C. Lingkungan Industri

Sifat dan derajat persaingan dalam suatu industri bergantung pada lima kekuatan atau faktor, antara lain : ancaman pendatang baru, daya tawar- menawar pembeli (pelanggan), daya tawar–menawar pemasok, ancaman produk atau jasa substitusi (jika ada), dan pertarungan di antara para anggota industri (peserta persaingan). Faktor persaingan terkuat akan menentukan kemampu-labaan suatu industri. Oleh karena itu, faktor ini merupakan faktor paling penting dalam perumusan strategi.

Setiap industri memiliki struktur yang mendasarinya, yaitu sekumpulan karakteristik ekonomis dan teknis, yang memunculkan kekuatan- kekuatan persaingan ini. Beberapa karakteristik yang sangat penting bagi kekuatan dari masing-masing faktor persaingan adalah sebagai berikut :

1.         Ancaman Masuk

Pendatang baru ke dalam suatu industri membawa masuk kapasitas baru, keinginan untuk merebut bagian pasar, dan seringkali sumber daya yang cukup besar. Besarnya ancaman masuk bergantung pada hambatan masuk yang ada dan reaksi dari peserta persaingan yang sudah ada menurut perkiraan calon pendatang baru.

Jika hambatan masuk tinggi dan calon pendatang baru memperkirakan akan menghadapi perlawanan keras dari peserta persaingan yang sudah ada, pendatang baru ini jelas bukan merupakan ancaman yang serius. Terdapat enam sumber utama hambatan masuk, antara lain :

 


▪      Skala Ekonomis

▪      Diferensiasi Produk

▪      Kebutuhan Modal

▪    Hambatan    Biaya    Bukan Karena Skala

2.         Pemasok yang Kuat


▪    Akses      Ke      Saluran Distribusi

▪    Kebijakan  Pemerintah


Pemasok dapat memanfaatkan kekuatan tawar menawarnya atas para anggota industri dengan cara menaikkan harga atau menurunkan kualitas barang dan jasa yang dijualnya. Pemasok yang kuat dapat menekan kemampu-labaan suatu industri yang tidak dapat mengimbangi kenaikan biaya dengan menaikkan harganya sendiri.

Kekuatan masing-masing pemasok (atau pembeli) bergantung pada sejumlah karakterisitik situasi pasarnya dan pada tingkat kepentingan relatif penjualan atau pembeliannya dalam industri tersebut dibandingkan dengan keseluruhan bisnisnya. Kelompok pemasok dikatakan kuat jika :

▪      Kelompok ini didominasi oleh sedikit perusahaan dan lebih terkonsentrasi ketimbang industri tempat mereka menjual produk.

▪      Produk pemasok bersifat unik atau setidak- tidaknya terdiferensiasi, atau jika terdapat biaya pengalihan (switching cost), biaya pengalihan adalah biaya tetap yang harus


ditanggung oleh pembeli jika berganti pemasok.

▪      Pemasok tidak bersaing dengan produk-produk lain dalam industri.

▪      Pemasok memiliki kemampuan untuk melakukan integrasi maju ke industri pembelinya. Hal ini memberi kekuatan bagi pemasok untuk memaksa industri menerima syarat-syarat pembelian yang ditetapkan oleh pemasok.

▪      Industri bukan merupakan pelanggan penting bagi pemasok. Jika industri adalah pelanggan penting, nasib pemasok akan sangat bergantung pada industri yang bersangkutan, dan mereka akan berusaha melindungi industri melalui penetapan harga yang wajar dan dukungan dalam kegiatan-kegiatan seperti R&D dan lobi.

3.         Pembeli yang Kuat

Pembeli atau pelanggan dapat juga menekan harga, menuntut kualitas lebih tinggi


atau layanan lebih banyak, dan mengadu domba sesama anggota industri. Semua ini dapat menurunkan laba industri. Kelompok pembeli dikatakan kuat jika :

▪      Pembeli terkonsentrasi atau membeli dalam jumlah (volume) besar.

▪      Produk yang dibeli dari industri bersifat standar atau tidak terdiferensiasi.

▪      Produk yang dibeli dari industri merupakan komponen penting dari produk pembeli dan merupakan komponen biaya yang cukup besar.

▪      Pembeli menerima laba yang rendah. Ini akan mendorong pembeli untuk menekan biaya pembeliannya.

▪      Produk industri tidak penting bagi kualitas produk atau jasa pembeli. Bila kualitas produk pembeli sangat dipengaruhi oleh produk industri, umumnya pembeli akan kurang peka harga.

▪      Produk industri tidak menghasilkan penghematan bagi pembeli. Bila produk atau


jasa industri memberikan manfaat besar, pembeli tidak terlalu peka harga; sebaliknya, mereka lebih memperhatikan mutu.

▪      Pembeli memiliki kemampuan untuk melakukan integrasi balik.

▪      Konsumen cenderung lebih peka harga jika mereka membeli produk yang tidak terdiferensiasi, relatif mahal terhadap penghasilan mereka, dan jika kualitas tidak terlalu penting bagi mereka.

4.         Produk Substitusi

Dengan menetapkan batas harga tertinggi, produk atau jasa substitusi membatasi potensi suatu industri. Jika industri tidak mampu meningkatkan kualitas produk atau mendiferensiasikannya, laba dan pertumbuhan industri dapat terancam. Produk pengganti (substitusi) yang secara strategik layak diperhatikan adalah produk yang :

▪      Kualitasnya mampu menandingi kualitas produk industri atau,


▪      Dihasilkan oleh industri yang menikmati laba tinggi.

5.         Produk pengganti seringkali masuk dengan cepat kedalam industri jika terjadi persaingan yang ketat dalam industri mereka sendiri yang mengakibatkan turunnya harga atau naiknya kinerja.

6.         Persaingan Diantara Para Anggota Industri Persaingan di kalangan anggota industri

terjadi karena mereka berebut posisi, dengan menggunakan taktik seperti persaingan harga, introduksi produk, dan perang iklan. Persaingan tajam seperti ini bersumber pada sejumlah faktor berikut :

▪      Jumlah peserta persaingan banyak dan kurang- lebih setara dalam hal ukuran dan kekuatan.

▪      Pertumbuhan industri lambat, menyulut perang memperebutkan bagian pasar yang melibatkan perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan ekspansi.


▪      Produk atau jasa tidak terdiferensiasi atau tidak membutuhkan biaya pengalihan. Jika produk terdiferensiasi atau melibatkan biaya pengalihan, pembeli akan terikat pada satu pemasok dan pemasok yang bersangkutan akan terlindung dari serbuan para pesaingnya.

▪      Biaya tetap (fixed cost) tinggi atau bersifat mudah rusak, mengundang keinginan kuat untuk menurunkan harga.

▪      Penambahan kapasitas harus dalam jumlah besar.

▪      Hambatan keluar tinggi. Seperti adanya aset khusus atau keterikatan manajemen pada suatu bisnis tertentu, memaksa perusahaan untuk terus bertahan meskipan kemungkinan mereka harus menerima ROI rendah atau bahkan negative.

▪      Para peserta persaingan beragam dalam hal strategi, asal-usul, dan “kepribadian”.



Last modified: Tuesday, 23 September 2025, 11:23 AM