Jenis-Jenis dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Modal Kerja
Modal kerja merupakan
kekayaan yang diperlukan oleh perusahaan untuk menyelenggarakan kegiatan
perusahaan sehari-hari. Modal kerja ini akan selalu berputar sedangkan
aktiva lancar yang umumnya akan menjadi uang kas dalam suatu periode
akuntansi.
menurut W.B. Taylor (1995 : 61), jenis-jenis modal kerja dapat dibedakan menjadi dua bentuk yaitu:
1.Modal
Kerja Permanen, yaitu modal kerja yang harus tetap ada pada perusahaan
untuk dapat menjalankan fungsinya, atau dengan kata lain modal kerja
yang secara terus menerus diperlukan untuk kelancaran usaha. Modal kerja
permanen ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
* Modal Kerja Primer, yaitu jumlah modal kerja minimum yang harus ada pada perusahaan untuk menjamin kontinuitas usahanya.
* Modal Kerja Normal, yaitu jumlah modal kerja yang diperlukan untuk menyelenggarakan luas produksi yang normal.
2.
Modal Kerja Variabel, yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah
disebabkan sesuai perubahan keadaan, dan modal kerja ini dibedakan
antara:
* Modal Kerja Musiman, yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah disebabkan karena fluktuasi musim.
* Modal Kerja Siklis, yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah disebabkan Karena fluktuasi konjungsi.
3.Modal
Kerja Darurat, yaitu modal kerja yang besarnya berubah-ubah karena
adanya keadaan darurat yang tidak diketahui sebelumnya (misalnya adanya
pemogokan buruh, banjir, perubahan ekonomi mendadak).
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Modal Kerja
Modal
kerja yang cukup memang sangat penting bagi suatu perusahaan. Menurut
Munawir S (1995 : 117) untuk menentukan jumlah modal kerja yang dianggap
cukup oleh suatu perusahaan bukanlah hal yang mudah. Karena modal kerja
yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan tergantung atau dipengaruhi oleh
beberapa faktor sebagai berikut:
1.Sifat atau tipe dari perusahaan
Modal
kerja dari suatu perusahaan jasa relatif akan lebih rendah bila
dibandingkan dengan kebutuhan modal kerja perusahaan industri, karena
untuk perusahaan jasa tidak memerlukan investasi yang besar dalam kas,
piutang maupun persediaan. Kebutuhan uang tunai untuk membayar
pegawainya maupun untuk membiayai operasinya dapat dipenuhi dari
penghasilan atau penerimaan-penerimaan saat itu juga, sedangkan piutang
biasanya dapat ditagih dalam waktu yang relatif pendek. Sifat dari
perusahaan jasa biasanya memiliki atau harus menginvestasikan
modal-modalnya sebagian besar pada aktiva tetap yang digunakan untuk
memberikan pelayanan atau jasanya kepada masyarakat.
Sedangkan untuk
perusahaan industri, keadaan sangatlah ekstrim karena perusahaan
industri harus mengadakan investasi yang cukup besar dalam aktiva lancar
agar perusahaan tidak mengalami kesulitan dalam operasinya sehari-hari.
2.Waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi atau memperoleh barang yang akan dijual serta harga persatuan barang tersebut.
Kebutuhan
modal kerja suatu perusahaan berhubungan langsung dengan waktu yang
dibutuhkan untuk memperoleh barang yang akan dijual maupun bahan dasar
yang akan diproduksi sampai barang tersebut dijual. Karena semakin
panjang waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi atau memperoleh barang
tersebut semakin besar pula modal kerja yang dibutuhkan. Disamping itu
pokok persatuan barang untuk mempengaruhi besar kecilnya modal kerja
yang dibutuhkan.
3.Syarat pembelian bahan atau barang dagang
Syarat
pembelian barang dagangan atau bahan dasar yang akan dibutuhkan untuk
memproduksi barang sangat mempengaruhi jumlah modal kerja yang
dibutuhkan oleh perusahaan yang bersangkutan. Jika syarat kredit yang
diterima pada waktu pembelian yang menguntungkan, semakin sedikit uang
kas yang harus diinvestasikan dalam persediaan bahan atau barang
dagangan, sebaliknya bila pembayaran atas bahan atau barang yang dibeli
tersebut harus dilakukan dalam jangka waktu yang pendek maka uang kas
yang diperlukan untuk membiayai persediaan semakin besar pula.
4.Syarat penjualan
Semakin
lunak kredit yang digunakan oleh perusahaan kepada para pembeli akan
mengakibatkan semakin besar jumlah modal kerja yang harus diinvestasikan
dalam sektor piutang. Untuk memperendah dan memperkecil jumlah modal
kerja yang harus diinvestasikan dalam piutang dan untuk memperkecil
adanya piutang yang tidak dapat ditagih, sebaiknya perusahaan memberikan
potongan tunai kepada pembeli, karena dengan begitu pembeli akan
tertarik untuk membayar hutangnya dalam periode diskonto tersebut.
5.Tingkat perputaran persediaan
Tingkat
perputaran persediaan menunjukkan berapa kali persediaan tersebut
diganti dalam arti dibeli atau dijual kembali. Semakin tingkat
perputaran persediaan tersebut maka jumlah modal kerja yang dibutuhkan
(terutama yang harus diinvestasikan dalam persediaan) semakin rendah.
Untuk dapat mencapai tingkat perputaran yang tinggi, maka harus diadakan
perencanaan dan pengawasan pekerjaan secara teratur dan efisien. Selain
itu semakin cepat atau semakin tinggi perputaran akan semakin
memperkecil resiko kerugian yang disebabkan karena penurunan harga atau
karena perubahan selera konsumen, disamping itu menghemat ongkos
penyimpanan dan pemeliharaan terhadap persediaan tersebut.