Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia/PUEBI

PENULISAN PARTIKEL

PERTEMUAN KE-9

 

1.          Partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

 

Misalnya:

 

Bacalah buku itu baik-baik!

 

Apakah yang tersirat dalam surat itu?

 

Siapakah gerangan dia?

 

Apatah gunanya bersedih hati?

 

2.          Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.

 

Misalnya:

 

Apa pun permasalahan yang muncul, dia dapat mengata-sinya dengan bijaksana.

 

Jika kita hendak pulang tengah malam pun, kendaraan masih tersedia.

 

Jangankan dua kali, satu kali pun engkau belum pernah berkunjung ke rumahku.

 

Catatan:

 

Partikel pun yang merupakan unsur kata penghubung ditulis serangkai.


 

 

 

 

 

 

 

 

25


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

Misalnya:

 

Meskipun sibuk, dia dapat menyelesaikan tugas tepat pada waktunya.

 

Dia tetap bersemangat walaupun lelah.

 

Adapun penyebab kemacetan itu belum diketahui.

 

Bagaimanapun pekerjaan itu harus selesai minggu de-pan.

 

3.          Partikel per yang berarti demi, tiap, atau mulai ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

 

Misalnya:

 

Mereka masuk ke dalam ruang rapat satu per satu.

 

Harga kain itu Rp50.000,00 per meter.

Karyawan itu mendapat kenaikan gaji per 1 Januari.

 

H.         Singkatan dan Akronim

 

1.          Singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan, atau pang-kat diikuti dengan tanda titik pada setiap unsur singkatan itu.

 

Misalnya:

 

A.H. Nasution              Abdul Haris Nasution

 

H. Hamid                        Haji Hamid

 

Suman Hs.                    Suman Hasibuan

 

W.R. Supratman        Wage Rudolf Supratman

 

M.B.A.                              master of business administration

 

M.Hum.                            magister humaniora

 

M.Si.                                  magister sains

 

S.E.                                   sarjana ekonomi

 

S.Sos.                               sarjana sosial

 

S.Kom.                             sarjana komunikasi

 

S.K.M.                              sarjana kesehatan masyarakat

 

Sdr.                                   saudara

 

Kol. Darmawati           Kolonel Darmawati


 

 

 

 

 

26


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

2.         a. Singkatan yang terdiri atas huruf awal setiap kata nama lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, lembaga pen-didikan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.

 

Misalnya:

 

NKRI              Negara Kesatuan Republik Indonesia

 

UI                    Universitas Indonesia

 

PBB                Perserikatan Bangsa-Bangsa

 

WHO              World Health Organization

 

PGRI               Persatuan Guru Republik Indonesia

 

KUHP             Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

 

b.   Singkatan yang terdiri atas huruf awal setiap kata yang bukan nama diri ditulis dengan huruf kapital tanpa tan-da titik.

 

Misalnya:

 

PT                    perseroan terbatas

 

MAN               madrasah aliah negeri

 

SD                   sekolah dasar

 

KTP                 kartu tanda penduduk

 

SIM                 surat izin mengemudi

 

NIP                  nomor induk pegawai

 

3.         Singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti dengan tanda titik.

 

Misalnya:

 

hlm.                     halaman

 

dll.                        dan lain-lain

 

dsb.                      dan sebagainya

 

dst.                       dan seterusnya

 

sda.                      sama dengan di atas

 

ybs.                      yang bersangkutan

 

yth.                       yang terhormat

 

ttd.                        tertanda

 

dkk.                      dan kawan-kawan


 

 

 

 

27


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

 

4.         Singkatan yang terdiri atas dua huruf yang lazim dipakai dalam surat-menyurat masing-masing diikuti oleh tanda titik.

 

Misalnya:

 

a.n.

atas nama

d.a.

dengan alamat

u.b.

untuk beliau

u.p.

untuk perhatian

s.d.

sampai dengan

 

5.         Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, tim-bangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik.

 

Misalnya:

 

Cu                         kuprum

 

cm                         sentimeter

 

kVA                      kilovolt-ampere

 

l                              liter

 

kg                          kilogram

 

Rp                         rupiah

 

6.         Akronim nama diri yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.

 

Misalnya:

 

BIG                       Badan Informasi Geospasial

 

BIN                       Badan Intelijen Negara

 

LIPI                       Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

 

LAN                      Lembaga Administrasi Negara

 

PASI                     Persatuan Atletik Seluruh Indonesia

 

7.         Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital.


 

 

 

 

 

 

28


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

Misalnya:

 

Bulog                   Badan Urusan Logistik

 

Bappenas          Badan Perencanaan Pembangunan Nasi-

 

onal

Kowani                Kongres Wanita Indonesia

 

Kalteng               Kalimantan Tengah

 

Mabbim              Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indo-

 

nesia-Malaysia

 

Suramadu        Surabaya-Madura

 

8.          Akronim bukan nama diri yang berupa gabungan huruf awal dan suku kata atau gabungan suku kata ditulis dengan huruf kecil.

 

Misalnya:

 

iptek                     ilmu pengetahuan dan teknologi

 

pemilu                 pemilihan umum

 

puskesmas       pusat kesehatan masyarakat

 

rapim                   rapat pimpinan

 

rudal                    peluru kendali

 

tilang                   bukti pelanggaran

 

 

I.            Angka dan Bilangan

 

Angka Arab atau angka Romawi lazim dipakai sebagai lambang bilangan atau nomor.

 

Angka Arab

: 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9

 

Angka Romawi : I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, L (50),

_                     _

C (100), D (500), M (1.000), V (5.000), M (1.000.000)


 

 

 

 

 

 

 

 

29


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

1.         Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika dipakai se-cara berurutan seperti dalam perincian.

 

Misalnya:

 

Mereka menonton drama itu sampai tiga kali.

 

Koleksi perpustakaan itu lebih dari satu juta buku.

 

Di antara 72 anggota yang hadir, 52 orang setuju, 15 orang tidak setuju, dan 5 orang abstain.

 

Kendaraan yang dipesan untuk angkutan umum terdiri atas 50 bus, 100 minibus, dan 250 sedan.

 

2.         a. Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Misalnya:

Lima puluh siswa teladan mendapat beasiswa dari pemerintah daerah.

Tiga pemenang sayembara itu diundang ke Jakarta.

 

Catatan:

 

Penulisan berikut dihindari.

 

50 siswa teladan mendapat beasiswa dari peme-rintah daerah.

 

3 pemenang sayembara itu diundang ke Jakarta.

 

b. Apabila bilangan pada awal kalimat tidak dapat dinya-takan dengan satu atau dua kata, susunan kalimatnya diubah.

 

Misalnya:

 

Panitia mengundang 250 orang peserta.

 

Di lemari itu tersimpan 25 naskah kuno.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

30


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

Catatan:

 

Penulisan berikut dihindari.

 

250 orang peserta diundang panitia.

 

25     naskah kuno tersimpan di lemari itu.

 

3.         Angka yang menunjukkan bilangan besar dapat ditulis se-bagian dengan huruf supaya lebih mudah dibaca. Misalnya:

 

Dia mendapatkan bantuan 250 juta rupiah untuk mengembangkan usahanya.

 

Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 550 miliar rupiah.

 

Proyek pemberdayaan ekonomi rakyat itu memerlukan biaya 10 triliun rupiah.

