11.4 Kategori Ajektival

Chaer (2009:162-163) mengemukakan, 
"Leksem-leksem ajektival dalam bahasa Indonesia secara semnatik adalah
leksem yang menerangkan keadaan suatu nomina atau menyifati nomina itu. secara sintaksis adalah leksem yang dapat diawali kata ingkar tidak , dapat diawali kata pembanding paling, dan dapat direduplikasikan sera diberi imbuhan se-nya (lihat Ramlan 1985, Harimurti 1986, dan Moeliono 1988). Secara semantik kita dapat membagi leksem ajektival ini menjadi delapan tipe. 

(1) Tipe 1 adalah leksem ajektif yang menyatakan sikap, tabiat, atau
perilaku batin manusia (termasuk yang dipersonifikasikannya). Misalnya ramah, galak, baik, sopan, berani, takut, dan jahat.
 (2) Tipe II adalah leksem ajektif yang menyatakan keadaan bentuk seperti bundar, bulat, lengkung, bengkok, lurus, dan miring. 
(3) Tipe III adalah leksem ajektif yang menyatakan ukuran seperti panjang, pendek, tinggi, gemuk, kurus, lebar, las, ringan, dan berat. 
(4)Tipe IV adalah leksem yang menyatakan waktu dan usia, seperti lama, baru, muda, dan tua. 
(5)Tipe V adalah leksem ajektif yang menyatakan warna, seperti merah,kuning, biru, hijau, ungu, coklat, dan lembayung. 
(6)Tipe VI adalah leksem ajektif yang menyatakan jarak seperti jauh, dekat, sedang. (7)Tipe VII adalah leksem ajektif yang menyatakan kuasa tenaga seperti kuat, lemah, segar, lesu, dan tegar. 
(8)Tipe VIII adalah leksem ajektif yang menyatakan kesan atau penilaian indra seperti sedap, lezat, manis, pahit, cantik, tampan, cemerlang, harum, bau, wangi, kasar, halus, dan licin.

Last modified: Saturday, 14 June 2025, 1:49 PM