Pengawasan tenaga penjualan
Pengawasan tenaga penjualan
Menurut Zulkifli Amsyah (2005:65), Pengawasan
adalah : Kegiatan manajemen yang berkaitan dengan
pemeriksaan untuk menentukan apakah pelaksanaannya sudah dikerjakan sesuai
dengan perencanaan, sudah sejauh mana kemajuan yang dicapai dan perencanaan
yang belum mencapai kemajuan serta melakukan koreksi bagi pelaksananan yang
belum terselesaikan sesuai rencana. Tujuan Pengawasan Menurut Soekarno (Gouzali Saydam, 1990:197), tujuan pengawasan, yaitu : 1. Untuk mengetahui apakah suatu kegiatan
sudah berjalan sesuai dengan rencana 2. Untuk mengetahui apakah suatu kegiatan
sudah sesuai dengan intruksi 3. Untuk mengetahui apakah suatu kegiatan
telah berjalan efisien 4. Untuk mengetahui kesulitan-kesulitan dan
kelemahan-kelemahan dalam kegiatan 5. Untuk mencari jalan keluar bila ada
kesulitan, kelemahan atau kegagalan kearah perbaikan Manfaat Pengawasan 1. Dapat mengetahui sejauh mana kegiatan
program sudah dilaksanakan oleh staf, apakah sesuai dengan standar atau rencana
kerja, apakah sumber dayanya (staf, sarana dan sebagainya) sudah digunakan
sesuai dengan yang telah ditetapkan. 2. Dapat mengetahui adanya penyimpangan
pada pemahaman staf melaksanakan tugas-tugasnya. 3. Dapat mengetahui apakah waktu dan sumber
daya lainnya mencukupi kebutuhan dan telah dimanfaatkan secara efisien. 4. Dapat mengetahui sebab-sebab terjadinya
penyimpangan. 5. Dapat mengetahui staf yang perlu
dberikan penghargaan, dipromosikan atau diberikan pelatihan lanjutan. Teknik-Teknik Pengawasan 1. Pengawasan
Langsung (Dirrect Control) Dilakukan
langsung oleh manajer pada waktu kegiatan sedang berjalan dapat berbentuk : a. Inpeksi langsung b. Observasi
di tempat (on the spot observation) c. Laporan
di tempat (on the spot report) 2. Pengawasan
Tidak Langsung (Indirect Control) Merupakan
pengawasan dari jarak jauh melalui laporan yang disampaikan dari bawahan. Laporan ini dapat berbentuk : a. Laporan tertulis b. Laporan lisan