Model kapitalisme pemangku kepentingan

Stakeholder Capitalism merupakan pendekatan manajemen di mana perusahaan berfokus pada melayani kepentingan semua pemangku kepentingannya, termasuk pelanggan, pemasok, pekerja, pemegang saham, komunitas lokal, dan masyarakat secara keseluruhan. Sampai batas tertentu, pendekatan ini, yang awalnya diperkenalkan pada tahun 1932, telah dihidupkan kembali karena meningkatnya pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan besar karena pengabaian mereka terhadap pemangku kepentingan, pekerja, dan lingkungan demi memperkaya pemegang saham dan eksekutif.

Mengapa Stakeholder Capitalism dapat memberikan manfaat bagi perushaana? Jadi menurut Peter Vanham, World Economic Forum bahwa perusahaan yang menerapkan Stakeholder Capitalism akan membangun kesetaraan yang sama pada seluruh pemangku kepentingan, lalu meningkatkan kesejahteraan manusia, dan juga memfokuskan pada penciptaan nilai yang berjangka panjang.
ESG diperlukan pada Stakeholder Capitalism
Kriteria lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG/Environmental, social, and governance) adalah seperangkat standar untuk perilaku perusahaan yang digunakan investor yang bertanggung jawab secara sosial untuk mengevaluasi kemungkinan investasi. Kriteria lingkungan mengevaluasi bagaimana perusahaan melindungi lingkungan, khususnya praktik perusahaan terkait perubahan iklim.Situasi yang sering dihadapi perusahaan yaitu ada sejumlah besar tekanan dari investor institusional top dunia untuk membawa kembali ideologi kapitalisme pemangku kepentingan. Mereka sekarang memahami bahwa investasi pasif mereka adalah modal jangka panjang, dan bahwa kendaraan indeks konvensional tidak lagi memungkinkan mereka untuk menjauhkan diri dari masalah lingkungan, sosial, dan tata kelola tertentu. Sejak pandemi Covid 19, ESG telah mewakili manajemen risiko yang baik dan perspektif jangka panjang, dua dari masalah utama yang dihadapi para pemimpin bisnis saat ini. Sehingga perusahaan mulai menyadari bahwa mengevaluasi ancaman dan peluang terkait ESG adalah hal yang baik untuk bisnis mereka.

IAP2 memiliki spektrum partisipasi publik yang dapat meningkatkan keterlibatan maupun partisipasi para pemangku kepentingan berdasarkan karakteristiknya. Bahwa stakeholder capitalism akan memberikan keuntungan maksimal bagi perusahaan, tetap konsep tersebuti belum memperhatikan dampak yang berkelanjutan. Sehingga diperlukan penerapan ESG untuk menambah nilai bagi 5P (Planet, People, Property, Peace, Partnership) dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.