 

4.         Angka dipakai untuk menyatakan (a) ukuran panjang, be-rat, luas, isi, dan waktu serta (b) nilai uang.

 

Misalnya:

 

0,5 sentimeter

 

kilogram

 

hektare

 

10  liter

 

tahun 6 bulan 5 hari

 

jam 20 menit

 

Rp5.000,00

 

US$3,50

 

£5,10

 

¥100

 

5.         Angka dipakai untuk menomori alamat, seperti jalan, ru-mah, apartemen, atau kamar.

 

Misalnya:

 

Jalan Tanah Abang I No. 15 atau


 

 

 

 

31


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

Jalan Tanah Abang I/15

 

Jalan Wijaya No. 14

 

Hotel Mahameru, Kamar 169

 

Gedung Samudra, Lantai II, Ruang 201

 

6.         Angka dipakai untuk menomori bagian karangan atau ayat kitab suci.

 

Misalnya:

 

Bab X, Pasal 5, halaman 252

 

Surah Yasin: 9

 

Markus 16: 15—16

 

7.         Penulisan bilangan dengan huruf dilakukan sebagai beri-kut.

 

a. Bilangan Utuh

 

Misalnya:

 

dua belas

(12)

tiga puluh

(30)

lima ribu

(5.000)

b. Bilangan Pecahan

 

Misalnya:

 

setengah atau seperdua

(½)

seperenam belas

(16

tiga perempat

(¾)

dua persepuluh

(²∕₁₀)

tiga dua-pertiga

(3⅔)

satu persen

(1%)

satu permil

(1‰)

 

8.         Penulisan bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut.


 

 

 

 

 

32


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

Misalnya:

 

abad XX

 

abad ke-20

 

abad kedua puluh

 

Perang Dunia II

 

Perang Dunia Ke-2

 

Perang Dunia Kedua

 

9.         Penulisan angka yang mendapat akhiran -an dilakukan dengan cara berikut.

 

Misalnya:

 

lima lembar uang 1.000-an  (lima lembar uang seribuan)

 

tahun 1950-an                                (tahun seribu sembilan ra-tus lima puluhan)

uang 5.000-an                                (uang lima ribuan)

 

10.      Penulisan bilangan dengan angka dan huruf sekaligus dilakukan dalam peraturan perundang-undangan, akta, dan kuitansi.

 

Misalnya:

 

Setiap orang yang menyebarkan atau mengedar-kan rupiah tiruan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (2), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan pidana denda paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

 

Telah diterima uang sebanyak Rp2.950.000,00 (dua juta sembilan ratus lima puluh ribu rupiah) untuk pembayaran satu unit televisi.

 

11.      Penulisan bilangan yang dilambangkan dengan angka dan diikuti huruf dilakukan seperti berikut.


 

 

 

 

 

 

 

33


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

Misalnya:

 

Saya lampirkan tanda terima uang sebesar Rp900.500,50 (sembilan ratus ribu lima ratus rupiah lima puluh sen).

 

Bukti pembelian barang seharga Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah) ke atas harus dilampirkan pada laporan per-tanggungjawaban.

 

12.      Bilangan yang digunakan sebagai unsur nama geografi ditulis dengan huruf.

 

Misalnya:

 

Kelapadua

 

Kotonanampek

 

Rajaampat

 

Simpanglima

 

Tigaraksa

 

J.           Kata Ganti ku-, kau-, -ku, -mu, dan –nya

 

Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, sedangkan -ku, -mu, dan -nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

 

Misalnya:

 

Rumah itu telah kujual.

 

Majalah ini boleh kaubaca.

Bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan.

 

Rumahnya sedang diperbaiki.

 

K.          Kata Sandang si dan sang

 

Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

 

Misalnya:

 

Surat itu dikembalikan kepada si pengirim.

 

Toko itu memberikan hadiah kepada si pembeli.

 

Ibu itu menghadiahi sang suami kemeja batik.


 

 

 

 

34


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

Sang adik mematuhi nasihat sang kakak.

 

Harimau itu marah sekali kepada sang Kancil.

Dalam cerita itu si Buta berhasil menolong kekasihnya.

 

Catatan:

 

Huruf awal sang ditulis dengan huruf kapital jika sang me-rupakan unsur nama Tuhan.

 

Misalnya:

 

Kita harus berserah diri kepada Sang Pencipta.

 

Pura dibangun oleh umat Hindu untuk memuja Sang Hyang Widhi Wasa.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

35


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

III.  PEMAKAIAN TANDA BACA

 

 

 

A.       Tanda Titik (.)

 

1.      Tanda titik dipakai pada akhir kalimat pernyataan. Misalnya:

Mereka duduk di sana.

 

Dia akan datang pada pertemuan itu.

 

2.      Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.

 

Misalnya:

 

a.      I. Kondisi Kebahasaan di Indonesia

A.     Bahasa Indonesia

1.    Kedudukan

2.    Fungsi

B.     Bahasa Daerah

1.    Kedudukan

2.    Fungsi

C.     Bahasa Asing

1.    Kedudukan

2.    Fungsi

 

b.    1. Patokan Umum

1.1 Isi Karangan

 

1.2 Ilustrasi

 

1.2.1 Gambar Tangan

 

1.2.2 Tabel

 

1.2.3 Grafik

 

2.  Patokan Khusus

 

 

...


 

 

 

 

 

 

 

36


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

Catatan:

 

(1)     Tanda titik tidak dipakai pada angka atau huruf yang sudah bertanda kurung dalam suatu perincian.

 

Misalnya:

 

Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai

1) bahasa nasional yang berfungsi, antara lain, a) lambang kebanggaan nasional,

b) identitas nasional, dan

 

c) alat pemersatu bangsa;

2) bahasa negara ….

 

(2)      Tanda titik tidak dipakai pada akhir penomoran digi-tal yang lebih dari satu angka (seperti pada 2b).

 

(3)      Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau ang-ka terakhir dalam penomoran deret digital yang lebih dari satu angka dalam judul tabel, bagan, grafik, atau gambar.

 

Misalnya:

 

Tabel 1 Kondisi Kebahasaan di Indonesia Tabel 1.1 Kondisi Bahasa Daerah di Indonesia

 

Bagan 2 Struktur Organisasi

 

Bagan 2.1 Bagian Umum

 

Grafik 4 Sikap Masyarakat Perkotaan terhadap Ba-hasa Indonesia

Grafik 4.1 Sikap Masyarakat Berdasarkan Usia

 

Gambar 1 Gedung Cakrawala

 

Gambar 1.1 Ruang Rapat

 

2.         Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu.

 

Misalnya:

 

pukul 01.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik atau pukul 1, 35 menit, 20 detik)

01.35.20 jam       (1 jam, 35 menit, 20 detik)


 

 

 

 

 

37


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

00.20.30 jam

(20 menit, 30 detik)

00.00.30 jam

(30 detik)

 

3.         Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis, tahun, judul tulisan (yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru), dan tempat terbit.

 

Misalnya:

 

Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. 2008.

Peta Bahasa di Negara Kesatuan Republik Indone-

 

sia. Jakarta.

 

Moeliono, Anton M. 1989. Kembara Bahasa. Jakarta:

 

Gramedia.

 

4.         Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.

 

Misalnya:

 

Indonesia memiliki lebih dari 13.000 pulau.

 

Penduduk kota itu lebih dari 7.000.000 orang.

 

Anggaran lembaga itu mencapai Rp225.000.000.000,00.

 

Catatan:

 

(1)       Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bi-langan ribuan atau kelipatannya yang tidak menun-jukkan jumlah.

 

Misalnya:

 

Dia lahir pada tahun 1956 di Bandung.

 

Kata sila terdapat dalam Kamus Besar Bahasa In-donesia Pusat Bahasa halaman 1305.

 

Nomor rekening panitia seminar adalah 0015645678.

 

(2)       Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang me-rupakan kepala karangan, ilustrasi, atau tabel.


 

 

 

 

 

38


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

Misalnya:

 

Acara Kunjungan Menteri Pendidikan dan Kebu-dayaan

 

Bentuk dan Kedaulatan (Bab I UUD 1945)

 

Gambar 3 Alat Ucap Manusia

 

Tabel 5 Sikap Bahasa Generasi Muda Berdasar-kan Pendidikan

 

(3)       Tanda titik tidak dipakai di belakang (a) alamat penerima dan pengirim surat serta (b) tanggal surat.

 

Misalnya:

 

Yth. Direktur Taman Ismail Marzuki

 

Jalan Cikini Raya No. 73

 

Menteng

 

Jakarta 10330

 

Yth. Kepala Badan Pengembangan dan Pembi-naan Bahasa

 

Jalan Daksinapati Barat IV

 

Rawamangun

 

Jakarta Timur

 

Indrawati, M.Hum.

 

Jalan Cempaka II No. 9

 

Jakarta Timur

 

21 April 2013

 

Jakarta, 15 Mei 2013 (tanpa kop surat)

 

B.         Tanda Koma (,)

 

1.      Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.


 

 

 

 

 

 

39


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

Misalnya:

 

Telepon seluler, komputer, atau internet bukan barang asing lagi.

 

Buku, majalah, dan jurnal termasuk sumber kepus-takaan.

 

Satu, dua, ... tiga!

 

2.      Tanda koma dipakai sebelum kata penghubung, seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan, dalam kalimat majemuk

(setara).

 

Misalnya:

 

Saya ingin membeli kamera, tetapi uang saya belum cukup.

 

Ini bukan milik saya, melainkan milik ayah saya.

