B. Implementasi Strategi
Implementasi Strategi adalah jumlah keseluruhan aktivitas dan pilihan yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan perencanaan strategis. Implementasi strategis merupakan proses dimana beberapa strategi dan kebijakan diubah menjadi tindakan melalui pengembangan program, anggaran dan prosedur. Walaupun implementasi biasanya baru dipertimbangkan setelah strategi dirumuskan, akan tetapi implementasi merupakan kunci suksesnya dari manajement strategic. Perumusan strategi dan implementasi strategi harus dilihat seperti dua sisi mata uang.
Untuk memulai proses implementasi, maka para pembuat strategi harus memperhatikan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :
1. Siapa orang yang akan melaksanakan perencanaan strategik.
2. Apa yang harus dilakukan untuk meluruskan beberapa petunjuk operasi baru yang diharapkan perusahaan.
3. Bagaimana cara membuat agar setiap orang mau melakukan dengan baik apa yang diinginkan.
Pertanyaan-pertanyaan dan salah satunya yang mungkin mirip dengan ini mungkin akan dibicarakan pada awalnya ketika beberapa alternatif strategi pro dan kontra telah dianalisis. Para pembuat keputusan harus membicarakan lagi sebelum menyediakan beberapa perencanaan implementasi yang akan dibuatnya. Strategi terbaik yang direncanakan dengan tepat mungkin tidak memberikan hasil seperti yang diinginkan, kecuali kalau manejemen puncak dapat menjawab beberapa pertanyaan mendasar diatas dengan memuaskan.
Survei terhadap 93 perusahaan Fortune 500 menunjukkan bahwa lebih dari setengah perusahaan- perusahaan tersebut mengalami sepuluh masalah ketika mereka berusaha mengimplementasikan sebuah perubahan strategis. Masalah-masalah ini didaftar berdasarkan tingkat frekuensi kejadiannya sebagai berikut :
1. Implementasi berjalan lebih lambat dari perencanaan awalnya.
2. Muncul masalah-masalah utama yang tidak dapat diantisipasi.
3. Aktivitas-aktivitas dikoordinasi dengan kurang efektif.
4. Persaingan aktivitas dan krisis yang menarik perhatian dalam implementasi.
5. Para pekerja yang terlibat, kemampuannya kurang memadai untuk melakukan pekerjaan mereka.
6. Para pekerja tingkat bawah kurang mendapat pelatihan yang memadai.7. Terciptanya masalah-masalah karena faktor lingkungan eksternal yang kurang terkontrol
8.
Para manajer departemen kurang
memadai dalam menyediakan kepemimpinan dan pengarahan. 9.
Beberapa tugas dan aktivitas
implementasi kunci kurang
dinyatakan dengan baik. 10.
Sistem informasi kurang memadai untuk memonitor
beberapa aktivitas.