan produk dapat dibeli oleh masyarakat. c. Place (tempat). Maksud
dari tempat di sini adalah di mana sebuah produk dipasarkan. Semakin strategis
atau mudah diakses oleh pasar, maka akan semakin meningkat penjualannya. Di era
digital saat ini tempat tidak lagi dipandang sebagai bangunan, namun pemasaran
secara online di marketplace atau aplikasi mobile pun
menjadi pertimbangan. d. Promotion
(promosi). Ini
adalah strategi yang digunakan untuk mengenalkan produk ke pasar. Ada banyak
aspek yang bisa dimanfaatkan, seperti kelebihan produk, keunikan dibandingkan
produk pesaing, ragam/jenis-jenis produk, dan sebagainya. Jika seorang pemasar
mampu mengemas pesan dengan baik, maka mampu menarik perhatian pasar. a. Produksi / Operasional. Aspek
ini mencakup teknologi yang digunakan untuk produksi, kapasitas perusahaan dalam
menghasilkan produknya, efisiensi internal, hingga kemampuan mengendalikan
pemasok atau bahan baku. b. Keuangan.
Aspek
keuangan tidak hanya berupa kondisi aset yang dimiliki, tetapi juga dilihat
dari bagaimana perusahaan mengendalikan arus kas, akses memperoleh kredit,
dukungan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan, dan sebagainya. c. Sumber
Daya Manusia (SDM). Bagian
ini tentu saja berkaitan dengan tenaga kerja, kualitas pegawai, sistem
pengembangan kemampuan, serta mekanisme kompensasi yang diberikan. Seorang
pemasar pun harus memiliki pengetahuan tentang manajemen SDM sebab mereka
termasuk aset perusahaan yang harus dijaga dengan baik. d. Pemasaran
Citra
perusahaan adalah hal vital yang mendukung keberhasilan setiap aktivitasnya.
Oleh sebab itu, hal ini perlu dijaga sambil tetap memantau distribusi barang,
strategi penetapan harga, hubungan dengan konsumen dan pihak perantara, dan
pengembangan produk. e. Riset
dan Pengembangan. Saat ini
sejumlah perusahaan gencar melakukan pengembangan dan riset terhadap sumber
daya serta perkembangan pasar. Ini merupakan komitmen mereka untuk bisa
bertahan di tengah perubahan yang semakin dinamis dan tidak terprediksi. Maka
dari itu, banyak perusahaan yang menjalin kerjasama dengan pihak lain agar
hasil risetnya lebih maksimal.1. Lingkungan Internal
(Pemasaran)
2. Lingkungan
Internal (Non-Pemasaran)