 

Dia membaca cerita pendek, sedangkan adiknya melukis panorama.

 

3.      Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya.

 

Misalnya:

 

Kalau diundang, saya akan datang.

 

Karena baik hati, dia mempunyai banyak teman.

 

Agar memiliki wawasan yang luas, kita harus banyak membaca buku.

 

Catatan:

 

Tanda koma tidak dipakai jika induk kalimat mendahu-lui anak kalimat.

 

Misalnya:

 

Saya akan datang kalau diundang.

 

Dia mempunyai banyak teman karena baik hati.


 

 

 

 

 

 

40


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

Kita harus banyak membaca buku agar memiliki wawasan yang luas.

 

4.      Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan peng-hubung antarkalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun demikian. Misalnya:

 

Mahasiswa itu rajin dan pandai. Oleh karena itu, dia memperoleh beasiswa belajar di luar negeri.

 

Anak itu memang rajin membaca sejak kecil. Jadi, wajar kalau dia menjadi bintang pelajar

 

Orang tuanya kurang mampu. Meskipun demikian, anak-anaknya berhasil menjadi sarjana.

 

5.      Tanda koma dipakai sebelum dan/atau sesudah kata seru, seperti o, ya, wah, aduh, atau hai, dan kata yang dipakai sebagai sapaan, seperti Bu, Dik, atau Nak.

 

Misalnya:

 

O, begitu?

 

Wah, bukan main!

 

Hati-hati, ya, jalannya licin!

 

Nak, kapan selesai kuliahmu?

 

Siapa namamu, Dik?

 

Dia baik sekali, Bu.

 

6.      Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.

 

Misalnya:

 

Kata nenek saya, “Kita harus berbagi dalam hidup ini.”

 

“Kita harus berbagi dalam hidup ini,” kata nenek saya, “karena manusia adalah makhluk sosial.”

 

Catatan:

 

Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan


 

 

 

 

41


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

langsung yang berupa kalimat tanya, kalimat perintah, atau kalimat seru dari bagian lain yang mengikutinya.

 

Misalnya:

 

“Di mana Saudara tinggal?” tanya Pak Lurah.

 

“Masuk ke dalam kelas sekarang!” perintahnya.

 

“Wow, indahnya pantai ini!” seru wisatawan itu.

 

7.      Tanda koma dipakai di antara (a) nama dan alamat, (b) ba-gian-bagian alamat, (c) tempat dan tanggal, serta (d) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.

 

Misalnya:

 

Sdr. Abdullah, Jalan Kayumanis III/18, Kelurahan Kayu-manis, Kecamatan Matraman, Jakarta 13130

 

Dekan Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jalan Salemba Raya 6, Jakarta

 

Surabaya, 10 Mei 1960

 

Tokyo, Jepang

 

8.      Tanda koma dipakai untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.

 

Misalnya:

 

Gunawan, Ilham. 1984. Kamus Politik Internasional. Ja-

 

karta: Restu Agung.

 

Halim, Amran (Ed.) 1976. Politik Bahasa Nasional. Jilid 1. Jakarta: Pusat Bahasa.

 

Tulalessy, D. dkk. 2005. Pengembangan Potensi Wisata Bahari di Wilayah Indonesia Timur. Ambon: Mu-tiara Beta.

 

9.      Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki atau catatan akhir.


 

 

 

 

 

 

42


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

Misalnya:

 

Sutan Takdir Alisjahbana, Tata Bahasa Baru Bahasa In-donesia, Jilid 2 (Jakarta: Pustaka Rakyat, 1950), hlm. 25.

 

Hadikusuma Hilman, Ensiklopedi Hukum Adat dan Adat Budaya Indonesia (Bandung: Alumni, 1977), hlm. 12.

 

W.J.S. Poerwadarminta, Bahasa Indonesia untuk Ka-rang-mengarang (Jogjakarta: UP Indonesia, 1967), hlm. 4.

 

10.   Tanda koma dipakai di antara nama orang dan singkatan gelar akademis yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.

 

Misalnya:

 

B. Ratulangi, S.E.

 

Ny. Khadijah, M.A.

 

Bambang Irawan, M.Hum.

 

Siti Aminah, S.H., M.H.

 

Catatan:

 

Bandingkan Siti Khadijah, M.A. dengan Siti Khadijah M.A.

 

(Siti Khadijah Mas Agung).

 

11.   Tanda koma dipakai sebelum angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.

 

Misalnya:

 

12,5 m

 

27,3 kg

 

Rp500,50

 

Rp750,00

 

12.   Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan atau keterangan aposisi.


 

 

 

 

 

43


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

Misalnya:

 

Di daerah kami, misalnya, masih banyak bahan tam-bang yang belum diolah.

 

Semua siswa, baik laki-laki maupun perempuan, harus mengikuti latihan paduan suara.

 

Soekarno, Presiden I RI, merupakan salah seorang pendi-ri Gerakan Nonblok.

 

Pejabat yang bertanggung jawab, sebagaimana dimak-sud pada ayat (3), wajib menindaklanjuti laporan dalam waktu paling lama tujuh hari.

 

Bandingkan dengan keterangan pewatas yang pemakaian-nya tidak diapit tanda koma!

 

Siswa yang lulus dengan nilai tinggi akan diterima di per-guruan tinggi itu tanpa melalui tes.

 

13.   Tanda koma dapat dipakai di belakang keterangan yang ter-dapat pada awal kalimat untuk menghindari salah baca/ salah pengertian.

 

Misalnya:

 

Dalam pengembangan bahasa, kita dapat memanfaat-kan bahasa daerah.

 

Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.

 

Bandingkan dengan:

 

Dalam pengembangan bahasa kita dapat memanfaatkan bahasa daerah.

 

Atas perhatian Saudara kami ucapkan terima kasih.

 

C.         Tanda Titik Koma (;)

 

1.      Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata peng-hubung untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang lain di dalam kalimat majemuk.


 

 

 

 

 

44


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

Misalnya:

 

Hari sudah malam; anak-anak masih membaca buku.

 

Ayah menyelesaikan pekerjaan; Ibu menulis makalah; Adik membaca cerita pendek.

 

2.      Tanda titik koma dipakai pada akhir perincian yang berupa klausa.

 

Misalnya:

 

Syarat penerimaan pegawai di lembaga ini adalah

(1) berkewarganegaraan Indonesia;

 

(2) berijazah sarjana S-1;

 

(3) berbadan sehat; dan

 

(4) bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Ke-satuan Republik Indonesia.

 

3.      Tanda titik koma dipakai untuk memisahkan bagian-ba-gian pemerincian dalam kalimat yang sudah menggunakan tanda koma.

 

Misalnya:

 

Ibu membeli buku, pensil, dan tinta; baju, celana, dan kaus; pisang, apel, dan jeruk.

 

Agenda rapat ini meliputi

 

a.     pemilihan ketua, sekretaris, dan bendahara;

b.    penyusunan anggaran dasar, anggaran rumah tang-ga, dan program kerja; dan

 

c.     pendataan anggota, dokumentasi, dan aset organi-sasi.

 

D.         Tanda Titik Dua (senyum

 

1.      Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan leng-kap yang diikuti pemerincian atau penjelasan.


 

 

 

 

 

 

 

45


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

Misalnya:

 

Mereka memerlukan perabot rumah tangga: kursi, meja, dan lemari.

 

Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan:

 

hidup atau mati.

 

2.         Tanda titik dua tidak dipakai jika perincian atau penjelasan itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.

 

Misalnya:

 

Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari. Tahap penelitian yang harus dilakukan meliputi

 

a.   persiapan,

b.   pengumpulan data,

c.   pengolahan data, dan

d.   pelaporan.

 

3.         Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.

 

Misalnya:

 

a. Ketua             : Ahmad Wijaya

 

Sekretaris : Siti Aryani

 

Bendahara : Aulia Arimbi

 

c. Narasumber : Prof. Dr. Rahmat Effendi

 

Pemandu     : Abdul Gani, M.Hum.

 

Pencatat        : Sri Astuti Amelia, S.Pd.

 

4.         Tanda titik dua dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.

 

Misalnya:

 

Ibu  : “Bawa koper ini, Nak!”

 

Amir : “Baik, Bu.”

 

Ibu  : “Jangan lupa, letakkan baik-baik!”


 

 

 

 

 

46


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

5.          Tanda titik dua dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) surah dan ayat dalam kitab suci, (c) judul dan anak judul suatu karangan, serta (d) nama kota dan pener-bit dalam daftar pustaka.

