5.5 - Sistem dan Metode Pencatatan bahan baku dan bahan pelengkap
Sistem dan metode pencatatan persediaan bahan baku dan bahan pelengkap (rubrik 3) yang digunakan di perusahaan perkebunan adalah sistem pencatatan persediaan berkesinambungan (perpetual inventory system). sedangkan untuk persediaan hasil produksi siap jual, siap pakai, dan siap konsumsi (rubrik 7), digunakan metode pencatatan persediaan periodik atau fisik (periodical atau physical inventory method).
Pencatatan persediaan (rubrik 3) dengan perpetual inventory system dilakukan sebagai berikut:
Pada saat perolehan:
Db.: Persediaan xxx
Kr.: Kas/Utang usaha xxx
Pada saat pemakaian :
Db.: Biaya produksi xxx
Kr.: Persediaan xxx
Alokasi biaya produksi dari penggunaan persediaan (rubrik 3) adalah berdasarkan metode rata-rata tertimbang (wheighted average method).
Pada akhir periode, saldo rekening persediaan (misalnya pupuk) secara administratif akan diketahui dari kartu rekening persediaan, dan kemudian secara periodik dapat dicocokkan dengan jumlah fisiknya melalui pemeriksaan fisik persediaan (stock opname). Sedangkan nilai persediaan akhir dihitung berdasarkan metode rata-rata tertimbang.
Pencatatan persediaan (rubrik 7) dengan periodical inventory method dilakukan sebagai berikut:
Pada saat pemakaian bahan baku dan bahan pelengkap :
Db.: Biaya produksi xxx
Kr. : Persediaan xxx
Pada saat alokasi biaya (misalnya biaya tenaga kerja):
Db.: Biaya produksi xxx
Kr.: Upah tenaga kerja xxx
Pada saat pengakuan biaya produksi hasil pengolahan/pabrik:
Db.: Harga pokok produksi hasil xxx
Kr.: Biaya produksi xxx