F. Struktur Industri
Atribut struktural adalah karakteristik tertentu yang memberikan karakter khas bagi suatu industri. Sebagai contoh industri televisi kabel dan jasa keuangan. Kedua industri ini kompetitif, dan keduanya penting bagi kualitas kehidupan kita. Tetapi kedua industri ini mempunyai persyaratan sukses yang sangat berbeda.
Untuk berhasil dalam dunia industri televisi kabel, perusahaan membutuhkan integrasi vertical,
yang membantu mereka menekan biaya operasi dan memastikan akses mereka ke program-program yang bermutu; inovasi teknologi, untuk memperluas cakupan layanan mereka dan menyampaikannya dengan cara yang baru; serta pemasaran yang ekstensif, dengan menggunakan teknik-teknik segmentasi yang sesuai guna mencari sela-sela yang potensial.
Sedangkan untuk berhasil dalam industri jasa keuangan, perusahaan harus memenuhi persyaratan yang sama sekali berbeda, di antaranya adalah orientasi pelanggan dan basis modal yang besar. Terdapat empat variabel dalam suatu industri yang perlu ditelaah, antara lain :
1. Konsentrasi. Variabel ini mengacu pada sejauh mana penjualan industri didominasi hanya oleh beberapa perusahaan. Konsentrasi tinggi berfungsi sebagai hambatan masuk ke dalam suatu industri, karena hal ini memungkinkan perusahaan menguasai bagian pasar yang besar untuk mencapai skala ekonomis besar (misalnya, menghemat biaya produksi karena meningkatnya
kualitas produksi) dan, dengan demikian, menekan harga mereka untuk merintangi usaha pendatang baru memasuki pasar.
2. Skala Ekonomis. Variabel ini mengacu pada penghematan yang diperoleh perusahaan- perusahaan dalam suatu industri karena meningkatnya volume. Secara sederhana, bila volume produksi meningkat, biaya rata-rata jangka panjang unit yang diproduksi akan menurun.
3. Diferensiasi Produk. Variabel ini mengacu pada pelanggan menganggap produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan-perusahaan dalam industri berbeda-beda. Diferensiasi produk dapat bersifat nyata (riil) ataupun perasaan (perceived). Kedua diferensiasi ini seringkali mempertajam persaingan di kalangan perusahaan yang ada, sebaliknya, diferensiasi yang berhasil menyulitkan pendatang baru untuk memasuki industri.
4. Hambatan Masuk. Hambatan masuk merupakan rintangan yang harus diatasi oleh perusahaan untuk masuk ke industri. Hambatan ini dapat bersifat wujud maupun tak wujud. Bila ada hambatan masuk yang tinggi dalam suatu industri, maka persaingan dalam industri tersebut akan menurun sepanjang waktu.
Analisis mengenai konsentrasi, skala ekonomis, diferensiasi produk, dan hambatan masuk dalam suatu industri memungkinkan eksekutif perusahaan memahami kekuatan-kekuatan yang menentukan persaingan dalam suatu industri dan memberikan landasan untuk mengidentifikasi pesaing-pesaing perusahaan serta bagaimana memposisikan diri mereka di pasar.