 

Misalnya:

 

Horison, XLIII, No. 8/2008: 8

 

Surah Albaqarah: 2—5

 

Matius 2: 1—3

 

Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Nusantara

 

Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Jakarta: Pusat Ba-hasa.

 

E.          Tanda Hubung (-)

 

1.          Tanda hubung dipakai untuk menandai bagian kata yang terpenggal oleh pergantian baris.

 

Misalnya:

 

Di samping cara lama, diterapkan juga ca-ra baru ….

 

Nelayan pesisir itu berhasil membudidayakan rum-put laut.

 

Kini ada cara yang baru untuk meng-ukur panas.

 

Parut jenis ini memudahkan kita me-ngukur kelapa.

 

2.          Tanda hubung dipakai untuk menyambung unsur kata ulang.

 

Misalnya:

 

anak-anak

 

berulang-ulang

 

kemerah-merahan

 

mengorek-ngorek


 

 

 

 

 

47


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

 

3.         Tanda hubung dipakai untuk menyambung tanggal, bulan, dan tahun yang dinyatakan dengan angka atau menyam-bung huruf dalam kata yang dieja satu-satu.

 

Misalnya:

 

11-11-2013

 

p-a-n-i-t-i-a

 

4.         Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian kata atau ungkapan.

 

Misalnya:

 

ber-evolusi

meng-ukur

dua₂₅-puluh-lima ribuan (25 x 1.000)

²³∕      (dua-puluh-tiga perdua-puluh-lima)

 

mesin hitung-tangan

 

Bandingkan dengan

 

be-revolusi

me-ngukur

dua₂₅-puluh lima-ribuan (20 x 5.000)

20 ³∕     (dua-puluh tiga perdua-puluh-lima)

 

mesin-hitung tangan

 

5.         Tanda hubung dipakai untuk merangkai

a.  se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital (se-Indonesia, se-Jawa Barat);

b.  ke- dengan angka (peringkat ke-2);

 

c.   angka dengan –an (tahun 1950-an);

 

d.  kata atau imbuhan dengan singkatan yang berupa huruf kapital (hari-H, sinar-X, ber-KTP, di-SK-kan);

e.   kata dengan kata ganti Tuhan (ciptaan-Nya, atas rah-mat-Mu);

f.    huruf dan angka (D-3, S-1, S-2); dan


 

 

 

 

 

 

 

48


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

g.   kata ganti -ku, -mu, dan -nya dengan singkatan yang beru-pa huruf kapital (KTP-mu, SIM-nya, STNK-ku).

 

Catatan:

 

Tanda hubung tidak dipakai di antara huruf dan angka jika angka tersebut melambangkan jumlah huruf.

 

Misalnya:

 

BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindung-an Tenaga Kerja Indonesia)

 

LP3I (Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia)

 

P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan)

 

6.         Tanda hubung dipakai untuk merangkai unsur bahasa Indo-nesia dengan unsur bahasa daerah atau bahasa asing.

 

Misalnya:

 

di-sowan-i (bahasa Jawa, ‘didatangi’)

 

ber-pariban (bahasa Batak, ‘bersaudara sepupu’)

 

di-back up

 

me-recall

 

pen-tackle-an

 

7.         Tanda hubung digunakan untuk menandai bentuk terikat yang menjadi objek bahasan.

 

Misalnya:

 

Kata pasca- berasal dari bahasa Sanskerta.

 

Akhiran -isasi pada kata betonisasi sebaiknya diubah menja-di pembetonan.

 

F.          Tanda Pisah (—)

 

1.      Tanda pisah dapat dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat.


 

 

 

 

49


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

Misalnya:

 

Kemerdekaan bangsa itu—saya yakin akan tercapai— diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri.

 

Keberhasilan itu—kita sependapat—dapat dicapai jika kita mau berusaha keras.

 

2.      Tanda pisah dapat dipakai juga untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain.

 

Misalnya:

 

Soekarno-Hatta—Proklamator Kemerdekaan RI—diaba-dikan menjadi nama bandar udara internasional.

 

Rangkaian temuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita ten-tang alam semesta.

 

Gerakan Pengutamaan Bahasa Indonesia—amanat Sumpah Pemuda—harus terus digelorakan.

 

3.      Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat yang berarti ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’.

 

Misalnya:

 

Tahun 2010—2013

 

Tanggal 5—10 April 2013

 

Jakarta—Bandung

 

G.         Tanda Tanya (?)

 

1.  Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya.

 

Misalnya:

 

Kapan Hari Pendidikan Nasional diperingati?

 

Siapa pencipta lagu “Indonesia Raya”?

 

2.      Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menya-takan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.


 

 

 

 

50


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

Misalnya:

 

Monumen Nasional mulai dibangun pada tahun 1961 (?).

 

Di Indonesia terdapat 740 (?) bahasa daerah.

 

H.         Tanda Seru (!)

 

Tanda seru dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyata-an yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan ke-sungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat.

 

Misalnya:

 

Alangkah indahnya taman laut di Bunaken!

 

Mari kita dukung Gerakan Cinta Bahasa Indonesia!

 

Bayarlah pajak tepat pada waktunya!

 

Masa! Dia bersikap seperti itu?

 

Merdeka!

 

I.           Tanda Elipsis (...)

 

1.      Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau kutipan ada bagian yang dihilangkan.

 

Misalnya:

 

Penyebab kemerosotan ... akan diteliti lebih lanjut.

 

Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa bahasa negara ialah ….

 

..., lain lubuk lain ikannya.

 

Catatan:

 

(1)     Tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi.

 

(2)       Tanda elipsis pada akhir kalimat diikuti oleh tanda titik (jumlah titik empat buah).

 

2.      Tanda elipsis dipakai untuk menulis ujaran yang tidak sele-sai dalam dialog.


 

 

 

 

 

 

51


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

Misalnya:

 

“Menurut saya … seperti … bagaimana, Bu?” “Jadi, simpulannya … oh, sudah saatnya istirahat.”

 

Catatan:

 

(1)     Tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi.

 

(2)       Tanda elipsis pada akhir kalimat diikuti oleh tanda titik

(jumlah titik empat buah).

 

J.           Tanda Petik (“…”)

 

1.      Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.

 

Misalnya:

 

Merdeka atau mati!seru Bung Tomo dalam pidatonya.

 

Kerjakan tugas ini sekarang!perintah atasannya.Be-sok akan dibahas dalam rapat.

 

Menurut Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Repub-lik Indonesia Tahun 1945, “Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan.”

 

2.      Tanda petik dipakai untuk mengapit judul sajak, lagu, film, sinetron, artikel, naskah, atau bab buku yang dipakai da-lam kalimat.

 

Misalnya:

 

Sajak “Pahla**u” terdapat pada halaman 125 buku itu.

 

Marilah kita menyanyikan lagu Maju Tak Gentar!

 

Film “Ainun dan Habibie” merupakan kisah nyata yang diangkat dari sebuah novel.


 

 

 

 

 

 

 

 

52


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

Saya sedang membaca “Peningkatan Mutu Daya Ung-kap Bahasa Indonesia” dalam buku Bahasa Indonesia Menuju Masyarakat Madani.

 

Makalah “Pembentukan Insan Cerdas Kompetitif” me-narik perhatian peserta seminar.

 

Perhatikan “Pemakaian Tanda Baca” dalam buku Pe-doman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.

 

3.      Tanda petik dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang ku-rang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. Misalnya:

 

Tetikuskomputer ini sudah tidak berfungsi. Dilarang memberikan amplop kepada petugas!

 

K.         Tanda Petik Tunggal (‘…’)

 

1.      Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit petikan yang terdapat dalam petikan lain.

 

Misalnya:

 

Tanya dia, “Kaudengar bunyi ‘kring-kring’ tadi?”

 

“Kudengar teriak anakku, ‘Ibu, Bapak pulang!’, dan rasa letihku lenyap seketika,” ujar Pak Hamdan.

“Kita bangga karena lagu ‘Indonesia Raya’ berkuman-dang di arena olimpiade itu,” kata Ketua KONI.

 

2.      Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna, ter-jemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan.

 

Misalnya:

 

tergugat                                yang digugat

 

retina                                     ‘dinding mata sebelah dalam’

noken                                      tas khas Papua

 

tadulako                                ‘panglima’

 

marsiadap ari                      saling bantu

 

tuah sakato                          sepakat demi manfaat bersama


 

 

 

 

53


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

policy                                      kebijakan

 

wisdom                                   kebijaksanaan

 

money politics                     politik uang

 

L.          Tanda Kurung ((…))

 

1.      Tanda kurung dipakai untuk mengapit tambahan keterang-an atau penjelasan.

 

Misalnya:

 

Dia memperpanjang surat izin mengemudi (SIM).

 

Warga baru itu belum memiliki KTP (kartu tanda pen-duduk).

 

Lokakarya (workshop) itu diadakan di Manado.

 

2.      Tanda kurung dipakai untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat.

 

Misalnya:

 

Sajak Tranggono yang berjudul “Ubud” (nama tempat yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962.

 

Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru pasar dalam negeri.

 

3.      Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau kata yang keberadaannya di dalam teks dapat dimunculkan atau dihilangkan.

 

Misalnya:

 

Dia berangkat ke kantor selalu menaiki (bus) Transja-karta.

 

Pesepak bola kenamaan itu berasal dari (Kota) Padang.

 

4.      Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau angka yang digunakan sebagai penanda pemerincian.


 

 

 

 

 

 

54


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

Misalnya:

 

Faktor produksi menyangkut (a) bahan baku, (b) biaya produksi, dan (c) tenaga kerja.

 

Dia harus melengkapi berkas lamarannya dengan melampirkan

 

(1)  akta kelahiran,

 

(2)  ijazah terakhir, dan

 

(3)  surat keterangan kesehatan.

 

M.  Tanda Kurung Siku ([…])

 

1.      Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan atas kesalahan atau kekurangan di dalam naskah asli yang di-tulis orang lain.

 

Misalnya:

 

Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik.

 

Penggunaan bahasa dalam karya ilmiah harus sesuai [dengan] kaidah bahasa Indonesia.

 

Ulang tahun [Proklamasi Kemerdekaan] Republik Indo-nesia dirayakan secara khidmat.

 

2.      Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit keterangan da-lam kalimat penjelas yang terdapat dalam tanda kurung.

 

Misalnya:

 

Persamaan kedua proses itu (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35─38]) perlu dibentang-kan di sini.

 

N.       Tanda Garis Miring (/)

 

1.      Tanda garis miring dipakai dalam nomor surat, nomor pada alamat, dan penandaan masa satu tahun yang terbagi da-lam dua tahun takwim.


 

 

 

 

55


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

Misalnya:

 

Nomor: 7/PK/II/2013

 

Jalan Kramat III/10

 

tahun ajaran 2012/2013

 

2.      Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan, atau, serta setiap.

 

Misalnya:

 

 

mahasiswa/mahasiswi

‘mahasiswa dan mahasiswi’

dikirimkan lewat darat/laut

‘dikirimkan

lewat  darat

 

atau lewat laut’

buku dan/atau majalah

‘buku dan majalah atau

 

buku atau majalah’

harganya Rp1.500,00/lembar

‘harganya

Rp1.500,00

 

setiap lembar’

 

3.      Tanda garis miring dipakai untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau pengurangan atas kesalahan atau kelebihan di dalam naskah asli yang ditulis orang lain.

 

Misalnya:

 

Buku Pengantar Ling/g/uistik karya Verhaar dicetak be-berapa kali.

Asmara/n/ dana merupakan salah satu tembang maca-pat budaya Jawa.

 

Dia sedang menyelesaikan /h/utangnya di bank.

 

O.       Tanda Penyingkat atau Apostrof (‘)

 

Tanda penyingkat dipakai untuk menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun dalam konteks tertentu.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

56


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

Misalnya:

 

Dia ‘kan kusurati. (‘kan = akan)

 

Mereka sudah datang, ‘kan? (‘kan = bukan)

 

Malam ‘lah tiba. (‘lah = telah)

 

5-2-‘13 (’13 = 2013)


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

57


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

IV. PENULISAN UNSUR SERAPAN

 

 

 

Dalam perkembangannya bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa, baik dari bahasa daerah, seperti bahasa Jawa, Sunda, dan Bali, maupun dari bahasa asing, seperti bahasa San-skerta, Arab, Portugis, Belanda, Cina, dan Inggris. Berdasarkan taraf integrasinya, unsur serapan dalam bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi dua kelompok besar. Pertama, unsur asing yang be-lum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti force majeur, de facto, de jure, dan l’exploitation de l’homme par l’homme. Unsur-unsur itu dipakai dalam konteks bahasa Indonesia, tetapi cara pengucapan dan penulisannya masih mengikuti cara asing. Kedua, unsur asing yang penulisan dan pengucapannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Dalam hal ini, penyerapan diusa-hakan agar ejaannya diubah seperlunya sehingga bentuk Indone-sianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.

 

Kaidah ejaan yang berlaku bagi unsur serapan itu adalah se-bagai berikut.

 

a (Arab, bunyi pendek atau bunyi panjang) menjadi a (bukan o)

mażhab

(بهذم)

mazhab

qadr

(ﺭﺩﻗ)

kadar

aābat

(ةباحص)

sahabat

haqīqat

(ﺔﻗﻳﻗﺤ)

hakikat

‘umrah

(ﺓﺭﻤﻋ)

umrah

gā’ib

(ﺏﺌﺎﻏ)

gaib

iqāmah

(ﺔﻤﺎﻗﺇ)

ikamah

khātib

(ﺏﻁﺎﺨ)

khatib

riā

(ﺀﺎﻀﺭ)

rida

ālim

(ﻡﻠﺎﻅ)

zalim


 

 

 

 

 

 

 

 

58


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

‘ain (ﻉ Arab) pada awal suku kata menjadi a, i, u

‘ajā’ib

(ﺏﺌﺎﺠﻋ)

ajaib

saādah

(ﺓﺩﺎﻌﺴ)

saadah

‘ilm

(ﻡﻠﻋ)

ilmu

qā‘idah

(ﺓﺩﻋﺎﻗ)

kaidah

uzr

(ﺭﺫﻋ)

uzur

maūnah

(ﺓﻨﻭﻌﻤ)

maunah

‘ain (ﻉ Arab) di akhir suku kata menjadi k

’i‘ tiqād

(ﺩﺎﻗﺘﻋﺇ)

iktikad

mujizat

(ﺓﺯﺠﻌﻤ)

mukjizat

nimat

(ﺔﻤﻌﻨ)

nikmat

rukū

(ﻉﻭﻜﺭ)

rukuk

simā

(ﻉﺎﻤﺴ)

simak

tarīf

(ﻑﻴﺭﻌﺘ)

takrif

 

aa  (Belanda) menjadi a

paal                                                     pal

 

baal                                                     bal

 

octaaf                                                  oktaf

 

ae tetap ae jika tidak bervariasi dengan e

aerobe                                                 aerob

 

aerodinamics  aerodinamika

 

ae, jika bervariasi dengan e, menjadi e

haemoglobin                                     hemoglobin

 

haematite                                           hematit

 

ai tetap ai

trailer                                                  trailer

 

caisson                                               kaison

 

au tetap au

audiogram                                         audiogram

 

autotroph                                           autotrof

 

tautomer                                             tautomer


 

 

 

 

 

59


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

hydraulic                                           hidraulik

 

caustic                                                 kaustik

 

c di depan a, u, o, dan konsonan menjadi k

calomel                                               kalomel

 

construction                                       konstruksi

 

cubic                                                     kubik

 

coup                                                     kup

 

classification                                     klasifikasi

 

crystal                                                 kristal

 

c di depan e, i, oe, dan y menjadi s

central                                                 sentral

 

cent                                                       sen

 

circulation                                          sirkulasi

 

coelom                                                 selom

 

cybernetics                                        sibernetika

 

cylinder                                               silinder

 

cc  di depan o, u, dan konsonan menjadi k

accomodation                                   akomodasi

 

acculturation                                    akulturasi

 

acclimatization                                 aklimatisasi

 

accumulation                                    akumulasi

 

acclamation                                      aklamasi

 

cc  di depan e dan i menjadi ks

accent                                                  aksen

 

accessory                                          aksesori

 

vaccine                                                vaksin

 

cch dan ch di depan a, o, dan konsonan menjadi k

saccharin                                           sakarin

 

charisma                                            karisma

 

cholera                                                kolera

 

chromosome                                     kromosom

 

technique                                           teknik


 

 

 

 

 

60


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

ch yang lafalnya s atau sy menjadi s

echelon                                               eselon

 

machine                                              mesin

 

ch yang lafalnya c menjadi c

charter                                                carter

 

chip                                                      cip

 

ck menjadi k

check                                                   cek

 

ticket                                                    tiket

 

ç  (Sanskerta) menjadi s

çabda

 

sabda

çastra

 

sastra

ad (ﺽ Arab) menjadi d

 

’afal

(ﻞﻀﻓﺃ)

afdal

a’īf

(فيعض)

daif

far

(ﺽﺭﻓ)

fardu

hāir

(ﺭﻀﺎﺤ)

hadir

e tetap e

 

 

effect

 

efek

description

 

deskripsi

synthesis

 

sintesis

ea tetap ea

 

 

idealist

 

idealis

habeas

 

habeas

 

ee  (Belanda) menjadi e

stratosfeer          stratosfer

 

systeem                                              sistem

 

ei tetap ei

eicosane                                             eikosan


 

 

 

 

 

61


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

eidetic

 

eidetik

einsteinium

 

einsteinium

eo tetap eo

 

 

stereo

 

stereo

geometry

 

geometri

zeolite

 

zeolit

eu tetap eu

 

 

neutron

 

neutron

eugenol

 

eugenol

europium

 

europium

fa (ﻑ Arab) menjadi f

 

 

ʼafal

(ﻝﻀﻓﺃ)

afdal

‘ārif

(ﻑﺭﺎﻋ)

arif

faqīr

(ﺭﻴﻗﻓ)

fakir

faīh

(ﺡﻴﺼﻓ)

fasih

mafhūm

(ﻡﻭﻬﻓﻤ)

mafhum

f tetap f

 

 

fanatic

 

fanatik

factor

 

faktor

fossil

 

fosil

gh menjadi g

 

 

ghanta

 

genta

sorghum

 

sorgum

gain Arab) menjadi g

 

gā’ib

(بئاغ)

gaib

magfirah

(ةرفغم)

magfirah

magrib

(برغم)

magrib

gue menjadi ge

 

 

igue

 

ige

gigue

 

gige


 

 

 

 

 

 

62


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

a (ﺡ Arab) menjadi h

(ﻡﻜﺎﺤ)

 

ākim

hakim

i

(ﺡﻼﺼﺇ)

islah

sir

(ﺭﺤﺴ)

sihir

 

hamzah (ﺀ Arab) yang diikuti oleh vokal menjadi a, i, u

 

’amr

(ﺭﻤﺃ)

amar

mas’alah

(ﺔﻟﺄﺴﻤ)

masalah

’ilā

(ﺡﻼﺼﺇ)

islah

qā’idah

(ﺓﺩﻋﺎﻗ)

kaidah

’ufuq

(ﻕﻓﺃ)

ufuk

 

hamzah (ﺀ Arab) di akhir suku kata, kecuali di akhir kata, menjadi k

 

tawīl

(ﻝﻴﻭﺄﺘ)

takwil

mamūm

(ﻡﻭﻤﺄﻤ)

makmum

mumīn

(ﻦﻤﺆﻤ)

mukmin

hamzah (ﺀ Arab) di akhir kata dihilangkan

imlā

(ﺀﻼﻤﺇ)

imla

istinjā

(ﺀﺎﺠﻨﺘﺴﺇ)

istinja/tinja

munsyi

(ﺀﻰﺸﻨﻤ)

munsyi

wuū

(ﺀﻭﻀﻭ)

wudu

 

i (Arab, bunyi pendek atau bunyi panjang) menjadi i

ʼi‘tiqād

(ﺩﺎﻗﺘﻋﺇ)

iktikad

muslim

(ﻡﻟﺳﻣ)

muslim

naīah

(ﺔﺤﻴﺼﻨ)

nasihat

aī

(ﺢﻴﺤﺼ)

sahih

 

i pada awal suku kata di depan vokal tetap i

iambus                                                iambus

ion                                                         ion

 

iota                                                        iota

 

ie (Belanda) menjadi i jika lafalnya i

politiek                                                politik

 

riem                                                      rim


 

 

 

 

63


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

 

ie tetap ie jika lafalnya bukan i

 

variety

 

varietas

patient

 

pasien

hierarchy

 

hierarki

jim (ﺝ Arab) menjadi j

 

 

jāriyah

(ﺔﻴﺭﺎﺠ)

jariah

janāzah

(ﺓﺯﺎﻨﺠ)

jenazah

ʼijāzah

(ﺓﺯﺎﺠﺇ)

ijazah

kha (ﺥ Arab) menjadi kh

 

khuṣūṣ

(ﺹﻭﺼﺨ)

khusus

makhlūq

(ﻕﻭﻠﺨﻤ)

makhluk

tārīkh

(ﺦﻴﺭﺎﺘ)

tarikh

ng tetap ng

 

 

contingent

 

kontingen

congres

 

kongres

linguistics

 

linguistik

oe (oi Yunani) menjadi e

 

foetus

 

fetus

oestrogen

 

estrogen

oenology

 

enologi

oo (Belanda) menjadi o

 

komfoor

 

kompor

provoost

 

provos

oo (Inggris) menjadi u

 

 

cartoon

 

kartun

proof

 

pruf

pool

 

pul

oo (vokal ganda) tetap oo

 

zoology

 

zoologi

coordination

 

koordinasi


 

 

 

 

64


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

 

ou menjadi u jika lafalnya u

 

gouverneur

 

gubernur

coupon

 

kupon

contour

 

kontur

ph menjadi f

 

 

phase

 

fase

physiology

 

fisiologi

spectograph

 

spektograf

ps tetap ps

 

 

pseudo

 

pseudo

psychiatry

 

psikiatri

psychic

 

psikis

psychosomatic

 

psikosomatik

pt tetap pt

 

 

pterosaur

 

pterosaur

pteridology

 

pteridologi

ptyalin

 

ptialin

q menjadi k

 

 

aquarium

 

akuarium

frequency

 

frekuensi

equator

 

ekuator

qaf (ﻕ Arab) menjadi k

 

‘aqīqah

(ﺔﻗﻴﻗﻋ)

akikah

maqām

(ﻡﺎﻗﻤ)

makam

mulaq

(ﻕﻠﻁﻤ)

mutlak

rh menjadi r

 

 

rhapsody

 

rapsodi

rhombus

 

rombus

rhythm

 

ritme

rhetoric

 

retorika


 

 

 

 

 

65


 

 

 

 

 

sin (ﺱ Arab) menjadi s

asās                      (ﺱﺎﺴﺃ)

 

salām                   (ﻢﻼﺴ)

 

silsilah                 (ةسلس)

 

śa (ﺙ Arab) menjadi s

(ىرﻴﺜأ)

aśiri

adiś ̒

(ثيدحّ)

śulāśā

(ءاث لثل ا)

wāriś

(ﺙﺭﺍﻭ)

ad (ﺹ Arab) menjadi s

‘ar

(رصع)

muībah

(ﺔﺒﻴﺼﻤ)

khuū

(ﺹﻭﺼﺨ)

aḥḥ

(ﺢﺼ)

 

syin (ﺵ Arab) menjadi sy

‘āsyiq                   (ﻕﺸﺎﻋ)

 

‘arsy                     (ﺵﺭﻋ)

 

syar                     (ﻁﺭﺸ)


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

 

asas

 

salam

 

silsilah

 

 

asiri

 

hadis

selasa

 

waris

 

 

asar

 

musibah

 

khusus

 

sah

 

 

asyik

 

arasy

 

syarat


 

sc di depan a, o, u, dan konsonan menjadi sk

scandium                                            skandium

 

scotopia                                               skotopia

 

scutella                                               skutela

 

sclerosis                                              sklerosis

 

sc di depan e, i, dan y menjadi s

scenography                                     senografi

 

scintillation                                        sintilasi

 

scyphistoma                                      sifistoma

 

sch di depan vokal menjadi sk

schema                                               skema

 

schizophrenia   skizofrenia

 

scholastic                                           skolastik


 

 

 

 

 

66


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

 

t di depan i menjadi s jika lafalnya s

 

actie

 

aksi

ratio

 

rasio

patient

 

pasien

a (ﻁ Arab) menjadi t

ّ

 

khaṭṭ

khat

(طخ)

mulaq

(ﻕﻠﻁﻤ)

mutlak

abīb

(بيبط)

tabib

th menjadi t

 

 

theocracy

 

teokrasi

orthography

 

ortografi

thrombosis

 

trombosis

methode (Belanda)

metode

u tetap u

 

 

unit

 

unit

nucleolus

 

nukleolus

structure

 

struktur

institute

 

institut

 

u (Arab, bunyi pendek atau bunyi panjang) menjadi u

 

rukū

(ﻉﻭﻛﺮ)

rukuk

syubḥāt

(ﺖ ﺎﻬﺒﺸ)

syubhat

sujūd

(ﺩﻭﺟﺴ)

sujud

ufuq

(ﻕﻓأ)

ufuk

ua tetap ua

 

 

aquarium

 

akuarium

dualisme

 

dualisme

squadron

 

skuadron

ue tetap ue

 

 

consequent

 

konsekuen

duet

 

duet

suede

 

sued


 

 

 

 

67


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia


 

 

 

 

 

ui tetap ui

 

conduite

 

equinox

 

equivalent

 

uo tetap uo

f uoresceinl quorum quota

 

uu  menjadi u lectuur prematuur vacuum

 

v tetap v

 

evacuation

 

television

 

vitamin

 

wau (ﻭ Arab) tetap w

jadwal (ﻝﻭﺩﺠ)

 

taqwā                   (ﻯﻭﻗﺘ)

 

wujūd                   (ﺩﻭﺠﻭ)


 

 

 

 

 

konduite

 

ekuinoks

 

ekuivalen

 

 

uoreseinl kuorum kuota

 

lektur

 

prematur

 

vakum

 

 

evakuasi

 

televisi

 

vitamin

 

 

jadwal

 

takwa

 

wujud


 

wau (ﻭ Arab, baik satu maupun dua konsonan) yang didahului u dihilangkan

 

nahwu

(وحن)

nahu

nubuwwah

(ﺓﹼﻭﺒﻨّ)

nubuat

quwwah

(ﺓﹼﻭﻗّ)

kuat

aw (diftong Arab)

menjadi au, termasuk yang diikuti konsonan

awrāt

(ﺓرﻮﻋ)

aurat

hawl

(ﻝﻭﻫ)

haul

mawlid

(ﺩﻠﻭﻤ)

maulid

walaw

(وﻠو)

walau


 

 

 

 

 

68


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

x pada awal kata tetap x

xanthate                                             xantat

 

xenon                                                   xenon

 

xylophone                                          xilofon

 

x pada posisi lain menjadi ks

executive                                             eksekutif

 

express                                               ekspres

 

latex                                                     lateks

 

taxi                                                        taksi

 

xc di depan e dan i menjadi ks

exception                                            eksepsi

 

excess                                                 ekses

 

excision                                               eksisi

 

excitation                                            eksitasi

 

xc di depan a, o, u, dan konsonan menjadi ksk

excavation                                         ekskavasi

 

excommunication             ekskomunikasi

 

excursive                                            ekskursif

 

exclusive                                            eksklusif

 

y tetap y jika lafalnya y

yakitori                                                yakitori

 

yangonin                                             yangonin

 

yen                                                        yen

 

yuan                                                     yuan

 

y menjadi i jika lafalnya ai atau i

dynamo                                               dinamo

 

propyl                                                  propil

 

psychology                                        psikologi

 

yttrium                                                 itrium

 

ya (ﻱ Arab) di awal suku kata menjadi y

‘ināyah                (ﺔﻴﺎﻨﻋ)                      inayah

 

yaqīn                    (ﻥﻴﻗﻴ)                        yakin


 

 

 

 

69


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

ya‘nī

(ﻲﻨﻌﻴ)

yakni

ya (ﻱ Arab) di depan i dihilangkan

 

khiyānah

(ﺔﻨﺎﻴﺨ)

khianat

qiyās

(ﺱﺎﻴﻗ)

kias

ziyārah

(ﺓﺭﺎﻴﺯ)

ziarah

z tetap z

 

 

zenith

 

zenit

zirconium

 

zirkonium

zodiac

 

zodiak

zygote

 

zigot

zai (ﺯ Arab) tetap z

 

 

ijāzah

(ﺓﺯﺎﺠﺇ)

ijazah

khazānah

(ﺔﻨﺍﺯﺨ)

khazanah

ziyārah

(ﺓﺭﺎﻴﺯ)

ziarah

zaman

(ﻥﻤﺯ)

zaman

żal (ﺫ Arab) menjadi z

 

 

ażān

(ﻥﺍﺫﺃ)

azan

iżn

(ﻥﺫﺇ)

izin

ustāż

(ﺬﺎﺘﺴﺃ)

ustaz

żāt

(ﺕﺍﺫ)

zat

ẓa (ﻅ Arab) menjadi z

(ﻅﻔﺎﺤ)

 

ḥāfi

hafiz

ta‘īm

(ﻡﻴﻅﻌﺘ)

takzim

ālim

(ﻡﻠﺎﻅ)

zalim

 

Konsonan ganda diserap menjadi konsonan tunggal, kecuali kalau dapat membingungkan.

 

Misalnya:

 

accu                                                      aki

 

‘allāmah                                               alamah

 

commission                                       komisi


 

 

 

 

 

70


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

effect                                                    efek

 

ferrum                                                  ferum

 

gabbro                                                 gabro

 

kaffah                                                  kafah

 

salfeggio                                              salfegio

 

tafakkur                                             tafakur

 

tammat                                                tamat

 

ʼummat                                                umat

 

Perhatikan penyerapan berikut!

 

ʼAllah                                                   Allah

 

mass                                                    massa

 

massal                                                massal

 

Catatan:

 

Unsur serapan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan ba-hasa Indonesia tidak perlu lagi diubah.

 

Misalnya:

 

 

bengkel

nalar

Rabu

dongkrak

napas

Selasa

faedah

paham

Senin

kabar

perlu

sirsak

khotbah

pikir

soal

koperasi

populer

telepon

lahir

 

 

 

Selain kaidah penulisan unsur serapan di atas, berikut ini dis-ertakan daftar istilah asing yang mengandung akhiran serta penye-suaiannya secara utuh dalam bahasa Indonesia.

 

-aat (Belanda) menjadi –at

advocaat                                                    advokat

 

-age menjadi -ase

percentage                                                 persentase

 

etalage                                                        etalase


 

 

 

 

71


 

 

 

 

 

 

-ah (Arab) menjadi –ah atau –at

aqīdah                        (ﺓﺩﻴﻗﻋ)

 

ʼijāzah                          (ﺓﺯﺎﺠﺇ)

 

‘umrah                         (ﺓﺭﻤﻋ)

 

ʼākhirah                       (ﺓﺭﺨﺁ)

 

ʼāyah                             (ﺔﻴﺃ)

 

ma‘siyyah          (ﺔّﻴﺼﻌﻤ)

 

ʼamānah                     (ﺔﻨﺎﻤﺃ)

 

hikmah                        (ﺔﻤﻜﺤ)

 

‘ibādah                        (ﺓﺪﺍﺐﻋ)

 

sunnah                        (ﺔﻧﺳ)

 

sūrah                            (ﺓﺭﻭﺴ)


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

 

 

akidah

 

ijazah

 

umrah

 

akhirat

 

ayat

 

maksiat

 

amanah, amanat

 

hikmah, hikmat

 

ibadah, ibadat

 

sunah, sunat

 

surah, surat


 

-al (Inggris), -eel dan -aal (Belanda) menjadi –al

structural, structureel                           struktural

formal, formeel                                        formal

 

normal, normaal                                    normal

 

-ant menjadi -an

accountant                                                akuntan

consultant                                                 konsultan

 

informant                                                   informan

 

-archy (Inggris), -archie (Belanda) menjadi arki

anarchy, anarchie                               anarki

monarchy, monarchie                        monarki

 

oligarchy, oligarchie                           oligarki

 

-ary (Inggris), -air (Belanda) menjadi -er complementary,

complementair komplementer

 

primary, primair                                    primer

 

secondary, secundair                         sekunder


 

 

 

 

 

 

72


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

 

-(a)tion (Inggris), -(a)tie (Belanda) menjadi -asi, -si

action, actie                                             aksi

 

publication, publicatie                       publikasi

 

-eel (Belanda) menjadi -el

 

 

materieel

 

materiel

moreel

 

morel

-ein tetap -ein

 

 

casein

 

kasein

protein

 

protein

-i, -iyyah (akhiran Arab) menjadi –i atau -iah

‘ālamī

(ﻲﻤﻠﺎﻋ)

alami

ʼinsānī

(ﻲﻨﺎﺴﻨﺇ)

insani

‘āliyyah

(ﺔّﻴﻠﺎﻋ)

aliah

‘amaliyyah

(ﺔّﻴﻠﻤﻋ)

amaliah

 

-ic, -ics, dan -ique (Inggris), -iek dan -ica (Belanda) menjadi -ik, ika

dialectics, dialektica                             dialektika

 

logic, logica                                              logika

 

physics, physica                                   fisika

linguistics, linguistiek                           linguistik

 

phonetics, phonetiek                            fonetik

 

technique, techniek                               teknik

 

-ic (Inggris), -isch (adjektiva Belanda) menjadi -ik

electronic, elektronisch                       elektronik

 

mechanic, mechanisch                        mekanik

 

ballistic, ballistisch                               balistik

 

-ical (Inggris), -isch (Belanda) menjadi -is

economical, economisch                     ekonomis

practical, practisch                               praktis

 

logical, logisch                                       logis


 

 

 

 

 

 

73


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

-ile (Inggris), -iel (Belanda) menjadi -il

mobile, mobiel                                         mobil

 

percentile, percentiel                            persentil

 

projectile, projectiel                               proyektil

 

-ism (Inggris), -isme (Belanda) menjadi -isme

capitalism, capitalisme                       kapitalisme

 

communism, communisme                komunisme

 

modernism, modernisme                    modernisme

 

-ist menjadi -is

egoist                                                           egois

 

hedonist                                                     hedonis

 

publicist                                                      publisis

 

-ive (Inggris), -ief (Belanda) menjadi -if

communicative,

communicatief                                          komunikatif

 

demonstrative, demonstratief           demonstratif

 

descriptive, descriptief                         deskriptif

 

-logue (Inggris), -loog (Belanda) menjadi -log

analogue, analoog                               analog

 

epilogue, epiloog                                   epilog

 

prologue, proloog                                  prolog

 

-logy (Inggris), -logie (Belanda) menjadi -logi

technology, technologie                      teknologi

physiology, physiologie                     fisiologi

 

analogy, analogie                                 analogi

 

-oid (Inggris), oide (Belanda) menjadi -oid

anthropoid, anthropoide                    antropoid

 

hominoid, hominoide                            hominoid

 

-oir(e) menjadi -oar

trotoir                                                           trotoar

 

repertoire                                                   repertoar


 

 

 

 

74


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

 

 

-or (Inggris), -eur (Belanda) menjadi -ur, -ir

director, directeur

 

direktur

inspector, inspecteur

inspektur

amateur

 

amatir

formateur

 

formatur

-or tetap -or

 

 

dictator

 

diktator

corrector

 

korektor

distributor

 

distributor

-ty (Inggris), -teit (Belanda) menjadi -tas

 

university, universiteit

universitas

quality, kwaliteit

 

kualitas

quantity, kwantiteit

kuantitas

-ure (Inggris), -uur (Belanda) menjadi -ur

 

culture, cultuur

 

kultur

premature, prematuur

prematur

structure, struktuur

struktur

-wi, -wiyyah (Arab) menjadi -wi, -wiah

 

dunyā

(ىوايند)

duniawi

kimiyā

(ﻰﻮﺎﻴﻤﻴﮐ)

kimiawi

lugawiyyah

(ةّىوغل)

lugawiah


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

75


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

 

 

 

INDEKS

 

 

A                                                                         G

 

akronim, 26                                                  gabungan huruf konsonan, 4,

 

alamat, 28, 31, 39, 42, 55                     21, 22

 

anak kalimat, 40                                        gabungan kata, xi, 18, 19, 20

 

angka, xi, 29, 31, 32, 33, 36, 37,       gambar, 36, 37, 39

 

43, 48, 49, 54, 56                                       gelar, 7, 12, 24, 26, 43

 

angka Arab, 29                                           grafik, 36, 37

 

angka Romawi, 29

 

apostrof, 56                                                                                   H

 

huruf, xi, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9,

 

B                                         10, 11, 12, 14, 17, 20, 21, 22,

 

bagan, 36, 37                                               23, 24, 27, 28, 29, 30, 31, 32,

 

bentuk dasar, 8, 16, 22                          33, 34, 35, 36, 37, 48, 49, 54,

 

bentuk terikat, 17, 49                             55, 56

 

bentuk ulang, 11, 18                               huruf abjad, 1

 

bilangan, 29, 30, 31, 32, 33, 34,        huruf diftong, 4, 20

 

38, 50                                                               huruf kapital, 5, 6, 7, 8, 9, 10,

 

bin, 6                                                                11, 12, 27, 28, 35, 48, 49

 

binti, 6                                                             huruf konsonan, 3, 5, 21, 22

 

boru, 6                                                             huruf miring, 13, 14

 

huruf tebal, 14, 15

 

C                                         huruf vokal, 2, 4, 20, 21

 

catatan akhir, 42

 

catatan kaki, 42                                                                         I

 

ikhtisar, 36

 

D                                         ilustrasi, 36, 38

 

daftar, 13, 36, 38, 71                               imbuhan, 16, 22, 48

 

daftar pustaka, 13, 38, 42, 47            induk kalimat, 40

 

diakritik, 2, 3                                               istilah khusus, 19


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

76


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia


 

 

 

 

K

 

kalimat, 5, 6, 13, 14, 30, 36, 40, 41, 42, 44, 45, 48, 49, 50, 51, 52, 54, 55

 

kalimat majemuk, 40, 44 kalimat penjelas, 55 kalimat perintah, 42 kalimat seru, 42 kalimat setara, 44 kalimat tanya, 42, 50

 

kata, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 11, 12, 13, 14, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 34, 38, 40, 41, 44, 46, 47, 48, 49, 53, 54, 55, 56, 59, 63, 69 kata berimbuhan, xi, 16, 22 kata dasar, 16, 18, 20, 21, 22, 23

 

kata depan, 24

 

kata ganti, 6, 13, 34, 48, 49 kata majemuk, 19

 

kata penghubung, 25, 40 kata sandang, xi, 34 kata seru, 41 kata tugas, 6, 11

 

kata turunan, 8, 17, 22 kata ulang, 11, 47 kekerabatan, 12 keterangan aposisi, 43, 50 keterangan pewatas, 44 keterangan tambahan, 43 klausa, 45

 

konsonan ganda, 70 konsonan tunggal, 70

kutipan, 51


 

 

 

 

L

 

lambang kimia, 28

 

M

 

maha, 17, 18

 

mata uang, 28

 

N

 

nama diri, 4, 10, 14, 24, 27, 28, 43

 

nama gelar, 7, 12 nama geografi, 9, 10, 34 nama instansi, 8

 

nama jabatan dan pangkat, 7, 8 nama jenis, 6, 10 nama negara, 11

 

nama orang, 5, 6, 7, 8, 14, 24, 26, 43

 

nama tempat, 8, 42, 54 nomor surat, 55

 

P

 

partikel, xi, 25, 26

 

pembilangan, 39

 

pemenggalan kata, 20, 22, 23

 

pemerian, 46

 

pemerincian, 39, 45, 54

 

penomoran, 37 perincian, 30, 37, 45, 46 petikan, 6, 41, 52, 53 pustaka, 13, 38

 

S

 

satuan ukuran, 6, 28

 

singkatan, xi, 12, 17, 24, 26, 27,

 

28, 43, 48, 49


 

 

 

 

 

 

77


Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia


 

 

 

 

T

 

tabel, 36, 37, 38

 

takaran, 28

 

tanda baca, xii, 36

 

tanda elipsis, 51, 52

 

tanda garis miring, 55, 56

 

tanda hubung, 17, 18, 19, 47,

 

48, 49

 

tanda koma, 39, 40, 41, 42, 43, 44, 45

 

tanda kurung, 37, 50, 54 tanda kurung siku, 55 tanda penyingkat, xii, 56 tanda petik, 52, 53 tanda petik tunggal, 53 tanda pisah, 49, 50 tanda seru, 51


 

 

 

 

tanda tanya, 50

 

tanda titik, 26, 27, 28, 36, 37, 38, 39, 44, 51

 

tanda titik dua, 45, 46, 47 tanda titik koma, 44 timbangan, 28

 

U

 

ukuran, 28, 31

 

unsur serapan, 58, 71

 

V

 

van, 6

 

W

 

waktu, 31, 37, 44


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

78



Terakhir diperbaharui: Friday, 13 May 2022, 09:35